Profil dan Biodata Raditya Dika, Stand Up Komedi yang Kado Anaknya Saham

79

Profil , Rakyatnesia – Raditya Dika, Artis Multalenta yang memiliki Banyak Investasi Masa Depan

Siapa tidak kenal Raditya Dika?

Pemilik nama lengkap Dika Angkasaputra Moerwani ini adalah salah satu figur publik (public figure), tokoh terkenal atau biasa kita sebut influencer yang memiliki banyak pengikut atau followers di Indonesia. Dia adalah seorang penulis, sutradara dan komika yang cukup sukses di Tanah Air. Bermula dari tulisan di blog pribadinya, Raditya Dika yang memiliki nama panggilan Dika ini sukses menggemparkan dunia selebritis Indonesia lewat karya-karyanya yang lucu, inspiratif dan kreatif yang banyak digemari anak muda Indonesia.

Raditya Dika terkenal juga dengan kemampuan Accounting nya khususnya dalam hal investasinya terhadap saham. Baru-baru ini Raditya Dika memberikan kado ulang tahun untuk anak sulungnya, Alinea Ava Nasution yang baru berusia 2 tahun beberapa lembar saham dari perusahaan yang dimilikinya.

Baca Juga: Profil dan Biodata Sapri, Pelawak Indonesia yang Masuk ICU

Wah keren sekali bukan!
Jadi siapasih Raditya Dika?

Biodata dan Profil Lengkap Raditya Dika:

Nama Lahir : Dika Angkasaputra Moerwani
Nama Populer : Raditya Dika
Tempat / Tanggal Lahir : Jakarta 28 Desember 1984
Zodiak : Capricorn
Pekerjaan : Penulis, Sutradara, Komedian, Pelawak Tunggal, Pemeran, Model, Aktor
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Situs Resmi : radityadika.com
Akun Twitter : @radityadika
Nama Orang Tua : Tetty Nasution
Nama Saudara : Ingga ( Adik Perempuan ), Anggi ( Adik Perempuan ), Edgar ( Adik Laki – Laki ), Yudhit ( Adik Laki – Laki )

Pendidikan Raditya Dika:

  • SMU 70 Bulungan
  • Adelaide Universty
  • Universitas Indonesia ( UI ) Jurusan Ilmu Politik

Berikut Novel Hasil Karya Tulis Raditya Dika:

  • Kambing Jantan ( Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh ) – 2005
  • Cinta Brontosaurus – 2006
  • Radikus Makan Kakus ( Bukan Binatang Biasa ) – 2007
  • Babi Ngesot ( Diundang Pulang Tak Berkutang ) – 2008
  • Marmut Merah Jambu – 2010
  • Manusia Setengah Salmon – 2011

Komik Bersama Adriano Rudiman

  • Kambing Jantan – 2008
  • Kambing Jantan – 2011

Penulis Skenario

  • Maling Kutang – 2009
  • Cinta Brontosaurus – 2013

Film Yang Sudah Raditya Dika Perankan

  • Kambing Jantan “ The Movie “ – 2009
  • Cinta Dalam Kardus – 2013
  • Cinta Brontosaurus – 2013
  • Manusia Setengah Salmon – 2013
  • Marmut Merah Jambu – 2014

Acara TV Yang Sudah Raditya Dika Perankan

  • Stan Up Comedy Indosiar ( Sebagai Juri ) – Tv Indosiar
  • Stand Up Comedy Indonesia ( Sebagai Juri ) – Kompas Tv
  • Malam Minggu Miko ( Sebagai Miko ) – Kompas Tv
  • Comic Action ( Sebagai Host ) – Kompas Tv

Biografi

Raditya Dika mengawali semua kreativitas dan karyanya dari tulisan blog yang dibuatnya. Dari tulisan sederhana itulah ia bisa menjejakkan kakinya hingga namanya bersinar sampai kini, dan memiliki banyak penggemar setia yang menanti buku, film maupun karya-karyanya yang lain. Ada beberapa hal yang bisa kita ketahui dari perjalanan hidup Raditya Dika mulai dari awal perjalanan karirnya hingga saat ini. Berikut hal menarik dari perjalanan karir sang bintang hingga sejauh ini:

Sempat mengganti namanya sendiri

Raditya Dika ternyata dulu mengaku mengganti namanya sendiri, dari yang tadinya memiliki nama panjang Dika Angkasaputra Moerwani Nasution, akhirnya Dika kecil memberanikan diri untuk meminta izin mengganti namanya setelah membaca buku bahasa sansekerta. Di buku tersebut dituliskan bahwa kata “Raditya” berarti matahari. Terinspirasi dari kata Raditya tersebut dia berinisiatif menambahkan kata tersebut di depan rangkaian namanya. Tak disangka-sangka, ternyata sang ibunda tidak berkeberatan untuk menambahkan kata tersebut sehingga nama Raditya Dika resmi dipakai hingga kini.

Semua berawal dari blog

Pada awalnya, Raditya Dika yang saat itu masih mengenyam pendidikan dan menjadi seorang pelajar di luar negeri, tepatnya di University of Adelaide, Australia, gemar menulis blog berisi kisah hidupnya sehari-hari. Blog yang dulu diberi nama www.kambingjantan.com itu kemudian telah berganti nama website nya menjadi namanya Raditya Dika sendiri yaitu www.radityadika.com.

Blog yang awalnya hanya menjadi tempat curhatnya sehari-hari tak disangka menjadi pembuka pintu kesuksesan dirinya. Jangankan cuma menjadi tulisan untuk meluapkan isi hati, blog tersebut banyak penggemarnya dan malah meraih penghargaan di Indonesian Blog Award dan penghargaan dari Indosat sebagai The Online Inspiring di tahun 2009. Hal ini membuat ia semakin semangat dalam menulis dan berkarya, karena membawa pengaruh, dampak dan manfaat bagi pembaca dan orang banyak.

Kini, blog tersebut menjadi akses masuk ke arah akun YouTube milik Radit.

Proses penerbitan novel pertamanya yang banyak ditolak penerbit
Dika akhirnya menulis novel pertamanya yang terinspirasi dari cerita-cerita di blognya berjudul Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh, yang ditulis saat dia masih berusia 21 tahun. Tapi apakah menerbitkan novel pertamanya itu mudah seiring kesuksesan blognya? Jawabannya tidak. Banyak penerbit yang menolak menerbitkan novelnya. Dan setelah pencarian sana-sini, akhirnya penerbit Gagasmedia bersedia menerima naskahnya meskipun ia perlu melakukan presentasi terlebih dahulu.

Setelah Kambing Jantan, Raditya Dika menulis beberapa novel lagi diantaranya Cinta Brontosaurus, kemudian disusul dengan Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa (2007), Babi Ngesot: Datang Tak Diundang Pulang Tak Berkutang (2008), Marmut Merah Jambu (2010), dan Manusia Setengah Salmon (2011). Setelah menulis beberapa buku tersebut, gaya penulisan Raditya Dika mulai dikenal dan mendapat banyak pujian dari masyarakat Indonesia, dan tak lama dia memiliki banyak penggemar.

Strategi marketing dalam menjual novelnya

Setelah novel pertamanya diterbitkan tidak lantas membuat penjualan novelnya meningkat pesat. Malahan bisa dikatakan penjualan novel perdananya dalam beberapa bulan awal tidak terlalu laku. Melihat hal itu, Dika memutar otak agar penjualan novelnya mengalami peningkatan. Dia kemudian melakukan strategi penjualan dengan cara mulut ke mulut agar promosi novelnya bisa diketahui lebih banyak orang. Kemudian dia juga meminta agar pembeli berfoto dengan novelnya untuk kemudian dikirimkan ke blog. Alhasil dengan cara itu, penjualan novelnya mengalami peningkatan.

Mungkin, strategi yang dilakukan Dika di masa dahulu terlihat lebih sulit karena media sosial dan perkembangan teknologi belum pesat seperti sekarang ya, guys. Karena itu, kita yang sudah berada di zaman digital seperti sekarang ini harusnya sudah bisa lebih maju dalam mempromosikan usaha dan karya kita.

Akhirnya merambah ke film layar lebar

Larisnya novel Raditya Dika membuat para produser film tertarik menjadikan karya tulisnya menjadi film layar lebar. Tahun 2009, film layar lebar pertamanya bertajuk Kambing Jantan, novel yang melambungkan namanya rilis. Tak hanya menjadi pemain, dia juga menjadi penulis skenario dari film tersebut.

Tak hanya Kambing Jantan, beberapa novelnya pun kembali didapuk menjadi film layar lebar yaitu Cinta Brontosaurus, Manusia Setengah Salmon, dan Marmut Merah Jambu. Kesemua cerita film tersebut adalah mengenai kisah cintanya yang selalu kandas. Terlebih lagi, ia pernah menjalin asmara dengan aktris sekaligus penyanyi Sherina yang tak jarang menjadi inspirasi karya-karyanya.

Untuk urusan film layar lebar, Dika pernah mencetak rekor penonton film hingga 2,6 juta penonton ketika dia menggarap film Hangout di tahun 2016.

Baca Juga: Profil dan Biodata Adly Fairuz, Cucu Wakil Presiden Indonesia

Turut berakting dalam serial komedi YouTube nya sendiri
Mungkin banyak seniman yang beranggapan bahwa apabila belum memiliki acara YouTube sendiri yang secara periodik tayang, maka belum lengkap predikat sebagai seorang seniman zaman now. Hal ini sudah dibuktikan oleh Raditya Dika bahwa selain membuat film layar lebar, dia juga membuat acara YouTube nya sendiri, yaitu Malam Minggu Miko dan Comic Story. Pada Malam Minggu Miko, Dika lagi-lagi bertindak sebagai produser, penulis cerita sekaligus pengarah. Acara YouTube ini mengangkat tema cinta dengan muatan humor yang banyak.

Mengangkat cerita mengenai kehidupan percintaan seorang pemuda bernama Miko yang selalu sial, acara ini mengundang banyak viewers dan subscribers yang membuat nama Raditya Dika melambung sebagai YouTuber papan atas.

Beberapa kali mengisi acara TV

Acara TV yang bisa lebih banyak menjangkau masyarakat Indonesia hingga ke pelosok-pelosok telah juga diisi oleh Raditya Dika. Dia pernah mengisi acara TV sebagai juri di acara stand up comedy, juga pernah menjadi pembawa acara Galau Nite (Metro TV), kemudian menjadi pembawa acara Gen Z di Trans 7 dan Bukan Sekedar Wayang di NET TV.

Berpengaruh juga sebagai komika nasional

Tidak hanya sebagai penulis, pemain film, penulis skenario dan lainnya. Dika juga merambah sebagai komika, sebutan bagi orang yang melakukan seni stand-up comedy. Tak hanya numpang lewat sebagai komika. Isi kepalanya yang penuh dengan hal-hal kreatif dan lucu membuat dia menjadi seorang komika andalan Tanah Air, dan menjadikannya sebagai juri di acara Stand Up Comedy Indonesia di Kompas TV dan Stand Up Comedy Academy di Indosiar.

Ia memang termasuk ahli dalam urusan memainkan komedi tunggal ini. Namanya mungkin setara dengan komika yang punya nama besar dan sukses di bidang ini seperti Pandji Pragiwaksono atau Ernest Prakasa. Ilmu stand up sepertinya dipelajari Raditya Dika ketika dia berkuliah di Australia, dengan mengikuti kursus singkat stand up. Hal ini membuat Dika banyak menjadi inspirasi komika-komika lainnya yang ingin terjun ke bidang stand up comedy. Bahkan, ada istilah “raditisme” yaitu gaya stand up seperti Raditya Dika di kalangan komika-komika Indonesia.

Memiliki subscriber banyak di YouTube

Kesuksesan Malam Minggu Miko membuat nama Raditya Dika semakin harum di dunia YouTube. Malam Minggu Miko pun sampai mencapai 50 juta orang penonton. Dengan perkembangan YouTube yang pesat seperti sekarang dengan konten-kontennya seperti video blog (vlog) dan semacamnya, hal ini tentunya menjadi makanan empuk Dika dengan kreativitasnya. Subscribers YouTube nya pun terbilang sukses hingga 8 juta orang dan termasuk salah satu YouTubers dengan banyak subscribers di Indonesia.

Pernah berpacaran dengan sederet artis

Kisah asmara Raditya Dika di dunia nyata sebenarnya tidak terlalu miris seperti yang diceritakan di novel atau film-filmnya. Meskipun beberapa kali mengalami kegagalan, namun dia pernah menjalin hubungan asmara dengan beberapa artis seperti Herfiza Novianti, Sherina, dan Anissa Aziza. Karena ketenaran dan karakternya yang lucu dan menyenangkan, tentunya tidak sulit bagi Dika untuk mendapatkan hati wanita. Dan nama terakhir yang disebut akhirnya yang dinikahinya dan berakhir di pelaminan.

Fakta Terkini (2020 hingga 2021)

Di tahun 2020 yang penuh ketidakpastian ini, Raditya Dika baru saja dikaruniai anak ke-2 yang lahir pada tanggal 3 November 2020 yang diberi nama Aksara Asa Nasution, menyusul anak pertamanya yang berjenis kelamin perempuan. Ada beberapa fakta terbaru Raditya Dika di tahun 2020 ini, diantaranya:

Menikah dengan salah satu selebritis Indonesia

Setelah bergonta ganti pasangan dan menemukan yang cocok, akhirnya Raditya Dika memutuskan menikahi Anissa Aziza, seorang selebritis yang menjadi pemain di sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series. Meskipun usia mereka terpaut 10 tahun jauhnya, hal itu tidak mengurungkan niat mereka untuk naik ke jenjang pernikahan. Kini, pernikahan mereka telah dikaruniai 2 orang anak.

Dikaruniai sepasang anak, lelaki dan perempuan

Anak pertama Raditya Dika dan Anissa Aziza adalah seorang perempuan dengan nama Alinea Ava Nasution Yang lahir pada tanggal 6 Mei 2019. Sedangkan anak kedua adalah seorang laki-laki dengan nama Aksara Asa Nasution yang lahir pada tanggal 3 November 2020. Melihat telah dikaruniai anak sepasang laki-laki dan perempuan, ia bahagia sekali dan kegembiraannya tersirat di postingan Instagram nya, dimana dia menceritakan proses kelahiran anak keduanya.

Aksara diceritakan lebih mudah mengalami proses lahiran dibanding kakaknya, dimana Anissa hanya mengalami kontraksi selama 4 jam. Dan Dika juga menyebut kalau kakaknya, Alinea, sempat merasa cemburu bila ibunya sedang menyusui si bungsu. Tentunya, hal itu menjadi hal yang menarik bagi pasangan muda ini karena kini kebahagiaan mereka telah lengkap.

Nama anak keduanya ternyata sama dengan tebakan netizen

Ketika anak keduanya Alinea lahir, Raditya Dika sempat dibuat kaget dengan fakta bahwa ternyata seorang netizen dan followernya telah “memprediksi” nama tersebut dan mengirimkannya melalui pesan sosial medianya. Melihat hal tersebut Dika sempat kaget dan berpikiran bahwa follower tersebut luar biasa hebatnya bisa menebak nama anak keduanya, karena dia sendiri ternyata mengaku bahwa nama Alinea Asa Nasution tidak terinspirasi dari siapa-siapa melainkan mencari nama tersebut bersama istrinya.

Baca Juga: Profil dan Biodata Atalarik Syah, Mantan Suami Tsania Marwa

Mulai berinvestasi di pasar modal

Tak hanya berkecimpung di dunia entertainment dan dunia tulis menulis, Raditya Dika juga kini mengaku sedang belajar berinvestasi, khususnya investasi di pasar modal. Alasannya adalah, dia mengaku tertarik di bidang tersebut karena compound interest atau bunga berbunga yang memiliki dampak luar biasa bagi berbagai keperluan finansialnya di masa yang akan datang. Kebutuhan itu antara lain seperti dana darurat, dana pendidikan anak, resepsi pernikahan hingga keuangan di masa pensiun.

Raditya Dika mengaku, sejarahnya dalam berinvestasi telah dia lakukan sejak lama. Dahulu, dia melakukan investasi pertamanya di deposito saat berumur 21 tahun, dan baru 2-3 tahun belakangan ini mencoba di instrumen reksadana dan saham.

Tidak heran karena memiliki mindset seperti itu, gaya hidup Raditya Dika terkesan minimalis dan tidak terlalu banyak gaya, karena dia lebih memilih dan mementingkan masa mendatang. Dia berpendapat bahwa jika kita melihat orang-orang yang tampil kaya di sosial media, kita tidak tahu bagaimana sesungguhnya profil keuangan mereka, bagaimana cash flow atau hutangnya. Oleh karena itu ia berpandangan bahwa sudah sepantasnya kita mementingkan keadaan sebenarnya kita dibanding apa yang tampak di permukaan. Wah, tentunya ini menjadi mindset atau pola pikir yang bagus, ya.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More