7 Orang Anggota DPRD Lamongan Dan 2 Staf Positif Covid-19

725

BERITA LAMONGAN (rakyatnesia.com) – Penderita Covid-19 terus bertambah kali in iditemukan dari klaster DPRD Lamongan. Dalam dua hari terakhir ditemukan lagi 3 anggota dan 2 staf. Total sudah 7 orang dari Lingkungan DPRD Lamongan terkonfirmasi. “Iya, ada penambahan lagi. Total ada 7 orang,” jelas Sekretaris DPRD Kabupaten Lamongan, Aris Wibawa dikonfirmasi IDN Times, Jumat (4/12/2020).

Tiga anggota DPRD yang positif COVID-19 usai dites swab, saat ini sudah menjalani karantina mandiri selama beberapa hari ke depan. Ketiganya terpapar virus corona tanpa menunjukkan gejala.

“Karena tanpa gejala, ketiganya tidak dianjurkan dirawat di rumah sakit COVID-19. Hal ini juga berlaku kepada dua staf yang sama-sama terpapar virus corona,” ungkapnya. Untuk mengatasi penyebaran virus corona, mulai Senin (7/12/2020), hanya pegawai yang memegang kedudukan penting saja yang diperbolehkan masuk kerja. Sisanya tidak diwajibkan masuk kantor.

“Kami akan bagi dua sif kerja, karena saat ini bertepatan dengan akhir tahun, maka pegawai di bagian rekap laporan saja yang kami perkenankan masuk,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada tim Satgas COVID-19 untuk melakukan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh ruangan anggota DPRD. Tujuannya agar memutus rantai penularan virus corona.

“Malam ini kami juga melakukan penyemprotan dan melakukan fogging. Minta doanya, semoga tidak ada lagi pegawai dan anggota DPRD yang positif COVID-19,” harapnya.

Baca juga : Lihat Ini Video Viral Bus Ngeblong Di Lamongan, Supir Dihajar Warga (rakyatnesia.com)

Sebenarnya, lanjut Aris, DPRD Lamongan sudah sangat ketat menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, penyemprotan cairan disinfektan dilakukan dua kali dalam sehari.

“Sudah sangat ketat sekali, baik cuci tangan, pintu masuk juga sudah dipasang bilik sterilisasi,”tukasnya. Dikutip Dari Idntimes.

Sumber : idntimes.com ditulis oleh Imron Saputra

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More