Kreatif, Pemuda Kembangbahu, Kab Lamongan Ini Sulap Limbah Kelapa Jadi Kerajinan

21

Rakyatnesia.com – Ide dan kreatifitas memang bisa bersumber dari mana saja, seperti yang dilakukan oleh Pemuda ini, dia menyulap limbah kelapa berupa sabut menjadi vas dan pot bunga yang terlihat cantik.

Para pemuda desa yang berkreasi dengan menyulap sabut kelapa menjadi pot bunga yang cantik dan unik ini adalah para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Karya Mandiri, Desa Sukosongo, Kecamatan Kembangbahu. Tak hanya pot bunga, para pemuda ini juga mengkreasikan sabut kelapa menjadi media tanam.

“Ide awal pengolahan sabut kelapa ini muncul ketika kami mengetahui sabut kelapa banyak dibuang begitu saja atau hanya dimanfaatkan untuk kayu bakar,” kata Ketua Karang Taruna Karya Mandiri, Ahmad Hanif saat berbincang dengan wartawan, Minggu (12/7/2020).

Dari ide awal ini, lanjut Hanif, mereka berusaha mengkreasikan sesuatu yang lain dan memiliki nilai ekonomis. Hingga muncullah ide untuk membuat pot bunga ini. Apalagi, menurut Hanif, di Lamongan belum ada yang memproduksi pot dengan bahan serat sabut kelapa atau yang biasa disebut Cocofibre.

“Bermula dari banyaknya sabut kelapa yang kurang termanfaatkan di Lamongan inilah kami akhirnya membuat pot berbahan dasar sabut kelapa,” ujarnya.

Sulitkah membuat pot atau vas bunga berbahan cocofibre ini? Hanif mengaku, proses awal pembuatan pot bunga dan media tanam berbahan sabut kelapa tersebut sangat mudah. Sebab, semuanya bisa dilakukan hanya dalam satu proses pengolahan. Pertama, kata Hanif, kulit (sabut) kelapa digiling menggunakan mesin hingga terpisah menjadi dua bagian, yaitu serbuk dan seratnya.

Baca juga : Warga Telogorejo, Sukodadi Diamankan Polisi Karena Nekat Curi Kotak Amal Di Gresik

“Serbuk sabut kelapa kami dijadikan media tanam karena memiliki kemampuan menampung air yang cukup tinggi,” ungkap Hanif seraya menyebutkan kalau serbuk sabut kelapa ini bisa digunakan untuk menanam bunga, seperti anggrek atau bisa juga untuk sayuran.

Serat sabut kelapa hasil dari pemisahan mesin tadi, lanjut Hanif, kemudian diproses lebih lanjut untuk dikreasikan menjadi pot bunga berbagai bentuk. Serat sabut ini, imbuh Hanif, dirangkai sedemikian rupa dengan menggunakan kawat ram kecil yang tahan air.

“Harga bervariasi tapi masih cukup terjangkau, mulai dari Rp 15 ribu sampai Rp 25 ribu, tergantung tingkat kesulitan dan ukurannya. Kalau media tanamnya kita jual dengan harga Rp.10 ribu per kemasan plastik,” terang Hanif.

Kini, produk dari Karang Taruna ini telah merambah sejumlah kawasan di luar Lamongan. Beberapa kota yang merespon produk buatan para pemuda ini di antaranya Gresik, Sidoarjo, Surabaya dan Bojonegoro. “Terakhir ini kami juga mengirimkan produk kami ini ke Jakarta,” terang Hanif.

Sementara Kepala Desa Sukosongo, Ahmad Zainal Arifin mengapresiasi kreativitas pemuda desanya ini arang yang mampu menelurkan sebuah produk. Zainal berharap, ke depannya produk media tanam dan pot bunga berbahan sabut kelapa mendapatkan dukungan dari Pemkab Lamongan.

“Ini adalah kesempatan untuk membuka lapangan usaha bagi warga Desa Sukosongo dan kreasi ini saya angkat menjadi UMKM Desa Sukosongo sehingga bisa memberikan peluang lapangan pekerjaan bagi warga setempat,” harap Zainal.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More