38 Desa 6 Kecamatan Tergenang Banjir Di Lamongan

555

Berita Lamongan – Keadaan Banjir di lamongan belum terlihat tanda – tanda surut, bahkan tambahan hujan deras di beberepa hari ini membuat air semakin tinggi. Hal tersebut terjadi di 6 Kecamatan dan 38 Desa. Data terbaru dari BPBD Lamongan menyebutkan, banjir kini merendam dengan ketinggian air antara 20 cm hingga 75 cm.

“Per 9 Januari ini ada ada 38 desa di 6 kecamatan yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Bengawan Njero dan Bengawan Solo, terbaru yang datanya masuk ada Kecamatan Karanggeneng,” kata Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan Muslimin saat dikonfirmasi, Sabtu (9/1/2021).

Dari 38 desa ini ada 3.842 rumah yang dihuni 17.674 warga Lamongan tergenang banjir.

baca Juga : Wagub Emil Cicipi Rusaknya Jalanan Gresik – Lamongan, Perlu Penanganan…

Muslimin merinci, di Kecamatan Karang Binangun ada 9 desa yang terendam banjir yakni Desa Waruk, Sumowingangun, Karanganom, Ketapang Telu, Sukorejo, Putatbangah, Blawi, Baranggayang dan Pendowolimo.

Di Kecamatan Glagah, banjir merendam 8 desa. Di antaranya Desa Soko, Morocalan, Gempolpendowo, Rayunggumuk, Pasi, Menganti, Margoanyar dan Duduklor.
Empat desa di Kecamatan Deket yaitu Desa Laladan, Sidomulyo, Tukerto dan Weduni. Untuk Kecamatan Kalitengah terdapat 8 desa yang terendam banjir yaitu Desa Bojoasri, Gambuhan, Blajo, Tiwet, Jelakcatur, Somosari, Pucangtelu dan Pucangro.

Sedangkan di Kecamatan Turi setidaknya 5 desa terendam banjir, yaitu Desa Putatkumpul, Kemlagilor, Pomahanjanggan, Kepudibener dan Bambang. “Yang baru masuk adalah Kecamatan Karanggeneng dimana ada 4 desa terendam banjir, yaitu Desa Kalanganyar, Sungelebak, Kendalkemlagi dan Banjarmadu,” papar Muslimin.

Baca Juga : 2 Jembatan Cincin Babat – Widang Sudah Beroperasi Dan Bisa Dilewati

Banjir juga merendam jalan-jalan desa. Selain rumah dan jalan desa, banjir juga merendam 6.472 hektar lahan pertanian berupa tambak dan 65 hektar tanaman padi. “Prakiraan kerugian untuk sementara mencapai lebih dari Rp. 26 Miliar. Untuk lahan tambak yang paling banyak terdampak ada di Kecamatan Karangbinangun, yaitu seluas 2,706 hektar,” terangnya.

Muslimin menambahkan, dari 6 kecamatan ada 2 kecamatan yang hingga kini masih tergenang. Yakni, Kecamatan Turi 1.313 rumah dan Kecamatan Karangbinangun sebanyak 1.307 rumah.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More