Kecelakaan Mega Pro Tabrak Minibus Isuzu Elf di Baureno, Melibatkan Anak Di Bawah Umur

0 124

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) antara Minibus Elf versus (vs) Sepeda motor Mega Pro, terjadi di jalur Bojonegoro – Babat, tepatmya turut Desa Pasinan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Minggu (12/11/2017) sekira pukul 05:15 wib.

Laka lantas itu terjadi, saat sepeda motor Mega Pro dengan nomor polisi (nopol) S-5148-JM yang dikendarai Moh Rendi (15) warga Desa Gajah, RT 04, Kecamatan Baureno, Bojonegoro. Korban tergolong masih di bawah umur itu, mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi dari arah timur ke barat. Saat itu, korban mendahului kendaraan yang tak diketahui identitasnya.

Pada saat yang bersamaan, melaju kendaraan minibus Isuzu Elf Nopol G 1057 A yang dikemudikan Sutikno (54) warga Selorejo, Kecamatan Baureno, Bojonegoro, melaju dari arah barat ke timur atau arah yang berlawanan. Sehingga membuat korban tak bisa menghindar dan terjadilah kecelakaan tersebut.

Kapolsek Baureno AKP Marjono kepada ppara awak media membenarkan jika telah terjadi kecelakaan antara minibus Isuzu versus Mega Pro yang terjadi di jalur Bojonegoro – Babat, tepatmya turut Desa Pasinan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Minggu (12/11/2017) sekira pukul 05:15 wib.

“Pengendara sepeda motor Moh Rendi itu masih di bawah umur karena baru berusia 15 tahun. Dengan usianya itu, korban belum memiliki SIM seharusnya korban belum boleh mengendarai sepeda motor. Karena korban yang masih berstatus pelajar itu, juga belum mampu mengendalikan emosi yang mengarah pada sifat ugal-ugalan di jalan,” tegas Kapolsek Baureno AKP Marjono.

Masih menurut AKP Marjono, akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami patah tulang pergelangan tangan sehingga harus dilarikan ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo yang berada di Jalan Veteran, Bojonegoro.

Dengan kejadian tersebut, Kapolsek Baureno AKP Marjono berpesan kepada warga mayarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara di jalan raya. Terutama, pihaknya menghimbau kepada para orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya yang belum dewasa, karena mereka belum memiliki SIM sehinggabelum diizinkan untuk mengendarai kendaraan bermotor.

“Emosi anak-anak itu bisa dibilang masih labil dan itu menjadi faktor yang cukup menentukan keselamatan berkendara di jalan raya. Karena merea belum tahu yang baik dan yang buruk sehingga bisa ugal-ugalan di jalan. Hal itu, tak hanya membahayakan dirinya sendiri, akan tetapi juga membahayakan bagi orang lain,” ungkapnya.

Semua pengguna jalan harus selalu berhati-hati dan juga mematuhi rambu-rambu lalu lintas, stop pelanggaran dan stop kecelakaan. Keselamatan untuk kemanusiaan. **(Kis/Red).

 

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More