Warga Di Tambakboyo, Tuban, Protes Truk Kontainer Yang Berisik Dan Merusak Bangunan Rumah

480

Berita Tuban – Warga Desa Sobontoro, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban melakukan aksi protes karena truk kontainer yang masuk ke jalanan gang warga setempat. Truk Tersebut menuju pabrik ikan yang dikelola oleh PT kelola Mina Laut Tuban. Warga pun protes, atas keluar masuknya truk selama bertahun-tahun.

Suara keras dari mesin, membuat warga tak nyaman.

Bahkan truk juga menabrak pagar rumah, genteng dan menyebabkan retak-retak, karena getaran yang ditimbulkan.

“Tolak keras truk kontainer lewat jalan desa, mengganggu keamanan dan kenyamanan warga sekitar,” tulis warga pada aksi protes, Senin (13/9/2021).

Menurut Sukari, lalu lalang truk kontainer seperti ini berlangsung setidaknya empat kali seminggu.

Kendaraan berat keluar masuk untuk mengangkut barang dari pabrik pengolahan ikan yang beroperasi di ujung gang. Protes dari warga sudah tak terhitung, namun belum juga mendapat tanggapan dari pihak perusahaan.

Bahkan aktivitas truk pengangkut limbah kerap meninggalkan bau yang tak sedap, hingga membuat warga mengalami mual, pusing dan muntah-muntah.

Baca Juga  Maling Motor Di Sugio, Lamongan, Ditangkap Dan Babak Belur dihajar Massa

“Bisa dilihat bagaimana kerusakan yang ditimbulkan adanya aktivitas truk kontainer. Kini warga menempel kertas berisi tuntutan dan keluhan di depan rumah masing-masing,” ujar warga setempat itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tuban, Gunadi menyatakan, terkait izin lalu lintas perusahaan diketahui telah mengajukan analisis dampak lalu lintas atau andalalin ke kementerian perhubungan karena dekat dengan jalan nasional.

Namun pada sidang pertama, perusahaan direkomendasikan agar membuat jalan alternatif lain untuk memecahkan masalah ini.

Apakah kini kementerian belum mengeluarkan rekomendasi atau pihak pabrik belum menjalankan, ini yang belum diketahui hasilnya.

Baca Juga  Bus Terguling di bancar, Tuban, Pengendara Motor Tewas Tertimpa Badan Bus

“Sudah ada aduan, akan kami segerakan mediasi antara pihak desa, kecamatan dan pihak pabrik serta warga untuk menyelesaikan persoalan ini,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, pabrik pengolahan ikan ini telah beroperasi selama tiga puluh tahun. Awalnya truk kontainer menunggu di tepi jalan pantura, sedangkan yang masuk melintasi gang hanya kendaraan kecil.

Namun sekitar enam tahun belakangan, truk langsung masuk menuju pabrik yang ada di ujung gang.

Warga berharap pabrik tetap beroperasi, namun aktivitas kontainer dialihkan tidak melewati gang pemukiman warga.(sumber:tribunnews.com)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More