Seorang Warga Tumbrasanom, Kedungadem, Ditemukan Gantung diri di Pohon Mangga

0 191

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Akhir-akhir ini, bunuh diri dengan cara gantung diri kerap terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. Seperti kejadian, yang dialami oleh seorang kakek yang tinggal di Desa Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, yang mengalami depresi akibat sakit yang tak kunjung sembuh hingga membuatnya gantung diri, Minggu (9/7/2017) sekira pukul 14:30 wib.

Kejadian nahas itu menimpa seorang kakek bernama Sarpan (80) yang tercatat sebagai warga Dusun Krajan, RT 004, RW 00,1 Desa Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur itu, ditemukan menggantung di pohon mangga yang berada di depan rumah korban.

Adalah Windi Bramasta (11) yang mengetahui paling awal, kejadian bunuh diri Sarpan (80) korban menggantung di pohon magga depan rumahnya. Dimana, saat itu saksi hendak pergi ke sungai dengan melewati rumah korban. Betapa kagetnya saksi saat mengetahui korban sudah dalam keadaan menggantung itu. Sehingga saksi langsung lari ke ibunya yang bernama Keswati (56) dan menyampaikan jika ada seorang warga Tumbrasanom yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon magga yang ada di depan rumahnya itu.

“Begitu diberitahu anak saya, maka saya langsung memberitahukan hal itu kepada anak korban, yang bernama Suparmi,” terang Keswati kepada petugas, Minggu (9/7/2017).

Selanjutnya peristiwa tersebut segera dilaporkan kepada kepala desa setempat, lalu diteruskan ke Polsek Kedungadem. Mendapat laporan tersebut anggotanya langsung meluncur ke TKP bersama dokter dari Puskesmas Kedungadem, guna melakukan pemeriksaan luar untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban.

Kapolsek Kedungadem AKP Subakir kepada para awak media membenarkan jika di wilayahnya terdapat warga yang nekad bunuh diri dengan cara gantung diri.

“berdasarkan pemeriksaan petugas medis dari Puskesmas Kedungadem, tidak di ketemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Sehingga, korban dinyatakan meninggal murni akibat gantung diri,” tegas Kapolsek Kedungadem AKP Subakir, Minggu (9/7/2017).

Menurut Suparmi (56) yang mewakili keluarga korban memberikan keterangan bahwa, korban sudah selama kurang lebih 5 tahun belakangan ini, korban mempunyai riwayat sakit strok dan hernia.

“Diduga korban mengalami depresi karena sakitnya tak kunjung sembuh sehingga nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, ahli waris korban sudah menerima dengan ikhlas dan menganggap sebagai musibah serta takdir dari Allah SWT. Atas permintaan ahli-warisnya, jenazah korban tidak di otopsi yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan yang diketahui dan disaksikan oleh kepala desa setempat. Selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada ahli warisnya untuk segera dimakamkan. **(Kis/Red).

 

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More