Pemimpin Milenial Gerbang Masa Depan Pemimpin Bangsa dan Daerah

6

LAMONGAN (RAKYATNESIA.COM) – Kita lihat saja dinamika politik indonesia di beberapa daerah sudah terjadi, muncul calon-calon baru muda dengan berbagai peluang lahirnya pemimpin baru millenial itu. Hal ini sudah terjadi pada masa demokrasi saat ini, masyarakat ingin pemimpin yang segar, track record baik dan memiliki visi misi yang murni, pemimpin yang baik tidak saja dapat dilihat dari sisi pengalaman yang dimilikinya namun Dinilai dari kemampuan dan kualitas diri.

“Pilkada serentak tahun 2020 kali ini, menjadi peluang dan celah Generasi milenial untuk tampil di kontestasi daerah 5 tahunan itu. Politik itu seni, Art of possible segalanya bisa saja terjadi. Pilkada kali ini akan menjadi gerbang bagi generasi muda milenial untuk tampil sebagai salah satu pilihan calon pemimpin baru”, terang M. Yazid  Sekertaris Ormas GARMADA (Gerakan Masyarakat Daerah) DPD Kabupaten Lamongan, yang juga Mantan Aktivis PMII ini semasa kuliah .

Dalam buku berjudul “Ignite Millenial” Leadership oleh Andrew senduk yang terbit di tiga negara, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Andrew memutuskan menuangkan idenya dalam buku setelah berbincang dengan para tokoh di dunia start-up dan para pemimpin milenial, yang bertujuan agar bukunya menjadi panduan bagi para milenial. Karena Menurut nya generasi milenial adalah pemimpin masa depan negara ini.

Melihat Trend itu Jika Partai politik yang tidak menyiapkan calon kader nya muda nya yang berkualitas untuk disajikan sebagai pilihan terbaik di masyarakat, maka akan terancam dengan tampilnya tokoh muda sebagai penantang, atau dari kalangan millenial akan lahir sesuai dengan karakter daerahnya. Faktor sejarah pemimpin daerah di periode periode sebelum nya juga bisa membentuk calon pemimpin muda lebih Kritis. Perpolitikan saat ini harus menjadi medan tempaan yang bisa menghasilkan pemimpin muda yang bagus dan kuat untuk menjadi Garda terdepan meregenerasi pemimpin muda di Kabupaten Lamongan.

“Jumlah pemilih kelompok milenial merupakan yang terbesar. Jika kita lihat data penduduk dari total penduduk 1.188.193 jiwa di Kabupaten Lamongan sendiri, jumlah penduduk usia muda yang tergolong generasi Millenial umur 17 – 39 tahun mencapai total 443.051 jiwa

penduduk. Jumlah ini berarti sekitar 40 persen adalah generasi milenial yang merupakan usia produktif”, imbuh M.Yazid

M.Yazid Yang juga adalah Kader Muda Gerindra DPC Babat menambahkan komentar ….nya, ” Tentu saja hajatan lima tahun sekali ini pada Desember 2020 nanti, akan membuka kesempatan yang luas bagi generasi muda untuk tampil Gemilang diawali dengan langkah partai politik untuk meramu calon yang diunggulkan baik dari generasi tua maupun gabungan dengan calon muda yang bisa tampil lebih Prima. Diawali dengan langkah partai politik untuk meramu calon yang diunggulkan baik dari generasi tua maupun gabungan dengan calon muda yang bisa tampil lebih Prima tidak bisa dipungkiri pemimpin yang dibutuhkan masyarakat adalah pemimpin yang bisa berpikir kreatif dan dinamis didukung kapasitas dan kapabilitas sehingga tidak membuat partai politik miskin ide dalam menjalankan dan melahirkan calon pemimpin muda”.

Pemimpin Milenial Gerbang Masa Depan Pemimpin Bangsa dan Daerah 1
M. Yazid  Sekertaris Ormas GARMADA (Gerakan Masyarakat Daerah) DPD Kabupaten Lamongan, Jawa timur.

Setiap partai politik punya mekanisme dan kebijakannya sendiri, Mungkin saja akan terjadi penggabungan antara tokoh tua dan muda bahasanya Fusion, gabungan antara dua elemen yang berbeda tetapi dapat menghasilkan pasangan yang bagus untuk membangun bangsa dan membangun daerah.

Penggabungan paket tua dan muda untuk tampil sebagai kepala daerah sudah terjadi di beberapa daerah seperti di Jawa Timur dan Jawa Barat pada Pilkada serentak sejak beberapa tahun lalu.

Di tengah mekanisme partai politik dalam mengemas calon pemimpin yang bisa meraup suara dari berbagai kalangan masyarakat, kesempatan pada anak muda untuk ikut menjadi kontestan pilkada jika tidak terakomodir dengan baik, maka akan menjadi Boomerang bagi Partai Politik itu sendiri.

Partai politik jika tidak bisa untuk memilih dan merekrut calon pemimpin dari zaman ke zaman dari waktu ke waktu. Ketika suatu daerah masyarakatnya sudah mengalami kemandekan dan mengalami kejenuhan dalam berpolitik kemungkinan calon-calon itu, yaitu calon calon generasi muda akan muncul dengan potensi menarik Perhatian dan Hati masyarakat akan ada dan tidak tertutup kemungkinan akan bisa terjadi.

Seperti yang sudah terjadi di beberapa daerah dengan munculnya Pemimpin baru millenial tersebut seperti Nur Arifin Bupati Trenggalek yang masih berusia 25 tahun, Emil Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur yang berusia 36 tahun, Wakil Bupati Deiyai Papua berusia 28 tahun, Gubernur NTB M. Zainul Majdi yang berusia 36 tahun, Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo Berumur 33 tahun, Bupati Bangkalan M.Makmun Ibnu Fuad di usia 26 tahun, Sigit Purnomo atau Pasha Ungu saat dilantik menjadi Wakil Bupati Palu pada 2016 silam juga tergolong usia milenial yaitu 36 tahun dan masih banyak lagi daftar Pemimpin muda dengan usia muda yang masuk dalam Kategori Generasi Millenial.

Dengan adanya rasa tidak percaya masyarakat dengan partai politik, dan adanya Track Record generasi sebelum nya maka akan menjadi peluang lahirnya calon Calon Muda baru sebagai energi penyegar akan menjadi memenangkan hati masyarakat.

**(red)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More