Polres Bojonegoro Bentuk Kampung Tangguh Semeru, di 28 Kecamatan di Desa Zona Merah

17

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Gugus tugas Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, membentuk kampung tangguh di beberapa desa zona merah. Langkah tersebut dibentuk dengan tujuan agar warga mandiri dalam menjalani kehidupan di tengah Pandemi Virus Corona (Covid-19).

Adapun struktur yang disiapkan dalam kampung tangguh semeru, diantaranya adalah didirikannya Lumbung pangan, ruang informasi Covid-19, tempat dan Petugas pemulasaran Jenasah Covid-19, tempat dan personil Keamanan dan tempat ruang Isolasi, tempat cuci tangan, pakai masker, Pycical / Sosial distancing, Petugas kesehatan dan cara penanganan pasien.

Kapolres Bojonegoro, AKBP M. Budi Hendrawan, SIK, MH mengatakan selain kampung tangguh semeru yang ada di Desa Campurejo, Kecamatan Kota Bojonegoro dan di Desa Plesungan Kecamatan Kapas. Rencana di 28 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro itu, akan dibentuk kampung tangguh semeru.

Dibentuknya Kampung tangguh semeru tersebut sesuai dengan arahan Kapolda Jatim Kapolda Jawa Timur Irjen Muhammad Fadil Imran saat melakukan peninjuan kampung tangguh semeru di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro beberapa waktu lalu.

“Nanti di setiap kecamatan akan ada kampung tangguh semeru yang dibentuk di desa yang masuk kategori zona merah dan masyarakat sangat antusias atas pembentukan kampung tangguh semeru ini,” kata M. Budi Hendrawan, Kamis (4/6/2020).

Mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim ini menambahkan, konsep kampung tangguh dinilai berkolerasi dengan tatanan kehidupan baru atau new normal yang akan diberlakukan oleh pemerintah pusat. Kampung tangguh semeru ini dibentuk secara gotong royong yakni tiga pilar (TNI, Polri, Pemerintah Desa) dan masyarakat desa tersebut.

“Salah satu konsep kampung tangguh ini sangat berhubungan dengan new normal dimana konsep utamanya memandirikan masyarakat bukan hanya menghadapi Covid-19 saja tetapi bagaimana menghadapi permasalahan lainnya selain kesehatan, seperti permasalahan ekonomi, sosial, pangan dan keamanan,” tandas Kapolres Bojonegoro.

Kapolres Bojonegoro, bahwa kampung tangguh semeru yang menuju new normal ini bisa berdampak tatanan kehidupan masyarakat seperti semula tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan sehingga bisa memutus mata rantai virus corona ini.

Lanjut Kapolres, Vaksinnya Covid-19 yakni disiplin, baik disiplin memakai masker, sering cuci tangan pakai sabun, jaga jarak dan selalu melakukan hidup bersih dinilai salah satu cara memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Manakala secara individu dan pribadi disiplin cuci tangan, menggunakan masker, jaga jarak dan tidak kontak fisik sementara, Insya Allah itu akan mengurangi dan memutus mata rantai penyebaran virus corona,” pungkas Alumni Akpol 2000 ini.

**(Sumber: Humas Polres Bojongoro/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More