Juara Olimpiade Sains Plus 2016 Se-Karesidenan Bojonegoro itu, Ternyata Putri Seorang Wartawan

0 128

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Olimpiade Sains  Plus yang di selenggarakan di SMPN 1 Baureno Minggu (27/3/2016), memberikan sebuah catatan tersendiri dalam dunia pendidikan. Predikat juara yang biasa lekat dengan sekolah-sekolah yang ada di wilayah perkotaan. Kini, sekolah yang berada di pelosok pedesaan pun juga bisa memperoleh predikat juara.

Hal itu, seperti halnya dengan predikat juara yang di[peroleh Aprita Sari, salah seorang siswi dari SDN 2 Bungur, Kecamatan Kanor, Kabupaten  Bojonegoro, Jatim. Aprita Sari, putri seorang wartawan Bojonegoro Kuslan ini, mampu menyabet juara 1  dalam Olimpiade Sains Plus 2016,  yang diadakan di SMPN 1 Baureno.

Aprita Sari, mampu menginspirasi teman-teman lain yang tinggal di pedesaan ini untuk bangkit menjadi juara Olimpiade Sains Plus 2016. Anak yang lahir pada tanggal 05 April 2004  silam itu, seorang anak yang memiliki semangat juang untuk terus belajar guna menggapai harapan dan cita-citanya.

Sikap pantang menyerah yang dimiliki Aprita Sari, kini telah membuahkan hasil. Hal itu, dibuktikan dengan keberhasilan yang diperoleh Aprita Sari menjuarai Olimpiade Sain Plus 2016 ini. Dengan keberhasilan itu, sebuah harapan untuk masuk sekolah SMPN favorit, kini bukan hanya sebuah angan-angan saja. Pasalnya, dia mendapatkan hadiah sebagai juara 1 dengan gratis biaya insidental sebesar 100 persen dari SMPN Baureno, serta berhak memperoleh voucer senilai Rp 500 ribu dari Rumah belajar Genius.

Anak yang kesehariannya disapa Tita itu, merupakan sosok siswi yang sering membantu teman-temannya yang kurang mampu dalam hal belajar. Sehari-harinya, Tita tinggal bersama orang tuanya di Desa Bungur Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro.

Kecerdasan Tita diperoleh dari hobbynya membaca. Hampir tiap hari, waktunya lebih banyak dimanfaatkan untuk membaca. Kegemaran membaca itu, dilakulkannya sejak dia duduk dibangku TK hingga sekarang ini.

Anak dengan tinggi badan 1,5 meter itu, sejak kecil memang selalu mendapatkan rangking di sekolahnya. Meski rangking anak ini cukup bagus, dia tidak pernah sombong dan suka membantu teman-temannya yang kesulitan dalam tiap mata pelajaran.

Di mata ayahnya  yaitu Kuslan,  yang kesehariannya aktif  sebagai kuli tinta sebuah media cetak itu, kepada rakyatindependen.id mengatakan, Tita itu termasuk anak yang penurut dan sangat rajin dan tidak pernah rewel.

“Anaknya penurut dan tidak pernah rewel, walaupun kedua orang tuanya sibuk kerja di luar. Dia mampu hidup mandiri walaupun dalam keterbatasan kemampuan ekonomi orang tuanya, tidak menjadi penghalang untuk dia bisa meraih sukses,” pungkasnya. **(Kis/Adv).

 

 

 

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More