Persebaya Surabaya Tak Mau Terjebak Kekalahan: Adaptasi Strategis di Bulan Ramadan dan Ambisi Kebangkitan

14 Likes comments off
Persebaya Surabaya Tak Mau Terjebak Kekalahan: Adaptasi Strategis di Bulan Ramadan dan Ambisi Kebangkitan

Memasuki bulan suci Ramadan, Persebaya Surabaya menunjukkan kesiapan luar biasa dalam menghadapi berbagai tantangan yang terbentang di depan, terutama dalam lanjutan kompetisi Super League 2025/2026 yang akan berlangsung di tengah nuansa ibadah. Meskipun baru saja menelan hasil negatif, kekalahan ini tidak menjadi alasan bagi tim berjuluk Bajul Ijo untuk meratapi nasib. Kekalahan 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-21 yang lalu, sekaligus memutus rentetan 13 pertandingan tanpa terkalahkan, justru menjadi cambuk bagi mereka untuk segera bangkit dan memperbaiki performa.

Fokus Tanpa Lengah: Menatap Laga Berikutnya Pasca-Kekalahan

Baca juga:
23 Anggota TNI Diduga Hilang Akibat Longsor di Cisarua Bandung, Kodam Siliwangi Lakukan Penelusuran

Kekalahan pahit dari Bhayangkara Presisi Lampung FC tidak membuat Persebaya Surabaya terlena. Sebaliknya, seluruh fokus tim kini tertuju pada pertandingan krusial berikutnya, yaitu laga tandang melawan Persijap Jepara. Pelatih Bernardo Tavares menegaskan bahwa kekalahan tersebut harus dijadikan sebagai pemicu kebangkitan, bukan beban yang memberatkan langkah tim. Meski demikian, Tavares mengakui adanya tantangan tersendiri mengingat bulan Februari ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

Strategi Adaptif di Bulan Penuh Berkah

Persebaya Surabaya Tak Mau Terjebak Kekalahan: Adaptasi Strategis di Bulan Ramadan dan Ambisi Kebangkitan

Menghadapi pertandingan di bulan Ramadan membutuhkan strategi yang matang. Bernardo Tavares telah menyiapkan program latihan yang disesuaikan secara khusus untuk para pemainnya. Penyesuaian ini mencakup intensitas latihan dan perhatian khusus terhadap kondisi fisik pemain yang sedang menjalankan ibadah puasa. "Kami akan berusaha menjaga situasi ini supaya tidak ada pemain yang cedera. Karena kalau tidak makan dan tidak minum, intensitas latihan tidak bisa terlalu tinggi. Jadi kami akan mencoba mengontrol hal tersebut," ujar Tavares dalam kutipan yang beredar pada Kamis (19/2).

Pelatih berlisensi UEFA Pro ini memiliki harapan besar agar anak asuhnya mampu mempertahankan konsistensi permainan mereka sejak menit awal hingga akhir pertandingan, terutama pada laga perdana di bulan Ramadan. "Itu tidak akan mudah, tapi saya yakin tim akan berusaha," imbuhnya, menunjukkan optimisme sekaligus kesadaran akan tantangan yang dihadapi.

Perbaikan Kelemahan Fundamental Menjadi Prioritas Utama

Di sisi lain, kiper andalan Persebaya, Andhika Ramadhani, menegaskan kesiapan seluruh pemain untuk mengikuti arahan tim pelatih terkait program latihan khusus selama Ramadan. Fokus utama mereka saat ini adalah memperbaiki kelemahan-kelemahan mencolok yang teridentifikasi pada pertandingan sebelumnya. "Kami mengikuti arahan pelatih saja. Kalau di bulan biasa mungkin intensitas latihan lebih tinggi dibanding bulan Ramadhan," ucap Andhika Ramadhani, seperti dilansir dari laman i.League.

Baca juga:
Dihadiri Habib Ja’far, ISNU Gelar Diskusi Panel Crowdfunding dan Peluncuran Aplikasi Cendekia+

Adaptasi para pemain terhadap kondisi bulan puasa menjadi kunci penting, mengingat jadwal pertandingan yang tetap harus dijalani. "Di bulan puasa juga tidak memungkinkan latihan dengan intensitas tinggi, kecuali kalau latihan malam seperti tahun-tahun sebelumnya," papar Ramadhani, menyoroti perbedaan mendasar dalam jadwal dan metode latihan. Pendekatan yang lebih terukur dan strategis dalam latihan akan memastikan pemain tetap bugar dan mampu memberikan performa terbaik tanpa mengorbankan kewajiban ibadah mereka.

Jadwal Padat dan Ambisi Mengamankan Poin Penuh Melawan Persijap

Untuk pekan ke-22 kompetisi Super League, Persebaya Surabaya dijadwalkan akan melakoni laga tandang. Bajul Ijo akan berhadapan dengan tuan rumah Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada hari Sabtu, 21 Februari 2026. Pertandingan ini memegang peranan krusial bagi Persebaya. Kemenangan dalam laga tersebut menjadi harga mati jika mereka ingin terus bersaing di papan tengah klasemen Super League musim ini dan menjaga momentum positif pasca-kekalahan.

Tekanan untuk meraih poin penuh semakin terasa mengingat ketatnya persaingan di liga. Persebaya harus menunjukkan performa yang solid dan determinasi tinggi untuk mengamankan tiga poin dan membuktikan bahwa mereka mampu bangkit dari kekalahan, bahkan di tengah tantangan bulan Ramadan. Fokus pada adaptasi, perbaikan taktik, dan menjaga kondisi fisik serta mental pemain akan menjadi kunci keberhasilan Persebaya dalam menghadapi jadwal padat dan ambisi mereka di sisa kompetisi.

(Erfyansyah/rakyatnesia.com)

Persebaya Surabaya Tak Mau Terjebak Kekalahan: Adaptasi Strategis di Bulan Ramadan dan Ambisi Kebangkitan

You might like

About the Author: Lifta Roanatul

Head Editor Dan Penulis di kanal viral serta berita nasional serta regional. Sudah menjadi penulis sejak 2013. Dan layak menjadi editor selama dua tahun ini di situs rakyatnesia