Iga Świątek memulai Australian Open tahun ini dengan performa gemilang. Setelah melalui pertandingan yang tidak mudah di babak pertama melawan petenis Tiongkok, Yue Yuan, dengan skor 7:6 (5), 6:3, Świątek menunjukkan bahwa ia sudah kembali menemukan ritme permainannya. "Saya merasa sedikit berkarat di awal," aku petenis berusia 24 tahun itu setelah pertandingan. Di babak kedua, Świątek kembali menunjukkan kelasnya dengan menyingkirkan Marie Bouzková melalui kemenangan straight set 6:2, 6:2.
Kini, tantangan sesungguhnya menanti Świątek di babak ketiga Australian Open, yaitu menghadapi petenis Rusia, Anna Kalinskaya. Para pakar tenis sepakat bahwa pertandingan ini akan menjadi ujian terberat bagi Świątek di Melbourne sejauh ini. "Kita akan lihat bagaimana pertandingannya melawan Kalinskaya, yang kemungkinan akan jauh lebih sulit," tulis Michaĺ Chojecki dari "Super Express".
Rekor Pertemuan Świątek dan Kalinskaya: Sejarah Pertarungan Sengit
Sebelum menghadapi Kalinskaya di Australia, Świątek dan petenis Rusia itu telah bertemu sebanyak tiga kali. Pertemuan pertama mereka terjadi di turnamen WTA 1000 di Dubai, di mana Kalinskaya secara mengejutkan berhasil mengalahkan Świątek di babak semifinal dengan skor 6:4, 6:4. Dua pertemuan berikutnya berlangsung di Amerika Serikat pada tahun 2025. Baik di perempat final Cincinnati maupun di babak ketiga US Open, Świątek berhasil keluar sebagai pemenang, meskipun kedua pertandingan tersebut tidaklah mudah.
Dominasi Brutal: Świątek atas Petenis Rusia dengan Skor Telak 33-9
Di tengah banyaknya petenis Rusia yang berkompetisi di sirkuit dunia, Iga Świątek memiliki rekor yang sangat impresif saat berhadapan dengan mereka. Sepanjang kariernya, Świątek telah bertanding melawan lima belas petenis yang berkompetisi di bawah bendera Rusia. Total, ia telah melakoni 42 pertandingan, dan hasilnya sungguh luar biasa. Świątek berhasil memenangkan 33 pertandingan, dan hanya kalah sebanyak 9 kali.
Petenis yang paling sering ia hadapi adalah Ekaterina Alexandrova (delapan pertandingan) dan Daria Kasatkina (tujuh pertandingan). Melawan Alexandrova, Świątek kalah dua kali, sementara melawan Kasatkina, ia hanya kalah satu kali.
Tiga Petenis Rusia yang Mampu Mengalahkan Świątek
Meskipun rekornya dominan, Świątek memiliki catatan negatif melawan tiga petenis Rusia. Kekalahan melawan Natalya Wichłancewa dan Svetlana Kuznetsova terjadi di awal karier profesionalnya, yang juga merupakan dua pertandingan pertama Świątek melawan petenis Rusia.
Namun, pemain yang benar-benar memiliki ‘formula’ untuk mengalahkan Świątek sejauh ini adalah Mirra Andreeva. Petenis berusia 18 tahun itu telah memenangkan dua dari tiga pertandingan yang mereka lakoni. Świątek mungkin memiliki kesempatan untuk menyamakan kedudukan melawan Andreeva di Melbourne, namun hal itu hanya mungkin terjadi jika kedua pemain berhasil mencapai final turnamen.
Statistik Iga Świątek Melawan Petenis Putri Rusia:
- Total Pertandingan: 42
- Menang: 33
- Kalah: 9
- Rasio Kemenangan: 78.6%
Petenis Rusia yang Pernah Mengalahkan Świątek (dengan catatan khusus):
- Mirra Andreeva: 2 kali menang, 1 kali kalah (Rekor negatif)
- Ekaterina Alexandrova: 6 kali menang, 2 kali kalah
- Daria Kasatkina: 6 kali menang, 1 kali kalah
- Natalya Wichłancewa: 0 kali menang, 1 kali kalah (Pertandingan awal karier)
- Svetlana Kuznetsova: 0 kali menang, 1 kali kalah (Pertandingan awal karier)
- Catatan: Daria Kasatkina mewakili Australia sejak Maret 2025.
- Catatan: Anastasia Potapova mewakili Austria sejak Desember 2025.
- Catatan: Polina Kudermetova mewakili Uzbekistan sejak Desember 2025.
- Catatan: Kamila Rakhimova mewakili Uzbekistan sejak Desember 2025.
Balas Dendam Manis atas Tuduhan ‘Penipu Polandia’
Media-media Rusia kerap melontarkan serangan verbal terhadap Iga Świątek. Setelah perempat final Wimbledon, di mana Świątek mengalahkan Liudmila Samsonova, media Rusia menggunakan kata-kata kasar terhadap petenis Polandia tersebut. "Penipu Polandia menghancurkan turnamen impian petenis Rusia. Świątek tidak bisa hidup tanpa doping," tulis jurnalis dari portal sportbox.ru.
Hal serupa juga terjadi pada pertandingan Świątek melawan Kalinskaya di Cincinnati. Media Rusia menuduh pemain mereka diperlakukan tidak adil oleh penyelenggara dan harus bertanding melawan "pendoping". Setelah pertandingan perempat final, mereka menulis artikel ber "Orang Amerika mempersembahkan permata dari Rusia. Tapi Anna tetap berjuang melawan penipu Świątek." Tuduhan dan serangan pribadi ini tampaknya menjadi motivasi tambahan bagi Świątek untuk tampil lebih dominan di lapangan.