Tragedi Atap Roboh di Makassar: Pasutri Tertimpa Beton Saat Terlelap Diterjang Hujan Deras

26 Likes comments off
Tragedi Atap Roboh di Makassar: Pasutri Tertimpa Beton Saat Terlelap Diterjang Hujan Deras

Cuaca ekstrem yang melanda Kota Makassar kembali memakan korban. Kali ini, atap beton sebuah indekos di Jalan Keindahan 12, Perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, dilaporkan roboh pada Minggu (11/1/2026). Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 15.30 Wita, saat hujan deras disertai angin kencang menerjang kawasan BTP. Akibatnya, sepasang suami istri yang tengah tertidur pulas di kamar nomor 10 indekos Pondok Puang Sabri, tertimpa reruntuhan atap dan dinding bangunan.

Kronologi Kejadian: Hujan Deras Berujung Petaka

Baca juga:
Istana Tidak Masalah 28 Perusahaan Masih Beroperasi Meski Izin Dicabut, Bagaimana Sebenarnya Aturannya?

Menurut laporan yang diterima Posko Damkar BTP, kejadian berawal dari intensitas hujan yang sangat tinggi disertai angin kencang. Kondisi cuaca buruk ini diduga menjadi pemicu utama ambruknya atap beton indekos tersebut. "Kemudian salah satu bangunan di sini terkena dan atapnya roboh. Sehingga dindingnya juga ikut roboh," ujar Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar, Ismail Abdullah, kepada awak media. Bangunan indekos yang ambruk itu diketahui bernama Pondok Puang Sabri, sebuah tempat indekos yang cukup banyak dihuni oleh mahasiswa dan pekerja di sekitar kawasan BTP.

Dua Penghuni Jadi Korban: Suami Luka Parah, Istri Luka Ringan

Tragedi Atap Roboh di Makassar: Pasutri Tertimpa Beton Saat Terlelap Diterjang Hujan Deras

Dua penghuni indekos menjadi korban dalam peristiwa tragis ini. Keduanya diidentifikasi sebagai Muh Raihan Arsal dan Nur Aisyah Bahar, yang ternyata adalah sepasang suami istri. Saat kejadian, keduanya sedang terlelap di dalam kamar mereka. "Korbannya ada dua orang yang sedang tertidur saat kejadian. Satu laki-laki dan satu perempuan. Mereka suami istri ya," jelas Ismail Abdullah.

Akibat tertimpa material atap beton yang berat, sang suami, Muh Raihan Arsal, dilaporkan mengalami luka parah. Sementara itu, istrinya, Nur Aisyah Bahar, hanya menderita luka ringan. Tingkat keparahan luka yang dialami sang suami menunjukkan betapa dahsyatnya kekuatan material yang menimpanya. Kejadian ini tentu saja mengejutkan dan menakutkan bagi para penghuni indekos lainnya yang beruntung tidak berada di dalam kamar yang tertimpa.

Evakuasi Tim Gabungan: Upaya Penyelamatan yang Cepat dan Tanggap

Menyikapi laporan tersebut, tim gabungan dari berbagai instansi segera bergerak cepat untuk melakukan evakuasi korban. Tim gabungan ini terdiri dari personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar, tim Search and Rescue (SAR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.

Proses evakuasi berlangsung dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi bangunan yang tidak stabil dan beratnya material yang menimpa korban. "Tadi istrinya bisa ditarik segera, yang parah ini suaminya. Tapi Alhamdulillah tadi sudah dari tim gabungan, dari Damkar, SAR, BPBD, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa hadir mengevakuasi korban," tutur Ismail Abdullah, mengapresiasi kerja sama tim dalam upaya penyelamatan.

Tim SAR dan Damkar bekerja keras untuk membebaskan korban yang terjebak di bawah reruntuhan. Mereka menggunakan berbagai peralatan untuk menyingkirkan beton dan puing-puing bangunan. Kondisi di lokasi kejadian dipenuhi dengan suara sirene dan kepanikan warga sekitar yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Penanganan Medis Lanjutan: Korban Dibawa ke RSUP Wahidin Soedirohusodo

Setelah berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan, kedua korban segera mendapatkan penanganan medis awal di lokasi kejadian. Sekitar pukul 17.00 Wita, Muh Raihan Arsal dan Nur Aisyah Bahar langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Soedirohusodo Makassar. RSUP Wahidin Soedirohusodo dipilih karena merupakan salah satu rumah sakit rujukan terbesar di Makassar yang memiliki fasilitas lengkap untuk menangani berbagai jenis cedera, termasuk luka parah yang dialami oleh Muh Raihan Arsal.

Di rumah sakit, kedua korban akan menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut dan mendapatkan perawatan intensif sesuai dengan kondisi masing-masing. Pihak rumah sakit diharapkan dapat memberikan penanganan terbaik untuk memulihkan kondisi kesehatan mereka.

Baca juga:
Raih Gelar Doktor, Polwan Ini Angkat Isu Kemanusiaan soal Korban Perdagangan Orang

Dampak Cuaca Ekstrem: Ancaman yang Nyata di Perkotaan

Peristiwa robohnya atap indekos di Makassar ini menjadi pengingat yang kuat akan dampak nyata dari cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. Selain pohon tumbang yang juga dilaporkan di beberapa titik lain di Makassar, kejadian ini menunjukkan bahwa infrastruktur perkotaan, bahkan bangunan yang kokoh sekalipun, dapat rentan terhadap terjangan alam.

Kawasan Perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP) sendiri merupakan area yang cukup padat penduduk, termasuk banyak bangunan indekos yang menjadi pilihan hunian bagi mahasiswa dan pekerja. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran bagi penghuni indekos lainnya, terutama yang memiliki bangunan dengan konstruksi yang mungkin kurang kuat.

Pihak berwenang diharapkan dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang lebih serius. Evaluasi terhadap kekuatan bangunan, terutama di daerah yang rawan bencana, perlu dilakukan secara berkala. Selain itu, kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi cuaca ekstrem juga perlu ditingkatkan melalui sosialisasi dan edukasi.

Refleksi dan Mitigasi: Menghadapi Tantangan Perubahan Iklim

Tragedi Atap Roboh di Makassar: Pasutri Tertimpa Beton Saat Terlelap Diterjang Hujan Deras

Tragedi ini bukan hanya sekadar berita lokal, tetapi juga mencerminkan tantangan yang lebih besar terkait perubahan iklim dan dampaknya terhadap kehidupan perkotaan. Hujan deras dan angin kencang yang ekstrem menjadi fenomena yang semakin sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Makassar.

Pemerintah daerah dan pusat perlu terus memperkuat sistem peringatan dini bencana dan memastikan bahwa infrastruktur publik mampu menahan dampak cuaca ekstrem. Di tingkat komunitas, kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan melaporkan kondisi bangunan yang membahayakan dapat berkontribusi pada pencegahan.

Kejadian di indekos Pondok Puang Sabri menjadi pelajaran berharga. Perhatian terhadap detail konstruksi, perawatan bangunan secara rutin, dan kesigapan dalam menghadapi situasi darurat adalah kunci untuk meminimalkan risiko di masa depan. Semoga kedua korban segera pulih sepenuhnya dan kejadian serupa tidak terulang kembali di Makassar maupun di daerah lainnya.

Dapatkan berita terupdate dari rakyatnesia.com di:

You might like

About the Author: Lifta Roanatul

Head Editor Dan Penulis di kanal viral serta berita nasional serta regional. Sudah menjadi penulis sejak 2013. Dan layak menjadi editor selama dua tahun ini di situs rakyatnesia