Tanggul Kali Ingas (Afvoer) Jebol. Wabup Bojonegoro, Segera Panggil Dinas Terkait

76

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Wakil Bupati Bojonegoro, Drs H Budi Irawanto M.Pd turun langsung mengecek kondisi tanggul Sungai atau Kali Ingas (afvoer)  yang berada di Desa Kedungprimpen, Kecamatan Kanor, jebol akibat banjir luapan Bengawan Solo.

Wabup Bojonegoro datang ke lokasi dengan didampingi Camat Kanor Mahfudz, Koramil, Polsek dan BPBD Bojonegoro. Selanjutnya, Wakil Bupati Budi Irawanto langsung memberikan semangat kepada warga yang melakukan Gotong royong menutup tanggul jebol, Selasa (15/12/2020).

Di sela-sela gotong royong itu, Wabup Bojonegoro yang akrab disapa Mas Wawan itu menyatakan bahwa pihaknya memberikan apresiasi kepada masyarakat. Pasalnya kondisi tanggul jebol ini, tak akan bisa selesai tanpa ada campur tangan warga.

Masih menurut Mas Wawan, bahwa Kecamatan Kanor ini, mayoritas adalah petani, jika tanggul jebol ini tak teratasi maka akan mengancam pertanian di wilayah Kanor tersebut.

“Saya akan berkordinasi dengan dinas terkait untuk mengatasi tanggul jebol tersebut,  dan fokus kepada tanaman padi yang saat ini dihantui gagal panen karena banjir luapan Bengawan solo ini, ” Kata Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto menegaskan.

Pria asli Bojonegoro itu menyampaikan kecamatan Kanor adalah Kecamatan dengan potensi pertanian yakni tanaman padi, sehingga tanaman padi harus diselamatkan.

“Setiap tahun tanggul Sungai atau Kali Ingas (afvoer) di Kecamatan Kanor ini selalu jebol. Karena di sini terjadi pertemuan antara dua sungai , yakni sungai dari arah Pohwates dan dari arah Kecamatan Sumberrejo sehingga tanggul jebol dan mengancam lahan padi milik petani di wilayah Kanor itu,” tegas Mas Wawan.

Selain itu, dari bibir Sungai atau Kali Ingas (afvoer) dengan bengawan solo tidak ada pintu air, sehingga setiap debit air bengawan solo naik, maka akan masuk ke sungai atau Kali Ingas (afvoer).

“Saya akan panggil dinas terkait untuk memprioritaskan pintu air bibir Sungai atau Kali Ingas (afvoer) dengan bengawan solo agar saat debit air bengawan solo naik tidak bisa masuk ke sungai atau Kali Ingas (afvoer),” pungkasnya.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More