Peringatan HMPI Bojonegoro Dirangkai Dengan Pembinaan Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Digelar di Desa Kesongo, Kedungadem

58

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) telah diperingati sejak tahun 2008 silam dengan berpedoman pada Keputusan Presiden RI No 24 Tahun 2008. Sebuah bentuk terhadap kepedulian lingkungan itu, berlanjut dan terus diperingati hingga saat ini.

Di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, HMPI tahun 2020 itu, acarannya dirangkai dengan Pembinaan Pengendalian Pencemaran Lingkungan, yang digelar di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, Jum’at (27/11/2020).

Dalam moment tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro melakukan tanam pohon trembesi sebanyak 4.500 pohon.

Penanam dilaksanakan di tiga lokasi, yakni di Desa Kepohkidul, Desa Duwel, dan Desa Kesongo yang ketiganya berada di wilayah Kecamatan Kedungadem. Untuk masing masing desa ditanami 1.500 pohon.

Penanaman pohon berfungsi untuk menyaring udara di  bumi,  dengan daun dan batangnya dapat menyerap gas berpolusi dengan berbagai komponen, sehingga mampu membantu kita bernafas dengan baik.

Peringatan HMPI Bojonegoro Dirangkai Dengan Pembinaan Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Digelar di Desa Kesongo, Kedungadem 1
Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah saat memberikan sambutan di Peringatan HMPI Bojonegoro tahun 2020 yang berlangsung di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, Jum’at (27/11/2020).

Kepala DLH Bojonegoro Hanafi dalam kata sambutanya mengatakan, bahwa tujuan kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan dan penjelasan kepada pelaku usaha ternak dan industri rumah tangga pangan akan pentingnya pengelolaan limbah dan pemanfaatan limbah.

Lanjut Hanafi, dengan demikan tidak menimbulkan dampak lingkungan yang berbahaya, serta untuk mengurangi pencemaran dan penghasil energi gas yang terbarukan (biogas) dengan bahan baku ternak kotoran sapi dan limbah industri.

“Selama kurun waktu 2 (dua) tahun DLH Bojonegoro telah menanam sebanyak 310 ribu pohon, baik di jalan desa, jala kabupaten, jalan provinsi, sekililing waduk/embung, kanan kiri jalan menuju wisata, dan fasilitas umum desa lainnya,” kata Hanafi menegaskan.

Masih menurut Hanafi, kegiatan penanaman pohon tersebut diikuti oleh 40 orang anggota kelompok ternak dan industri rumah tangga pangan Se-Kcamatan kedungadem.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah daam kata sambutanya mengatakan, bahwa dalam penanaman pohon supaya dengan cara baik dan benar agar tanaman dapat hidup dan tumbuh dengan baik.

“Agar tanaman bisa hidup dan tumbuh dengan baik, perhatikan kedalaman saat hendak menanam, memilih bibit yang baik atau bibit unggul serta dipasang tiang penyangga tanamanya,” ungkap Bupati Wanta pertama di Bumi Angling Dharma itu, serius.

Masih menurut Bu Anna – demikian, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah, akrab disapa – pihaknya mengajak masyarakat untuk menjaga ekosistem iklim dunia untuk kesehatan kita semua, dengan cara menanam pohon.

“Saya yakin warga Desa Kesongo khususnya dan warga di wilayah Kedungadem umumnya, pasti sudah semakin sadar terhadap kebersihan lingkungan, termasuk masalah sampah.  Saya minta tolong agar tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Bu Anna, Jum’at (27/11/2020).

Ditambahkan, jika dibuang sembarangan bisa membahayakan ekosistem lingkungan seba sampah plastik itu tidak bisa lebur atau tidak bisa menyatu melebur dengan tanah. Sampah plastik bisa lebur dengan tanah itu membutuhkan waktu bertahun tahun.

Tampak hadir dalam acara tersebut, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Bambang Hariyanto, Wakapolres Bojonegoro Komol Rendy Surya Aditama, Kepala Cabang Dinas Kehutanan, Kepala OPD, Camat Kedungadem Agus Saiful Aris dan Forkopimcam Kedungadem, Kades Kesongo Suto da Kades Se-Kecamatan Kedungadem dan Peserta Pembinaan Pengendalian Pencemaran Lingkungan serta undangan lainnya.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More