Bupati Bojonegoro dan Bupati Blora, Sidak Rencana Pembangunan Jembatan Penghubung Ngraho – Kradenan

0 311

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Rencana pembangunan jembatan di atas Sungai Bengawan Solo, yang menghubungkan Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur dengan Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa tengah itu, kembali dibicarakan bupati di kedua wilayah tersebut.

Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah bertemu dengan Bupati Blora Djoko Nugroho, masing-masing mereka datang bersama rombongan ke Sungai Bengawan Solo yang merupakan perbatasan kedua kabupaten, yang direncanakan bakal dibangun jembatan itu.

Bupati Blora DJoko Nugroho yang didampingi Wabup Blora Arief Rohman, mengusulkan agar pembangunan jembatan Bengawan Solo tersebut bisa menjadi program prioritas di tahun 2020. Sehingga, mulai saat ini kedua Pemkab dan kedua Pemprov, baik Jateng maupun Jatim, harus bisa mempersiapkan penganggaran secara bersama.

“Akan banyak manfaat yang diperoleh dari kedua kabupaten dan kedua provinsi itu, jika dibangun jembatan di Desa Medalem, Kradenan menuju ke Desa Luwihaji, Ngraho itu. Selain jarak tempuh kendaraan makin dekat, perekonomian di kedua wilayah tersebut akan tumbuh pesat karena tranportasi semakin lancar,” ujar pria yang akrab disapa Mas Kokok itu.

Untuk melakukan aktivitas ekonomi, warga harus menyeberang Bengawan Solo menggunakan rakit dan perahu, yang memiliki resiko dan bahaya yang cukup tinggi ketika hendak menuju daerah yang ada di seberang sungai itu. Jika memilih jalan darat atau jalan raya, warga Kradenan harus menumpuh jarak sekitar 40 kilometer, melewati Kecamatan Cepu, menuju Kecamatan Padangan hingga ke Kecamatan Ngraho.

Bupati Bojonegoro dan Bupati Blora, Sidak Rencana Pembangunan Jembatan Penghubung Ngraho - Kradenan 1
Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah bersama Bupati Blora Djoko Nugroho, saat sidak rencana pembangunan jembatan penghubung Ngraho – Kradenan, yang melintasi Bengawan solo yang menjadi jembatan penghubung Kabupaten Bojonegoro – Blora, Sabtu (17/11/2018)

Masih menurut Mas Kokok, terdapat 4 kecamatan yang menjadi lumbung padi akan tetapi daerahnya masih tergolong miskin di wilayah Blora, sebab daerah itu memiliki ketergantungan ekonomi dengan Kabupaten Bojonegoro. Sehingga dengan adanya jembatan ini diharapakan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Bojonegoro dan tentunya juga masyarakat Blora terutama Blora bagian Selatan tersebut.

Sementara itu, menurut Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah, bahwa jembatan penghubung Ngraho – Kradenan yang melintasi Bengawan Solo itu akan mampu membantu akses perekonomian di 2 (dua) daerah kabupaten, yaitu Bojonegoro Blora dan Bojonegoro itu.

Ditambahkannya, dengan dibangunnya jembatan penghubung itu diharapkan dapat mempermudah akses sosial, akses pendidikan, termasuk pelayanan dan kenyamanan masyarakat. Pasalnya, kedua wilayah itu ada keterkaitan satu sama lainnya.

“Ada warga di wilayah Kabupaten Blora yang bersekolah di Bojonegoro, dan ada warga wilayah Kabupaten Bojonegoro yang sekolah di Kabupaten Blora. Tak hanya itu, ada juga warga Bojonegoro yang memiliki saudara di Blora begitu juga sebaliknya. Sehingga, jembatan itu bisa menjadi penyambung silaturahmi bagi warga di kedua wilayah tersebut,” ungkap wanita yang akrab disapa Bu Anna itu.

Bupati Bojonegoro dan Bupati Blora, Sidak Rencana Pembangunan Jembatan Penghubung Ngraho - Kradenan 2
Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah bersama Bupati Blora Djoko Nugroho, bersma rombongan yang dijamu makan siang di rumah Kades Medalem, Kradenan usai sidak rencana pembangunan jembatan penghubung Ngraho – Kradenan, yang melintasi Bengawan solo yang menjadi jembatan penghubung Kabupaten Bojonegoro – Blora, Sabtu (17/11/2018)

Lanjut Bu Anna, dengan adanya jembatan penghubung itu, bisa mempermudah hubungan sosial antara kedua daerah tersebut. Sehingga hubungan sosial antara Bojonegoro dengan Blora bisa makin berjalan dengan baik.

Dengan adanya jembatan ini akan memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat di dua kabupaten tersebut. Tentunya hal ini bisa akan lebih melindungi masyarakat di Bojonegoro dan Blora, karena saat mereka menyeberangi jembatan dengan naik perahu jika dibandingkan dengan melintasi jembatan tentu akan lebih aman dan nyaman.

“Kami ingin jembatan penghubung Ngraho – Medalem atau itu bisa secepatnya dibangun. Sebab, jembatan itu memiliki fungsi sentral bagi kedua Kabupaten. Makanya, lebih cepat dibangun akan lebih baik,” tegas Bu Anna.

Dalam inspeksi mendadak (sidak) kali ini, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah yang didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Bappeda, perwakilan dari Dinas PU. Hadir pula, Camat Ngraho Saifurrohim dan Forpimka setempat. Tak hanya itu, ada juga perwakilan dari dinas PU Kabupaten Blora.

**(Yan/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More