Viral Kejadian Dan Fakta Terbaru Tentang Viralnya 1 Keluarga Di Kalideres Tewas Mengenaskan Di Dalam Rumah

Rachmat Dafa Erlangga

Bagikan

Rakyatnesia.com -Baru Baru Ini Ada Kejadian Yang Menggemparkan, Kejadiannya Tentang 1 Keluarga Tewas Dalam Satu Rumah Awal Mulanya Warga Mencium Bau Tidak Sedap Dan Sangat Menyengat Di Dalam Rumah Kemudian Warga Memanggil Pak Rt Lalu Pak RT Meminta Bantuan Ke Pihak Polisi Dan Polisi Langsung Bergerak Menuju Rumah Yang Di Maksud Warga Terkait Dengan Bau Busuk Dan Sangat Menyengat Disekitar Warga Kalideres

Ketua RT 007/015 Perum Citra Garden Extension I, Kalideres, Jakarta Barat, Asiung, mengatakan keluarga Margaretha dikenal sangat tertutup. Padahal, keluarga tersebut sudah tinggal di kompleks tersebut sejak 20 tahun yang lalu.

“Sangat tertutup, tidak ada komunikasi. Kalau saya ada kegiatan lingkungan, saya baru panggil gedor-gedor,” kata Ketua RT setempat, Asiung, Sabtu (12/11/2022).

Ketua RT setempat, A siung, menjelaskan, bau tak sedap itu sudah muncul beberapa hari sebelum jenazah ditemukan

Pada Senin (7/11), salah satu warga melapor kepadanya.

“Dia lalu lapor, sekitar pukul 05.37 WIB kepada saya. Saya waktu itu mau berangkat kerja,” kata Asiung.

Dua hari selepas Asiung menerima laporan tentang bau tak sedap dari salah satu warga, tepatnya pada Rabu (9/11), datang seorang petugas PLN ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk memutus aliran listrik rumah tersebut.

“Petugas datang tapi tidak ada respons. Akhirnya petugas pakai tangga naik ke atas dan memutus sambungan listrik dari kabel,” kata Asiung.

Viral Kejadian Dan Fakta Terbaru Tentang Viralnya 1 Keluarga Di Kalideres Tewas Mengenaskan Di Dalam Rumah

Jenazah Ditemukan

Pada Saat Salah Satu Warga Memeriksa Asal Mula Bau Menyengat Yang Sangat Bau Tersebut, Pak RT A Siung Memeriksa Rumah Yang Didapati Bau Yang Tidak Sedap Ternyata Saat Membuka Gorden Pak Rt A Siung Langsung Menemukan Sebuah Mayat Yang Sudah Mengering Didalam Rumah Yang Kian Membusuk Dan Memunculkan Bau Dan Aroma Yang Tidak Sedap

Baca Juga  Seorang Tukang Kayu Warga Sumberharjo, Sumberrejo, Meninggal dunia Akibat Tersengat Listrik

Sehari setelah itu, Kamis (10/11), Asiung merasa aroma tak sedap kian menyegat. Ia bersama warga lantas melakukan pemeriksaan terhadap rumah sumber bau tak sedap itu.

“Saya buka (jendela –red), terus saya geser gordennya. Begitu digeser, saya lihat, wah ini ada mayat,” ujar dia.

Mayat Didalam RumahTersebut Ditemukan Di Lokasi Yang Berbeda, Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat Kompol Haris Kurniawan pada Kamis (10/11) malam mengatakan, satu jenazah ditemukan di ruang tamu, satu di kamar belakang, lalu dua ditemukan terbujur di kamar tengah.

Penyelidikan Yang Dilakukan Oleh Kepolisian

Pihak Polisi Langsung Menyelidiki Motif Dan Kejadian Dimana Saksi Demi Saksi Di Tanyai Oleh Petugas Kepolisian Sampai Saat Ini Kasus Kejadian Ini Masih Menjadi Teka Teki Yang Sangat Susah Untuk Dipecahkan Namun Pihak Kepolisian Menemukan Sebuah Kapur Barus Dan Lilin Didalam Rumah.

Menurut Kejadian Di Tkp Ketua RT 07/RW 15 Kalideres Asiung mengatakan pihaknya sempat menemukan kapur barus dan lilin dalam rumah keluarga tersebut.

“Ada di meja, sama lilin. Di piring, taruh di mangkok,” kata Asiung.

Menurut Asiung kapur barus dan lilin itu terletak paling dekat dengan mayat yang berada di ruang tengah tersebut.

Pihak Polisi Yang Menggelar Olah TKP Mengatakan Bahwa Kapur Barus Dapat Menghilangkan Bau Untuk Beberapa Hari Dan Kasus Ini Masih Menjadi Teka Teki Dalam Motif Pembunuhan atau Dalam Motif Yang Lainnya.

Baca Juga  Mencekam, Begini Cerita Panglima TNI soal Baku Tembak di Papua , Kabar Indonesia

Kepolisian juga mengatakan bahwa empat orang ini tewas dalam waktu yang tidak bersamaan. Menurut Pasma hal itu diketahui dari perbedaan waktu pembusukan empat jasad.

“Jadi itu dari bapaknya, ibunya, iparnya, semuanya di waktu berbeda meninggalnya, sehingga pembusukannya masing-masing berbeda,” jelas dia.

Selain itu, keempatnya tergeletak pada posisi yang berbeda-beda. Bapak ditemukan di ruang kamar bagian belakang, sang paman ditemukan di ruang tamu dalam posisi bersandar di sofa.

Sedangkan, posisi jenazah sang ibu dan anaknya, yakni RM dan DF, ditemukan berada di ruang kamar depan.

Kepolisian Memeriksa Dan Mengoutopsi Jenazah Korban Lebih Mendalam Kepolisian Mengatakan Tidak Ada Tanda Tanda Kekerasan Melainkan Hanya Kekurangan Asupan Nurtisi Dan Gizi Pada Saat Sesudah Outopsi Jenazah.

Kejanggalan Di Dalam Rumah Dan Kejadian

  • Terkunci Dari Dalam

Fakta lainnya dalam kasus ini, polisi mengatakan bahwa rumah yang menjadi lokasi penemuan empat korban itu terkunci dari dalam.
Penemuan empat jasad yang masih satu keluarga tersebut bermula dari kecurigaan warga yang mencium bau busuk dari dalam rumah tersebut.

“Pihak kepolisian dan secara bersama-sama membuka rumah tersebut yang mana kondisi pagar dan pintu terkunci di dalam,” jelas Pasma.

  • Warga Sekitar Terakhir Melihat Memesan Makanan Bulan Lalu

Menurut penuturan warga sekitar, Ari (29) keluarga yang ditemukan tewas di dalam rumah itu sempat memesan makanan secara daring pada Oktober. Menurut dia itu juga kali terakhir dia melihat aktivitas keluarga tersebut.

Baca Juga  Kantor Baru Bank UMKM Bojonegoro, Diresmikan

Saat itu, dia melihat kurir mengantar makanan sekitar pukul 15.00 WIB. Momen itu pula yang terakhir bagi Ari melihat keluarga tersebut sebelum ditemukan meninggal dunia.

  • Warga Menemukan Kapur Barus Dan Lilin Didalam Rumah

Menurut Kejadian Di Tkp Ketua RT 07/RW 15 Kalideres Asiung mengatakan pihaknya sempat menemukan kapur barus dan lilin dalam rumah keluarga tersebut.

“Ada di meja, sama lilin. Di piring, taruh di mangkok,” kata Asiung.

Menurut Asiung kapur barus dan lilin itu terletak paling dekat dengan mayat yang berada di ruang tengah tersebut.

  • Tak Ada Tanda Tanda Kekerasan

Usai penemuan, keempat jasad itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk diautopsi. Setelah diperiksa, tim dokter forensik tidak menemukan bekas luka penganiayaan pada empat jasad tersebut.

Kapolsek Kalideres AKP Syafri Wasdar mengatakan keempat jasad itu juga sudah membusuk dan diduga telah tewas lebih dari satu pekan.

“Tidak ditemukan tanda kekerasan. Untuk jenazah membusuk ini karena sudah lebih dari satu minggu,” kata Syafri.

  • Meninggal Di Waktu Berbeda

Pada Saat Kejadian Kepolisian Mengatakan bahwa empat orang ini tewas dalam waktu yang tidak bersamaan. Menurut Pasma hal itu diketahui dari perbedaan waktu pembusukan empat jasad.

  • Korban Sempat Meminta Aliran Listrik Rumahnya Untuk Dipadamkan

Pak RT A siung Menjelaskan Anak Korban Sempat Meminta Pihak PLN Untuk Memutuskan Aliran Listrik Rumah Korban Untuk Dipadamkan Namun Pak RT Masih Belum Mengetahui Apa Motif dan Kejelasannya.

Motif Ini Masih Menjadi Misteri Dan Masih Memberikan Teka Teki Yang Sulit Dipecahkan Semoga Pihak Kepolisian Dapat Memecahkan Misteri Dalam Meninggalnya 1 Keluarga Di Perum Citra Garden Extension I, Kalideres, Jakarta Barat.

Bagikan

Rachmat Dafa Erlangga

Seorang pengamat dan analis sepakbola dan pecinta sepakbola yang sudah menulis selama 2 tahun di dunia sepakbola. Tidak hanya sepakbola, Saya Juga menyukai dunia mobile gaming

Related Post