Meninggal Dunia Mendadak Seorang Warga Piyak, Kanor, di Area Persawahan Saat Mencari ‘Tebon’ Jagung

5

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Siswanto (49) seorang warga Desa Piyak, RT 003, RW 001, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, ditemukan meninggal dunia mendadak di sebuah area persawahan Desa Pesen, Kecamatan Kanor, Senin (9/11/2020) sekira pukul 14:00 WIB.

Kejadian naas itu, berawal saat korban berangkat ke sawah yang berada di Desa Pesen, Kecamatan Kanor, untuk mencari pohon jagung (tebon, Jawa red), untuk pakan ternak miliknya.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang dempul dan cat disebuah bengkel mobil itu, ditemukan oleh Pardi (55), yang juga saksi pertama, seorang warga Desa Pesen, RT 005, RW 001, Kecamatan Kanor, dalam kondisi tergeletak di area persawahan yang ada disamping embung yang dijadikan kolam pancing itu.

Mengetahui kejadian itu, saksi pertama berlari menemui saksi kedua yaitu Yoyok (35), seorang warga Desa Pesen, RT 001, RW 001, Kecamatan Kanor, yang diajak oleh saksi pertama untuk mengecek kondisi korban. Ternyata, setelah di ceck korban sudah tak bernyawa lagi alias meninggal dunia.

Selanjutnya, kejadian tersebut langsung dilaporkan ke perangkat desa setempat, untuk diteruskan ke Mapolsek Kanor, agar segera ditindak lanjuti.

Kapolsek Kanor Iptu Hadi Waluyo,SH, kepada para awak media membenarkan jika terdapat peristiwa seorang warga Desa Piyak, Siswanto (49) meninggal dunia mendadak di areal persawahan Desa Pesen, Kanor, Senin (9/11/2020).

Lanjut Iptu Hadi Waluyo, pihaknya langsung menuju lokasi kejadian dengan melaksanakan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). Ciri-ciri korban, tinggi 165 cm, badan kurus, Rambut Hitam pendek berintik, kulit sawo matang, memakai kaos warna merah, cekana pendek warna Hitam.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak terdapat Luka akibat penganiayaan sebelum korban meninggal dunia. Sehingga, korban dinyatakan meninggal dunia mendadak akibat sakit yang dideritanya,” ungkap Kapolsek Kanor Iptu Hadi Waluyo,SH.

Menurut keluarga korban, sebelum kejadian, korban sering mengeluh merasakan sakit dan sesak di dadanya. Bahkan, 2 hari sebelum kejadian, korban sudah mengeluh sakit di dadanya, namun saat diajak periksa ke dokter, korban tidak bersedia.

Masih menurut Kapolsek Kanor, pihak keluarga korban tak mengijinkan jika korban diotopsi. Sehingga, harus membuat surat pernyataan bermaterai. Selanjutnya, jasad korban diserahkan kepada keuarganya untuk segera dikebumikan.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More