Sat Binmas Polres Bojonegoro Gelar Pelatihan Kepemimpinan BKP, di Kedungadem

2

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Satuan Binmas Polres Bojonegoro gelar FGD (Forum Group Diskusi) dengan tema pelatihan kepimpinan Ketua Perguruan Pencak Silat tingkat ranting di Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur.

Kegiatan FGD dan Pelatihan Kepemimpinan Perguruan Pencak Silat yang tergabung dalam BKP (Bojonegoro Kampung Pesilat) Kecamatan Keduangadem itu, mengambil tempat di Balai Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro.

Kasat Binmas Polres Bojonegoro, AKP Sujono, memimpin kegiatan tersebut bersama  para Ketua Perguruan Pencak Silat dan pengurus BKP Kecamatan Kedungadem. Dalam kesempatan itu, mereka mengucapkan ikrar janji untuk menciptakan Persaudaraan dan Kerukunan antar anggota Pencak Silat demi terciptanya Kamtibmas di wilayah Kecamatan Kedungadem itu.

Ketua BPK Kecamatan Kedungadem Agus Hari dalam kata sambutanya mengatakan bahwa selama ini sudah terjalin kerjasama dan kerukunan yang baik antar perguruan pencak silat di Kedungadem ini.

“Selama terbentuk BKP di Kedungadem kami selalu melakukan koordinasi dan komunikasi untuk terciptanya kerukunan serta kedamaian dan menciptakan Kedungadem adem ayem dan aman,” Kata Agus Hari yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala desa Sidomulyo, Keduagadem itu, serius.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan, dalam kata sambutannya mengatakan bahwa di Bojonegoro saat ini hubungan antar anggota dan pimpinan pencak silat sudah terjalin dengan baik, sehingga dengan terciptanya hubungan baik ini akan selalu terbina dan juga menjadi kunci untuk menghindari adanya perselisihan dan gesekan antar oknum anggota organisasi pencak Silat.

“Tidak ada pencak silat yang mengajarkan untuk tawuran atau keroyokan, tapi pasti di dalam pencak silat diajarkan bela diri untuk olah raga, serta ajaran-ajaran untuk menjadi diri pribadi lebih baik,” Kata Kapolres Bojonegoro menegaskan, Rabu (9/9/2020).

Lanjut AKBP M Budi Hendrawan, bahwa kedamaian yang sudah terjadi di Bojonegoro jangan sampai di kotori oleh ulah oknum yang tidak bertanggung jawab, serta karena provokasi yang berdampak menciptakan permusuhan antara oknum pencak silat.

Ditambahkan, beberapa kali kegiatan Pencak Silat seperti Sah Sahan berjalan dengan lancar dan aman, serta tidak ada upaya upaya provokasi yang dapat memperkeruh keadaan, dan juga tidak ada ulah oknum pencak silat yang memancing gangguan Kamtibmas saat adanya kegiatan pengesahan.

“Maka dari itu hal yang sudah baik mari kita pertahankan dan kita tingkatkan demi terciptanya Kamtibmas di Bojonegoro, dan jangan sampai menciptakan upaya yang dapat memancing kegaduhan di masyarakat,” Tegas AKBP M.Budi Hendrawan.

Sekretaris BKP Bojonegoro Sasmito Anggoro selaku Nara sumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Pimpinan pencak Silat di Tingkat Kabupaten Bojonegoro yang sudah satu misi dan visi dalam menciptakan Kamtibmas di Bojonegoro jangan sampai dinodai oleh ulah Oknum Pencak Silat itu sendiri.

“Selayaknya anggota Pencak Silat mengikuti peradaban zaman, tidak ada persaingan ataupun saling ego dan membenci antar oknum anggota Pencak Silat yang bisa menyebabkan gangguan Kamtibmas di masyarakat,” ungkap pria yang akrab disapa Mas Sas itu.

Masih menurut Mas Sas, sSelayaknya anggota Pencak Silat saat ini harus menjadi Garda terdepan dalam menciptakan Kamtibmas di Masyarakat dan juga kerukunan serta kedamaian, dan juga membantu dalam meningkatkan pengamanan di Kabupaten Bojonegoro ini.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More