Sumur Minyak Tradisional di Wonocolo, Kedewan, Terbakar

36

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Sebuah Sumur minyak tradisonal terbakar, yang berada di wilayah sumur tua, titik D90, turut Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Jum’at (4/9/2020) sekira pukul 12:15 WIB.

Kebakaran yang diduga akibat percikan api dari kenalpot mesin penarik seling tambang itu, dilaorkan ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro di Pos Padangan yang berada di Jalan Raya Kebonagung, sekira puku 12:35 WIB.

“Mendapat laporan tersebut, 1 Unit Fire Komando serta Water Supply BPBD Bojonegoro langsung meluncur ke lokasi kejadian dan langsung melakukan pemadaman,” ungka Kabid Pemadaman Damkar Bojonegoro, Sukirno, Jum’at (4/9/2020).

Lanjut Sukirno, Mobil Damkar tiba di TKM (Tempat Kejadian Musibah) sekira pukul 13:30 WIB. Keterlabatan itu, dikarenakan lokasi kejadian dengan Pos Padangan sekitar 8 kilo meter (KM). Kebakaran berhasil dipadamkan sekira ukul 14:30 WIB.

“Guna memadamkan kebakaran tersebut, dikerahkan 3 unit mobil pemadam dan 1 unit fire komando serta water supply BPBD Bojonegoro dengan menerjunkan 15 personil yang berasal dari Pos Padangan dan Pos Kota,” ungkap pria yang akrab disapa Mas Kirno itu, serius.

Ditambahkan, dalam kejadian itu, taka da korban jiwa, hanya saja ditaksir ada kerugian materi (kermat) sebesar Rp 150 juta, yang meliputi, yakni, 3 mesin penambang minyak terbakar 100 persen dan minyak mentah hasil tambang kurang lebih 1000 liter.

Perlu diketahui, sumur minyak tradisional yang terbakar itu, milik kelompok penambang yang diketuai oleh Kuryanto (40), seorang warga Desa Wonocolo, RT 002, RW 001, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro.

**(Yan/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More