Akibat Pelayanan Puskesmas Purwosari Kurang Baik, Membuat Balita Meninggal Dunia

39

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dikeluhkan warga. Pasalnya, perawat kurang maksimal dalam memberikan pelayanan hingga mengakibatkan balita bernama Sheva Kamila berusia 5 bulan 10 hari itu meninggal dunia, Senin (24/8/2020) sekira pukul 12:00 WIB.

Balita yang malang itu, meninggal di RSI Aisyiyah yang berada di Jalan KH Hasyim Asy’ary Bojonegoro, setelah dirawat secara maksimal namun nyawanya tak tertolong lagi.

Sheva adalah anak dari Anik Azizah, warga Desa Purwosari. Sejak melahirkan Sheva, kondisi ibunya kurang sehat sehingga Sheva banyak dirawat oleh tantenya.

Kronologis hingga meninggalnya bayi perempuan itu disampaikan akun po@allayyaBie di media sosial Twitter, Kamis (27/8/2020). Di akun itu perempuan yang mengaku tantenya menuliskan Puskesmas Purwosari Kembali Menelan Korban. Kemudian disertai kronologis kejadian tragis.

Di akunya itu, dia menuturkan, pada Minggu (23/8/2020), sekira pukul 07:00 WIB, Sheva Kamila suhu tubuhnya hangat disertai diare. Kemudian oleh ibunya dibuatkan minuman kunir untuk menghangatkan perutnya. Tapi panas tak kunjung reda juga.

Kemudian sekira sore hari pukul 16:00 WIB, Sheva Kamila dibawa ke bidan, dan memperoleh obat Inamid dan Paracetamol. Setelah pulang ke rumah, kedua obat diminumkan. 

Namun, kondisi Sheva tidak membaik, justru semakin buruk. Suhu badannya makin tinggi, lemas, dan diarenya bertambah parah, setiap habis diganti popok langsung berak lagi. 

“Gara-gara obat yang tak sesuai dosis itu, membuat Sheva susah tidur meski ingin. Bahkan merem saja nggak kuat. Sehingga matanya susah buat tidur,” tulisnya.

Melihat kondisi tersebut, keluarga panik. Sehingga malam itu, sekira pukul 21:00 WIB, Shea dibawa ke Puskesmas Purwosari agar mendapat pertolong pertama. Seperti infus untuk mengganti cairan. 

Sesampainya di Puskesmas Purwosari, keluarga mendatangi ruang perawat. Empat kali salam tidak dijawab. Padahal di dalam ruangan tersebut terlihat ada beberapa perawat yang sedang santai, makan, dan bermain handphone (hp).

Salam kelima baru dijawab, dan perawat perempuan datang. Kemudian pihak keluarga meminta agar Sheva diperiksa. Oleh perawat diminta ke ruang IGD.   

Di ruang IGD datang perawat laki-laki kemudian memeriksa suhu tubuh Sheva. Hasilnya 37 derjat celcius, dan menanyakan apak sudah dibawa ke bidan. Pihak keluarga kemudian menunjukkan obat yang diberikan bidan dan keluhan yang diderita Sheva kepada perawat Puskesmas Purwosari tersebut.

Pihak keluarga saat itu meminta kepada perawat agar Sheva diinfus karena kondisinya sudah lemas. Namun oleh perawat disarankan agar Sheva dibawa pulang dulu, dan dibawa ke Puskesmas lagi setelah matanya cekung, bibirnya biru, dan diare 7 kali. 

Mendapat jawaban itu, pihak keluarga langsung membawa Sheva pulang. Sampai di rumah keluarga kemudian meminta salah satu family yang memiliki mobil untuk mengantarkan ke PKU Kalitidu. 

Sesampainya di PKU Kalitidu, Sheva langsung mendapat penanganan. Pada Senin (24/8/2020), dokter PKU menyarankan agar dirujuk ke Rumah Sakit di Bojonegoro. Siang sekitar pukul 10.00 WIB, Sheva dirujuk ke RS Aisiyah Bojonegoro. Saat perjalanan korban sempat kejang-kejang. 

Sampai di RS Aisiyah Bojonegoro, Sheva langsungsung dibawa ke IGD. Namun kondisinya sudah kritis. Beberapa dokter sudah berupaya memberikan pertolongan kepada Sheva. Namun nyawanya tidak tertolong Sheva dinyatakan meninggal dunia, Senin (24/8/2020) sekira pukul 12:00 WIB.

Dalam tulisanya itu, dia mengaku menerima nformasi jika Dede Shiva adalah korban ke-5, akibat Puskesmas Purwosari yang tidak memberi pelayanan yang seharusnya terhadap masyarakat yang benar-benar membutuhkan pertolongan tersebut.

Tulisan po@allayyaBie di twitter mendapat 6300 retweet dan komentar 16 ribu like. Tulisan tersebut mendapat respon dari Pemkab Bojonegoro.

Dinas Kesehatan, dan Bagian Humas dan Protokoler dan Pemerintah Kecamatan Purwosari langsung melakukan kroscek di Puskesmas Purwosari dan mendatangi keluarga Rahma Sheva Kamila untuk menyampaikan permohonan maaf, Jumat (28/8/2020).

Dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ani Pudjiningrum, berjani segera melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan di Puskesmas Purwosari menyusul adanya aduan warga setempat.

“Kami minta maaf kepada keluarga Rahma Sheva Kamila. Sementara untuk petugas kesehatan yang saat itu memberikan pelayanan langsung mendapatkan evaluasi,” katanya melalui siaran persnya.

Pemkab Bojonegoro juga turut menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda Sheva.

“Atas nama pribadi dan Pemkab Bojonegoro kita mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda Sheva. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan kekuatan menghadapi ujian ini,” ungkap Ani.

Ani menuturkan, peristiwa ini akan dijadikan evaluasi bersama agar ke depan pelayanan di fasilitas kesehatan lebih ditingkatkan integritas dan dedikasinya dalam melayani masyarakat.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More