Lahan Tebu 2 Hektar di Trojalu, Ludes di Lalap ‘Si Jago Merah’

0 76

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Saat ini, cuaca siang hari di wilayah Kabupaten Bojonegoro sudah mulai panas dan cukup gerah. Orang-orang bilang, melihat cuaca yang panas dengan tiupan angin yang cukup kencang dan saat malam hari cukup dingin. Itu menjadi pertanda musim kemarau sudah tiba. Saat memasuki kemarau, yang perlu diwaspadai adalah bahaya bencana alam kebakaran.

Seperti halnya dengan kebakaran lahan tebu yang terjadi di Desa Trojalu, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, Selasa (9/8/2016). 2 (dua) hektar lahan tebu siap panen, ludes di lalap ‘Si Jago Merah’ hanya dalam waktu sekejap saja.

Kebakaran itu, diketahui oleh seorang warga setempat Samin (50). Saat itu, dia melihat ada kepulan asap dengan kilatan api membumbung ke angkasa yang berasal dari tengah lahan tebu milik Effendi (49) warga Desa Baureno, Kecamatan Baureno itu.

Seketika itu, dia langsung menyampaikannya ke warga sekitar dan mengadukan hal itu ke perangkat desa setempat, yang kemudian diteruskan ke Polsek, Koramil dan Kantor Kecamatan Baureno. Kebakaran itu, terjadi pukul 09.15 WIB itu, yang berusaha dipadamkan dengan alat seadanya oleh warga sekitar, dibantu Satpol PP Kecamatan Baureno, Babinsa Koramil Baureno, Babinkamtibmas dari Polsek Baureno.

Sekitar pukul 10.00 WIB, 2 (dua) mobil pemadam kebakaran (damkar) datang ke lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Karena luasnya lahan yang sudah terbakar ditambah dengan tiupan angin, maka pemadaman berjalan lumayan lama. Pada pukul 11.50 WIB, akhirnya api berhasil juga dipadamkan.

“Telah terjadi kebakaran tanaman tebu dengan luas lahan 2 hektar. Alhamdulillah, berkat bantuan warga setempat, Satpol PP, Polsek, Koramil dan Damkar dari Pos BPBD Baureno, pada pukul 11.50 WIB, api sudah berhasil dipadamkan,” kata kapolsek Baureno AKP Mashadi.

Ditambahkan, untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Untungnya, pada peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Untuk kerugin ditaksir sekitar Rp 25 juta lebih.

Beberapa warga yang ikut membantu memadamkan api di lahan tebu itu, mengaku jika dirinya merasa lega karena api berhasil dipadamkan. Takutnya, api itu bisa merembet ke lahan milik warga yang berada di sekitarnya. **(Kis/Puji).

Leave a comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More