Pencarian Korban Tenggelam di Bengawan Solo, Ngraho, Belum Ditemukan. Pencarian Dilanjutkan Besok

0 58

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Pencarian korban tenggelam Mohammad Rokim bin Sukeri (9) yang terjadi di aliran Sungai Bengawan Solo yang melintasi di wilayah Kabupaten Bojonegoro, tepatnya turut Dusun Mojokeduk, Desa Mojorejo, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Selasa (11/7/2017), belum membuahkan hasil alias belum berhasil menemukan korban.

Korban tenggelam Mohammad Rokim bin Sukeri (9), yang terpeleset hingga tercebur dan terseret aliran Bengawan Solo itu, akhirnya dilaporkan hilang Senin (10/7/2017), sekira pukul 15:00 wib, hingga Selasa (11/7/2017) korban belum juga ditemukan. Pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan BPBD Kabupaten Bojonegoro itu, akhirnya menghentikan pencarian dan akan diteruskan besok Rabu (12/7/2017).

Pasangan suami istri (pasutri) Sukeri (38) dan Tini Wulandari (36), yang juga orang tua korban harus bersabar dan hanya bisa berharap agar anaknya segera bisa ditemukan. Pasutri yang tinggal di Dusun Mojokeduk, Desa Mojorejo, RT 004, RW 002, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur itu, berharap Tim SAR Gabungan BPBD Bojonegoro akan melanjutkan pencariannya anaknya itu.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro Andik Sujarwo melalui Koordinator Tim SAR Bojonegoro mengatakan, bahwa pencarian korban dihentikan jelang petang Selasa (11/7/2017). Pencarian akan dilanjutkan besok Rabu (12/7/2017) pagi.

“Sejak tadi pagi hingga sore ini, kita lakukan pencarian korban di sekitar lokasi kejadian hingga radius 2,5 kilo meter. Namun, kita belum berhasil menemukan korban alias nihil. Besok Rabu (12/7/2017) sekira pukul 07:00 wib, kita lakukan pencarian lagi,” tegas pria yang sehari-hari aktif di Dinas Damkar Bojonegoro itu menegaskan, Selasa (11/7/2017).

Perlu diketahui, pencarian dibagi 4 crew, dengan 4 Perahu karet dengan melibatkan Tim Basarnas 6 personil, Tim SAR 15 personil dan bantuan dari Emergency Respon Cepu sebanyak 6 personil.

Masih menurut pria yang akrab disapa Mas Kirno itu menambahkan, untuk petang hingga malam ini, ada tim SAR yang standby di sekitar lokasi kejadian sambil memantau jika sewaktu-waktu korban muncul atau ditemukan warga sehingga korban bisa langsung dilakukan evakuasi.

“Personil Tim SAR ada yang piket di lokasi kejadian, untuk memantau jika sewaktu-waktu korban muncul ke permukaan atau ada warga yang mengetahui keberadaan jasad korban, sehingga bisa langsung kita lakukan evakuasi,” ungkap Mas Kirno.

Tak hanya itu, pihak Forpimka Ngraho juga telah menyampaikan himbauan kepada warga yang berada di sepanjang bantaran aliran Bengawan Solo di Bojonegoro, jika mengetahui korban agar segera melaporkan ke kepala desa masing-masing sehingga laporannya bisa diteruskan ke Tim SAR untuk bisa segera melakukan evakuasi terhadap korban. **(Yan/Red).

 

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More