Rakyatnesia.com
Beranda Nasional Sedang Latihan Selancar, Kena Serangan Jantung, Pria Paruh Baya Asal Tiongkok Mati Lemas di Atas Papan Surfing , Kabar Indonesia

Sedang Latihan Selancar, Kena Serangan Jantung, Pria Paruh Baya Asal Tiongkok Mati Lemas di Atas Papan Surfing , Kabar Indonesia

Rakyatnesia – Sedang Latihan Selancar, Kena Serangan Jantung, Pria Paruh Baya Asal Tiongkok Mati Lemas di Atas Papan Surfing Pencarian seputar Berita Nasional di dunia maya kian banyak dikerjakan masyarakat Indonesia, walaupun sesungguhnya Berita ini akan kami bahas di artikel ini.

Pada Tulisan Sedang Latihan Selancar, Kena Serangan Jantung, Pria Paruh Baya Asal Tiongkok Mati Lemas di Atas Papan Surfing ini kami ada sebagian pembahasan yang akan kalian baca disini, dan juga mempunyai sebagian cara penjelasan lain yang bakal membikin kalian terkaget memperhatikan atau membacanya. Jika anda suka dengan berita ini, maka bagikan dengan orang terdekat atau di media sosial kesayangan anda.


Rakyatnesia.com –┬áSeorang wisatawan asing asal Tiongkok mengalami serangan jantung saat latihan berselancar (surfing) di Pantai Kuta, Bali. Pria tersebut dinyatakan telah meninggal dunia, dikutip dari Rakyatnesia.

“Korban sedang berlibur ke Bali, tidak ditemukan bekas kekerasan di tubuh korban dan korban meninggal karena mengalami serangan jantung,” kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polresta Denpasar, AKP Ketut Sukadi dalam keterangan ┬áditerima di Denpasar, Bali, Kamis (1/6).

Sukadi mengatakan korban Ching Chuan Lin, 62, sempat dilarikan ke RS setelah mengalami nyeri di dada kiri dan lemas di atas papan surfing sekitar 15 meter dari bibir pantai.

Baca Juga: Rizky Pahlevi Akhirnya Cabut Surat Somasinya terhadap Marissya Icha

Menurut keterangan Sukadi, peristiwa serangan jantung hingga menyebabkan kematian pria WN Tiongkok tersebut terjadi pada Rabu (31/5) sekitar pukul 11.30 Wita di Pantai Kuta tepatnya depan Beach Walk.

Sukadi menjelaskan berdasarkan penuturan saksi Sadam Husein kejadian tersebut bermula sekitar pukul 11.00 WITA dimana korban bersama istri dan anaknya datang ke Pantai Kuta untuk belajar surfing. Setelah ada kesepakatan Rakyatnesia korban dan saksi selanjutnya saksi yang juga sebagai instruktur surfing mulai mengajar surfing kepada korban dan istrinya.

Baca Juga: Alasan Mateo Bustos Tak Sabar Memperkuat Persita Tangerang

Selanjutnya setelah latihan di pinggir pantai, korban, istri korban dan kedua saksi mulai berlatih surfing dalam laut untuk mencari ombak yang berjarak sekitar 15 meter dari bibir pantai.

“Setelah dua kali latihan mengapung di atas papan surfing dengan dorongan ombak panjang dari dalam laut menuju pantai, korban sempat beristirahat sejenak berdiri di pasir pantai,” kata Sukadi.

Kemudian, saksi Husein memangil korban untuk mulai berlatih lagi dan korban pun berjalan menuju ke tengah laut sekitar 15 meter dari bibir Pantai dengan ketinggian air sekitar 80 cm.

Baca Juga: Aktor Gaek Al Pacino Bakal Punya Anak di Usia 83 Tahun, Pacarnya yang Berumur 29 Tahun Tengah Hamil 8 Bulan

Setelah korban naik dengan posisi jongkok di atas papan surfing dan dipegang oleh saksi Husein, korban merasa nyeri dan lemas, dan rebah di tangan saksi.

Selanjutnya korban dibantu evakuasi oleh kedua saksi dan istri korban yang berada sekitar dua meter di sebelah korban.

Sampai di pinggir pantai, petugas lifeguard di Pantai Kuta memberikan pertolongan pernapasan dengan memompa dada korban sambil menunggu ambulans Balawista Kabupaten Badung datang ke TKP.

Baca Juga: Formula E Diadakan di Ancol 3-4 Juni, Begini Rekayasa Lalin dan Parkirnya

Menurut keterangan saksi-saksi, korban sempat mengeluarkan suara dari mulutnya dan masih ada denyut nadi.

Setelah ambulans milik Balawista Badung tiba di TKP. Selanjutnya korban dievakuasi dan dilarikan ke RS Siloam Jalan Sunset Road, Kuta, Badung.

Baca Juga: Buntut Nyawa Pasien Tak Tertolong, Wakil Ketua DPRD Surabaya Soroti Pelayanan di RSUD Soewandhie

Setelah sampai di RS Siloam, korban dibawa ke IGD untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah diperiksa dan diberikan tindakan medis oleh dokter, sekitar pukul 12.10 Wita, korban tak bisa tertolong dan dinyatakan telah meninggal dunia.

Sampai berita ini diturunkan, jenazah korban masih berada di RS Siloam dan belum dititipkan ke RSUP Prof. Ngoerah Sanglah Denpasar.

Dikutip dari Jawa Pos

Bagikan:

Iklan