Truck Seruduk Bus Restu. Diduga Akibat Bus Berhenti Mendadak, di Jalur Pantura, Widang

0 111

TUBAN (Rakyat Independen)- Sopir bus masih dikenal ‘ugal-ugalan’ di jalan. Mulai dari kecepatan yang cukup tinggi, mendahului dengan menang sendiri hingga berhenti mendadak mengambil atau menurunkan penumpang yang membuat kendaraan di belakangnya harus ngerem mendadak dan tak jarang hingga terjadi kecelakaan lalu lintas.

Hal itu, seperti kejadian yang menimpa truk yang menyeruduk bus Restu dengan nopol N-7740-UG, yang dikemudikan Adi Santoro yang tercatat sebagai warga erum Karang Agung, Tuban Kota, Kabuaten Tuban, yang berhenti mendadak di depannya.

Gara-gara bus Restu berhenti mendadak itu, membuat truk dengan nopol S-8270-BC yang dikemudikan Subandi asal Desa Ngamel, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa tengah itu, menyeruduk bus di jalur Pantura Widang KM 21, yang hendak melaju ke arah Tuban tepatnya di Dusun Kuwu, Desa Widang, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, Senin (29/5/17) pukul 15:30 wib.

Kapolsek Widang AKP Nur Khozin melalui KSPKT M. Lusbri mengatakan, bahwa kecelakaan itu berawal saat bus restu jurusan Surabaya- Semarang itu, berhenti untuk menurunkan penumpang. Apalagi saat kejadian hujan sedang turun sehingga jalanan licin.

“Bus Restu berhenti mendadak karena sedang menurunkan penumpang, sehingga Truck yang berada dibelakangnya tidak mampu menghindari benturan karena jarak terlalu dekat. Apalagi kondisi jalan sedang karena baru saja turun hujan. Beruntung tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan material saja, ” tegas Aiptu M. Lusbri, Senin (29/5/2017).

Selama proses evakuasi dilaksanakan, terjadi kemacetan di Jalur Pantura Widang itu, karena posisi Truck yang menjorok ke kanan hingga menutup sebagian lajur dari arah berlawanan.

Kerasnya benturan hingga mengakibatkan kendaraan Truck mengalami kerusakan mesin dan harus diderek untuk memindahkan dari lokasi kejadian. Kedua kendaraan baik bus maupun truk diamankan untuk proses lebih lanjut.

Masih menurut M. Lusbri yang didampingi Aiptu Sanusi menambahkan, agar penmpang bisa meneruskan perjalanan, untuk para penumpang sudah kami evakuasi ke bus lain jurusan sama, begitu juga kendaraan sudah berhasil kami pindahkan agar tidak menghambat arus lalu lintas di jalur Pantura itu. **(Mudji/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More