News

Gara-gara Motret, Turis Taiwan Didenda Rp 4 Juta oleh Petugas Imigrasi Bali , Kabar Terkini

Rakyatnesia – Gara-gara Motret, Turis Taiwan Didenda Rp 4 Juta oleh Petugas Imigrasi Bali Pencarian perihal Berita Nasional di dunia online kian banyak dikerjakan masyarakat Indonesia, padahal sesungguhnya Berita ini akan kami bahas di artikel ini.

[quads id=10]

obat joni kuat

Pada Tulisan Gara-gara Motret, Turis Taiwan Didenda Rp 4 Juta oleh Petugas Imigrasi Bali ini kami ada sebagian pembahasan yang akan kalian baca disini, dan juga mempunyai sebagian sistem penjelasan lain yang bakal membikin kalian terkaget mengamati atau membacanya. Jika anda senang dengan info ini, maka bagikan dengan orang terdekat atau di media sosial kesayangan anda.

[quads id=10]

Rakyatnesia.com – Pelayanan petugas di bandara kembali menjadi sorotan. Setelah Bea Cukai, saat ini giliran pelayanan petugas imigrasi kepada turis asal Taiwan yang disoroti netizen di media sosial.

 

Berdasarkan amatan Rakyatnesia.com di media sosial. Informasi terkait pelayanan petugas bandara kepada turis Taiwan ini dialamatkan ke dua instansi berbeda. Ada yang menyebut petugas Bea Cukai dan juga petugas imigrasi.

 

Mengutip akun Twitter @RadioTaiwan_IDN, kejadian ini berawal dari curhatan seorang turis asal Taiwan berinisial L yang membagikan pengalamannya berkunjung ke Bali. Saat tiba di bandara, ia kemudian memotret antrean panjang di imigrasi.

 

 

Diduga melanggar aturan, turis Taiwan itu lalu dibawa petugas imigrasi ke sebuah “kamar gelap” dan didenda Rp 4 juta akibat memotret area imigrasi.

 

“Petugas imigrasi menginterogasinya dan berkata akan mendeportasi L ke Taiwan. L kaget karena baru pertama kali mendengar kalau memotret area imigrasi bisa dideportasi,” tulis @RadioTaiwan_IDN dikutip Kamis (13/4).

 

Mulanya, turis tersebut dikenakan denda oleh petugas imigrasi sebesar USD 4.000. Namun karena L baru pertama kali melanggar, petugas itu hanya mengenakan denda USD 400.

 

 

Lantaran janggal, L kemudian menawar hingga berhasil diperbolehkan membayar denda USD 300 atau sekira Rp 4,5 juta. Kemudian, karena batasan penarikan uang di ATM, L hanya membayar Rp 4 juta kepada petugas.

 

“Sebelum beranjak pergi, petugas imigrasi memperingatkan L untuk tidak memberitahukan hal ini ke siapapun karena sudah ‘mendiskon’ denda L yang harusnya USD 4.000 menjadi USD 400 saja,” tuturnya.

 

Sebagai informasi, penumpang di bandara memang dilarang mengambil gambar di area imigrasi, termasuk bea cukai, konter imigrasi, dan area pengambilan bagasi.

 

“Sebaiknya, patuhi peraturan yang ada supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.

 

 

Dikutip dari Jawa Pos

Sukisno

Jurnalis Utama Rakyatnesia.com Dan Sudah di dunia jurnalistik selama lebih dari 30 tahun. Tulisan berita bojonegoro umum, Review, dan profil sudah bukan hal asing lagi, Lugas dengan Fakta.

Related Articles

Back to top button