Harga Beras Naik Harga Gabah Merosot Di Lamongan, Kok Bisa ?

moch akbar fitrianto

Harga Beras Naik Harga Gabah Merosot Di Lamongan, Kok Bisa ?
Bagikan

Berita lamongan – Ditengah kenaikan Harga beras di Kawasan Kabupaten Lamongan ternyata ada kondisi lain terjadi pada para petani. Harga panen Gabah petani malahan turun drastis. Hal ini membuat para petani tidak bisa menikmati hasil panen pertamanya tahun ini.

Para petani yang hari-hari ini sedang panen untuk pertama kalinya adalah petani yang ada di Desa Lebakadi, Kecamatan Sugio. Panen padi pertama pada awal maret ini tak dirasakan manis oleh petani yang ada di Desa Lebakadi, meskipun harga beras di pasaran tinggi. Harga gabah di tingkat petani yang sebelumnya sempat menembus harga Rp 8.500 per kilogram, kini anjlok di harga Rp 6.900.

“Kapan hari memang sempat tembus Rp 8.500 perkilogram sebelum sinu panen, tapi sekarang sudah turun di harga Rp 6.900 perkilogram,” kata salah seorang petani Desa Lebakadi, Samirin, Selasa (5/3/2024).

Baca juga : Saksi Capres 01 Dan 03 Di Lamongan Tolak Tanda Tangani Hasil Penghitungan ulang KPU Lamongan

Samirin mengatakan panen kali ini ia belum mendapatkan keuntungan yang signifikan dengan harga gabah yang hanya Rp 6.900. Anjloknya harga gabah ini, aku Samirin, membuat para petani merugi karena tak bisa menutupi biaya produksi saat awal musim tanam, perawatan, pemupukan hingga biaya saat panen.

“Kalau dihitung dengan biaya produksi saat awal tanam, perawatan yang termasuk pupuk dan juga biaya panen, ya rugi dengan harga segitu,’ ujarnya.

Kondisi tersebut, tambah Samirin, diperparah dengan biaya produksi yang tinggi karena para petani harus menggunakan pupuk non subsidi dengan harga yang mahal serta langka.

“Belum mendapatkan keuntungan yang signifikan dengan harga gabah saat ini, seharusnya di atas Rp 7 ribu agar petani bisa merasakan keuntungan lebih,” jelasnya.

Keluhan yang sama juga diungkapkan Dwi, petani dari Kecamatan Sugio lainnya yang menyebut jika harga gabah di tempat mereka kini di bawah Rp 7 ribu per kilogram. Dwi menyebut, dengan harga di bawah Rp 7 ribu membuat petani masih merugi.

“Harga pupuk kan mahal, beras juga mahal, harusnya ya di atas Rp 7 ribu,” ucapnya.

Samirin dan petani lainnya menilai, harga gabah di tingkat petani seharusnya di atas Rp 7 ribu per kilogramnya agar petani bisa merasakan keuntungan lebih. Para petani ini berharap agar harga padi bisa kembali naik sehingga mereka bisa merasakan keuntungan dari jerih payah mereka.

Bagikan

Also Read