Banjir Luapan Bengawan Solo Sudah Menggenangi Rumah Warga Ledok Wetan, Bojonegoro

Sukisno

Bagikan

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN)- Luapan banjir bengawan solo, yang melintasi Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, terus alami tren naik dan kini sudah berada di siaga kuning atau siaga 2. Data yang dikutip dari BSDA menyebutkan, Jum’at (23/2/2018) pukul 09:00 wib di papan duga TBS (Taman Bengawan Solo) Bojonegoro, sudah berada di angka 14.68 pielshall.

Kondisi itu, membuat warga di wilayah Kelurahan Ledok wetan, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro yang berada di utara tanggul rumahnya sudah mulai dimasuki air banjir. Luapan bengawan solo yang berada di utara rumah warga itu mulai masuk lingkungan padat penduduk sejak hari ini sekira pukul 03:00 wib dan hingga kini airnya terus naik.

Baca Juga  Danrem 082/CPYJ Kolonel Kav Gathut Setyo Utomo,SIP, Berpamitan di Kodim 0813 Bojonegoro

“Air banjir masuk ke lingkungan sekitar pukul 3 pagi mas. Saat ini kondisi di jalan lingkungan ketinggian air sudah hampir 1 meter. Di rumah warga juga sudah banyak yang kemasukan air. Bahkan ada yang ketinggian air di dalam rumah mencapai setengah meter,” demikian dikatakan Gimun (45) warga yang tinggal di Lorong 6, Kelurahan ledok wetan yang juga menjadi korban banjir, Jum’at (23/2/2018) pagi.

Ditambahkan, daerah paling parah mengalami musibah banjir menimpa warga di lorong VI yang dihuni sekitar 30 kepala keluarga (KK). Selain itu, yang sudah disambangi banjir Lorong I,II,III dan Lorong IV. Bahkan, Masjid Abu Bakar yang berada di lorong I di wilaya RT 003, juga sudah kemasukan air setinggi 5 centi meter.

Baca Juga  PMI Bojonegoro, Adakan Pelatihan Risk Reduction Plan di Sumbangtimun, Trucuk

Dari pantauan rakyatnesia.com menyebutkan, bahwa datangnya air luapan bengawan solo kali ini cukup cepat. Sehingga banyak warga yang baru mengangkut barang-barangnya menggunakan perahu, termasuk membawa sepeda motornya keluar dari lingkungan yang sudah tergenang banjir itu.

Sejak pukul 08:00 wib, warga sudah mulai beres-beres untuk mengungsi. Untuk sementara mereka menaruh kendaraan di tanggul karena mereka masih melihat pergerakan air, jika segera surut maka mereka akan kembali ke rumahnya dan jika air terus naik maka mereka akan membuat tempat pengungsian

Baca Juga  Penjambret Handphone di Jl Basuki Rahmat Bojonegoro Kota, Berhasil Diamankan Tim Buser Polres Bojonegoro

Atau menggunakan fasilitas pemerintah yang biasa dimanfaatkan untuk mengungsi seperti Gedung serbaguna yang berada di Jalan KH Mansyur Bojonegoro atau di Balai Kelurahan Ledok wetan yang berada di Jalan MH Tamrin atau tempat-tempat lainnya. **(Kis/Red).

Bagikan

Sukisno

Jurnalis Utama Rakyatnesia.com Dan Sudah di dunia jurnalistik selama lebih dari 30 tahun. Tulisan berita bojonegoro umum, Review, dan profil sudah bukan hal asing lagi, Lugas dengan Fakta.

Related Post

Tinggalkan komentar