Jemur Nasi Aking Di Atas Genteng Rumah, Seorang Warga Temu, Kanor Ini, Tersengat Listrik Hingga Tewas

5.054

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Nasib apes dialami Jumilah (40), warga Desa Temu, RT 001, RW 005, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. Pasalnya, wanita yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu, meninggal dunia akibat tersengat listrik, Rabu (17/2/2021) sekira pukul 08:00 WIB.

Kejadian itu berawal saat korban hendak menjemur nasi aking di atas genteng rumahnya itu. Dimana, disamping rumahnya itu ada talang air yang terbuat dari seng. Korban diduga tak mengetahui jika ada kabel pompa air yang terkelupas karena dimakan tikus dan menempel di talang seng, hingga talang tersebut memiliki aliran listrik.

Sehingga, saat korban hendak menjemur nasi aking dan tanganya menyentuh talang seng itu, membuatnya tersengat listrik alias kesetrum. Akibatnya, korban tersengat listrik hingga terjatuh ke tanah dalam posisi tengkurap.

Kejadian itu, diketahui paling awal oleh Wartipah (60), warga Desa Temu, turut RT 001, RW 005, Kecamatan Kanor. Mengetahui hal itu, Watipah yang juga saksi pertama itu, berteriak memanggail warga sekitar untuk melihat kondisi korban. Sehingga datang Wahidin (67) dan Imam Rofi’i (38), yang keduanya memiliki alamat yang sama dengan saksi pertama.

Kapolsek Kanor AKP Hadi Waluyo kepada para awak media membenarkan jika ada warganya bernama Jumilah (40), warga Desa Temu, RT 001, RW 005, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, meninggal dunia akibat tersengat listrik, Rabu (17/2/2021) sekira pukul 08:00 WIB.

“Saat ditemukan, korban dalam posisi tengkurap dengan kondisi sudah meninggal dunia,” ungkap Kapolsek Kanor AKP Hadi Waluyo.

Selanjutnya, kejadian itu disampaikan ke Kepala desa Temu Sentot Pranoto dan diteruskan laporanya ke Mapolsek Kanor sekitar 08:15 WIB, untuk ditindak lanjuti.

“Menerima laporan itu, kami langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan melakukan pemeriksaan medis bersama Tim Medis Puskesmas Kanor dengan didampingi perangkat desa setempat serta Keluarga korban,” kata AKP Hadi Waluyo menegaskan.

Lanjut Kapolsek, ciri-ciri mayat korban, yakni, tinggi 155 cm, badan kurus, rambut hitam ikal,  kulit sawo matang dan kondisi kulit sakit gatal. Korban memakai kaos oblong lengan pendek warna hijau bergaris biru dan celana panjang warna biru bermotif bunga.

“Di telapak tangan kanan terkelupas terkena aliran listrik. Di tubuh korban tak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan sebelum korban meninggal dunia. Sehingga, korban dinyatakan meninggal dunia murni akibat tersengat listrik,” tegas AKP Hadi Waluyo.

Selanjutnya, jasad korban diserahkan keluarganya untuk segera dikebumikan.

Tampak Takziyah di rumah duka, Kapolsek Kanor AKP Hadi Waluyo beserta anggotanya, Babinsa Sertu Agus, Satpol PP Kecamatan Kanor Dwi Agus P, Tim Medis Puskesmas Kanor Basuni dan Bidan desa setempat.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More