257 Rumah Tergenang Banjir Bandang Kec Gondang Bojonegoro

moch akbar fitrianto

Bagikan

Pihak BPBD Bojonegoro sudah menghimbau soal cuaca yang terjadi dalam beberapa pekan ini.
Banjir bandang menerjang sejumlah perkampungan di Kecamatan Gondang, Bojonegoro, Jumat malam 24-1-2020. Menyusul hujan deras disertai petir yang terjadi di sejumlah kecamatan di kabupaten Bojonegoro.

Akibat banjir bandang, sedikitnya 257 rumah tergenang banjir disertai lumpur di beberapa dusun, Desa/Kecamatan Gondang—sekitar 45 kilometer arah selatan Kota Bojonegoro. Tak hanya itu banjir liar juga menggenangi fasilitas umum di desa tersebut. Seperti Puskesmas, musholla dan jalan poros desa sekitar 500 meter terendam banjir. Rata-rata ketinggian air antara 20 centimeter hingga lebih dari satu meter. Sejauh ini belum ada kabar soal korban atas banjir tahunan ini.

Baca Juga  Di Poda Jatim, Wabup Bojonegoro Diperiksa Sebagai Saksi Tindak Pidana Penggelapan dan TPPU Direktur PT. ADS

BPBD Penanggulangan Bencana Daerah Bojonegoro dari Jumat malam hingga Sabtu pagi, 25-1-2020, melakukan siaga di lokasi banjir. Selain itu, tim dari Kantor Kecamatan Gondang dan desa setempat, juga ikut bersiaga. Namun, banjir dari luapan Sungai Pacal—anak Sungai Bengawan Solo–ini, airnya terus menurun menuju hilir.

Hingga Sabtu, pagi masyarakat dibantu aparat pemerintah, juga Polsek dan Koramil Gondang membantu melakukan pembersihan. Pembersihan terutama berada di rumah yang terendam banjir campur lumpur.”Ya, kerja bakti,” ujar salah satu warga (gatot).

Baca Juga  Hari Kedua, Tim SAR Gabungan Masih Belum Temukan Jasad Korban Tenggelam

Pihak BPBD Bojonegoro juga mengeluarkan imbauan soal cuaca yang terjadi dalam beberapa pekan ini. Yaitu soal potensi hujan deras dan dampak yang akan ditimbulkan. Imbauan ini sudah disampaikan ke sejumlah kecamatan yang potensi terjadi bencana banjir dan sejenisnya.”Ya, imbauan sudah kita sampaikan,” ujar Sekretaris BPBD.

Yasir/Red

Bagikan

moch akbar fitrianto

Penulis berita professional tentang Sepak bola dan berita - berita lokal lamongan. Sudah menjadi penulis sejak tahun 2016. Dan menyukai menulis sejak di Bangku Sekolah Menengah Atas

Related Post