Pengajian PHBI, Maulid Nabi Muhammad SAW, Tikus-tikus Piti Anoto Baris

0 282

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Ada yang menarik dalam kegiatan PHBI (Peringatan Hari Besar Islam), Maulid Nabi Muhammad SAW, Tikus-tikus piti anoto baris. Sebuah pengajian yang dilaksanakan oleh Yayasan Surya Nuswantara (YSN), yang diketuai oleh Tuntas Subagyo.

Pengajian yang dilaksanakan di halaman huller milik H Nur Said yang berada di Jl Raya Banjaranyar, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, yang dilaksanakan Sabtu (07/01/2017), pukul 21.00 wib. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati (wabup) Bojonegoro H. Setyo Hartono, Plt Camat Baureno Nur Sujito, Kapolsek Baureno AKP Mashadi serta undangan lainnya.

Dalam kata sambutanya, Wakil Bupati Bojonegoro H. Setyo Hartono, menyampaikan tentang pentingnya pendidikan moralitas untuk generasi muda. Wabup, menyinggung tentang bahaya narkoba dan kekerasan terhadap anak di bawah umur.

“Saya sangat setuju dengan thema yang diambil dalam acara Pengajian ini yaitu Dengan Maulid nabi Muhammad SAW, mari kita membangun moralitas bangsa. Karena dengan membangun moralitas bangsa terutama kepada para generasi muda, maka bangsa ini akan selamat dan akan menjadi bangsa yang maju dan sejahtera,” tegas Wabup Bojonegoro H Setyo Hartono di acara PHBI, Maulid Nabi Muhammad SAW, Tikus-tikus piti anoto baris, di Bajaranyar, Baureno, Sabtu (07/01/2017) malam.

Ditambahkannya, para orang tua hendaknya memberikan pengawasan yang ektra ketat kepada anak-anaknya agar tidak terjerumus pada narkoba dan pergaulan bebas sehingga rawan terjadinya kekerasan terhadap anak terutama pelecehan seksual anak-anak di bawah umur.

“Narkoba sudah merambah Kabupaten Bojonegoro hingga ke desa-desa. Sedangkan kekerasan terhadap anak di Kabupaten Bojonegoro, angkanya juga cukup tinggi. Hal itu, membutuhkan peran serta masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap putra-putrinya masing-masing terutama yang bagi mereka yang memiliki anak yang sudah menginjak remaja,” tegasnya.

Masih menurut pria yang akrab disapa Kang Harto itu menyatakan, jika pendidikan di sekolah hanyalah sebentar, namun anak-anak lebih lama berada di rumah atau di luar sekolah. Sehingga orang tua memiliki peran penting untuk membangun moralitas anak-anaknya agar menjadi generasi penerus bangsa dan negara Republik Indonesia (RI).

Sementara itu, Ketua Yayasan Surya Nuswantara (YSN) dalam sambutan singkatnya mengatakan, pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pengurus YSN Kabupaten Bojonegoro yang sudah bekerja keras hingga berhasil menyelenggarakan kegiatan PHBI, Maulid Nabi Muhammad SAW, Tikus-tikus piti Anoto Baris.

“Terima kasih kepada para pengurus YSN Kabupaten Bojonegoro dan terima kasih kepada Bapak Wakil Bupati Bojonegoro yang berkenan hadir dalam acara pengajian ini. Juga kepada semua hadirin sekalian, kami sampaikan terima kasih. Semoga, memperoleh pahala yang setimpal dari Allah SWT, amiin…,” tegas Ketua dan pemilik tunggal YSN, Sabtu (07/01/2017).

Sedangkan, Pembina Yayasan Surya Nuswantoro (YSN) Pujo Suwarno kepada para pengurus dan anggota PSN yang disebutnya sebagai tikus-tikus piti anoto baris. Dimana, di tahun 2017 ini, YSN bakal di launching, untuk itu diharapkan agar segera dibentuk pengurus mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga ke desa-desa yang ada di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Acara inti, pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW yang disampaikan oleh Mubalig dari Jombang yaitu KH Mohammad Jasmani. Dalam tausiyahnya, lebih banyak bicara tentang perjalanan rosulullah dan pentingnya ummat Islam mencontoh perilaku nabi akhir zaman yaitu Nabi Muhammad SAW. **(Kis/Puji).

Leave a comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More