AS Menyetujui Penjualan Senjata Darurat ke Israel Senilai US$147,5 Juta

Panjoel Kepo

AS Menyetujui Penjualan Senjata Darurat ke Israel Senilai US7,5 Juta
Bagikan

rakyatnesia.com – Amerika Serikat (AS) telah menyetujui penjualan amunisi berdaya ledak tinggi dan peralatan perang kepada Israel pada Jumat (29/12), dengan total nilai sekitar US$147,5 juta atau sekitar Rp2.242 triliun.

Penjualan ini dilakukan dalam konteks keadaan darurat, dengan mengabaikan proses peninjauan oleh kongres. Pendekatan serupa telah digunakan pada awal Desember ketika AS menyetujui penjualan hampir 14 ribu amunisi tank ke Israel.

Dalam pernyataan dari US Defence Security Cooperation Agency, disebutkan bahwa Menteri Luar Negeri menetapkan bahwa situasi darurat membutuhkan penjualan persenjataan segera kepada pemerintah Israel, sehingga memungkinkan mengabaikan persyaratan normal untuk ditinjau oleh kongres.

Badan tersebut juga menekankan bahwa Israel akan memanfaatkan peningkatan kemampuan ini untuk mengatasi ancaman regional dan memperkuat pertahanan dalam negerinya.

“Adalah kewajiban bagi semua negara untuk menggunakan amusisi sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional,” tambah mereka.

Sejak dimulai pada 7 Oktober lalu, agresi Israel telah menelan lebih dari 21 ribu korban nyawa di Jalur Gaza. Sebagian besar merupakan kelompok perempuan dan anak-anak.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan, setidaknya sebanyak 21.320 warga Palestina tewas dan lebih dari 55 ribu terluka akibat perang tersebut.

Sejak gencatan senjata sementara berakhir pada awal Desember lalu, Israel semakin brutal menggempur Jalur Gaza. Israel juga memperluas operasinya ke selatan, wilayah di mana ratusan ribu pengungsi melindungi diri.

Diperkirakan sekitar 1,9 juta warga Gaza telah mengungsi sejak Oktober lalu. Badan pengungsi PBB (UNRWA) memperingatkan bahwa 40 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza saat ini berisiko mengalami kelaparan.

Bagikan

Also Read