Penasihat Keamanan AS Jake Sullivan Bahas Perdamaian Israel-Palestina dengan Putra Mahkota Saudi

Panjoel Kepo

Penasihat Keamanan AS Jake Sullivan Bahas Perdamaian Israel-Palestina dengan Putra Mahkota Saudi
Bagikan

rakyatnesia.com – Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Amerika Serikat, Jake Sullivan, melakukan pertemuan dengan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) di Arab Saudi untuk membahas upaya menciptakan perdamaian berkelanjutan antara Israel dan Palestina.

Pertemuan tersebut, yang berlangsung pada Rabu (13/12), turut membahas respons kemanusiaan di Jalur Gaza, termasuk peningkatan aliran bantuan ke daerah kantong Palestina.

Dilansir oleh Reuters dan Al Arabiya pada Kamis (14/12/2023), Gedung Putih mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Sullivan dan MBS juga menangani sejumlah masalah bilateral serta regional.

Pernyataan resmi Gedung Putih menyebutkan, “Mereka membahas sejumlah masalah bilateral dan regional, termasuk upaya berkelanjutan untuk menciptakan kondisi baru bagi perdamaian abadi dan berkelanjutan antara Israel dan Palestina.”

Para pejabat AS menyebut Sullivan juga membahas, dengan Kerajaan Saudi, upaya-upaya mencegah serangan Houthi yang marak terhadap kapal-kapal komersial internasional di perairan Laut Merah.

Dari Saudi, Sullivan akan melakukan perjalanan ke Israel pada Kamis (14/12) waktu setempat, dan melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu juga dengan kabinet perang Israel.

Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih, John Kirby, secara terpisah menuturkan kepada wartawan selama kunjungannya ke Israel, bahwa Sullivan akan mendiskusikan soal perlunya serangan yang lebih tepat sasaran terhadap target-target Hamas di Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Gaza memperkirakan bahwa lebih dari 18.000 orang tewas di Jalur Gaza akibat rentetan serangan Israel sejak perang melawan Hamas dimulai pada awal Oktober lalu.

Israel melancarkan serangan udara dan darat di daerah kantong Palestina tersebut untuk merespons serangan Hamas pada 7 Oktober lalu, yang menurut para pejabat Tel Aviv, telah menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil.

Presiden Joe Biden, pada Selasa (12/12) waktu setempat, memperingatkan bahwa Israel mulai kehilangan dukungan dunia karena pengeboman “tanpa pandang bulu” terhadap Jalur Gaza. Biden juga menyerukan Netanyahu untuk mengubah pendiriannya soal solusi dua negara bagi konflik Israel-Palestina.

Gedung Putih, dalam pernyataannya, menyebut bahwa Sullivan dan MBS juga membahas bidang-bidang yang memperdalam kerja sama bilateral kedua negara, mulai dari bidang keamanan, perdagangan, eksplorasi luar angkasa, hingga teknologi canggih, yang mencakup jaringan akses radio terbuka.

Bagikan

Also Read