Pasukan Israel Meluas ke Seluruh Gaza dalam Operasi Melawan Hamas

Panjoel Kepo

Bagikan

rakyatnesia.com – Pasukan militer Israel telah memperluas serbuan daratnya ke seluruh wilayah Jalur Gaza, Palestina. Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Daniel Hagari, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk menumpas kelompok Hamas.

“IDF terus melanjutkan dan memperluas operasi darat terhadap kelompok Hamas di seluruh Jalur Gaza,” ungkap Hagari dalam konferensi pers, seperti dikutip dari CNN pada Minggu (3/12).

Hagari menegaskan bahwa Angkatan Udara Israel juga akan memberikan dukungan udara kepada pasukan darat dalam upaya mencapai tujuan mereka.

Dengan bantuan itu, militer Israel bakal menyerang markas Hamas, fasilitas pembuatan senjata, terowongan, serta lokasi peluncuran roket yang diklaim untuk membatasi ancaman yang ditimbulkan terhadap operasi darat.

“Kebijakan kami jelas, kami akan menyerang secara penuh setiap ancaman yang ditimbulkan terhadap wilayah kami,” kata dia.

Baca Juga  RESMI! Turki Menarik Duta Besarnya Dari Israel Sebagai Protes Atas Gaza

Sejak agresi dilanjutkan usai gencatan senjata berakhir Jumat (1/12) lalu, pasukan militer Israel mulai menggempur lagi Gaza habis-habisan.

Kali ini, serangan bukan cuma menyasar utara Gaza, namun mulai beranjak ke selatan, terutama Kota Khan Younis.

Kantor berita Palestina, Wafa, mengabarkan kendaraan lapis baja Israel telah merangsek masuk ke Khan Younis pada Minggu malam usai datang dari arah timur kota tersebut.

“Kendaraan Israel diposisikan di dekat persimpangan Al-Matahin di tengah serangan udara yang intens dari pesawat tempur dan tembakan peluru dari tank dan artileri, serta pesawat pengintai,” lapor Wafa.

Rencana perluasan agresi ini pun membuat Iran memperingatkan keras Israel tentang dampak yang ditimbulkan jika Negeri Zionis benar-benar tak berhenti mengacaukan Gaza maupun Tepi Barat.

Baca Juga  Jokowi: Konflik Israel-Palestina Akan Terus Berlanjut dan Tidak Mungkin Selesai Dalam Waktu Dekat

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian mengatakan perluasan agresi bakal membuat perang di kawasan Timur Tengah kian “dalam dan berkembang”.

“Jika kejahatan perang yang dilakukan oleh rezim Israel di Gaza dan Tepi Barat tidak dihentikan, ruang lingkup perang di wilayah ini kemungkinan akan semakin dalam dan berkembang,” kata Abdollahian, seperti dikutip Anadolu Agency, Minggu (3/12).

Israel melanjutkan agresi di Jalur Gaza setelah negosiasi gencatan senjata tidak menemui kesepakatan dengan kelompok Hamas. Gencatan senjata di wilayah tersebut pun berakhir pada Jumat (1/12).

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas sempat berlangsung pada 24 November selama empat hari. Gencatan senjata itu hanya bertahan seminggu setelah diperpanjang dua kali.

Baca Juga  Hamas Santai Terkait Temuan Terowongan Terbesar di Gaza oleh Israel

Selama gencatan senjata sepekan, Hamas telah melepaskan 105 sandera, baik warga Israel maupun warga asing. Sebagai imbalan, Israel membebaskan 240 warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara negara itu.

Usai gencatan senjata berakhir, pasukan militer Israel langsung menggempur Gaza secara brutal.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan perang di Jalur Gaza tidak akan berhenti hingga berhasil “menumpas” Hamas.

Lebih dari 700 orang pun tewas dalam 24 jam serangan Israel usai gencatan senjata berakhir.

Sementara itu, sebanyak 15.523 orang tewas di Jalur Gaza sejak agresi Israel dimulai 7 Oktober lalu. Tujuh puluh persen dari korban jiwa merupakan perempuan dan anak-anak.

Bagikan

Panjoel Kepo

Wartawan Media berpengalaman dari Kota Soto Lamongan, Lihai menulis berbagai macam informasi, mulai dari olahraga, entertainment, Musik dunia viral media sosial dan berbagai macam lainnya.

Related Post