Ma’ruf Amin: Palestina Bagai Penjara Terbesar di Dunia yang Kebablasan oleh Israel

Panjoel Kepo

Bagikan

rakyatnesia.com – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menggambarkan Palestina sebagai penjara terbesar di dunia karena telah lama dijajah dan dikurung oleh Israel.

Pernyataan ini diungkapkan saat pertemuan Ma’ruf dengan petinggi negara Yunani dan Slovakia selama kunjungan kerjanya ke kedua negara tersebut.

“Saya memberitahu mereka bahwa Hamas dianggap teroris. Saya menjelaskan bahwa mereka tidak mengerti bahwa orang Palestina telah lama dijajah oleh Israel. Oleh karena itu, banyak yang mengatakan bahwa Palestina adalah penjara terbesar di dunia,” kata Ma’ruf saat membuka Mukernas MUI di Hotel Mercure Ancol Jakarta.

Baca Juga  Empat Negara Berpengaruh yang Bisa Memengaruhi Arah Konflik di Gaza

Ma’ruf berpendapat bahwa jika warga Palestina melakukan perlawanan, sebenarnya mereka sedang berjuang untuk membebaskan diri, bukan tindakan pemberontakan seperti yang diartikan oleh sebagian pihak.

“Tapi bagaimana mereka bisa melepaskan diri dari kekejaman yang telah berlangsung selama puluhan tahun,” tambahnya.

Ma’ruf lantas meminta agresi Israel ke Palestina segera diselesaikan. Para petinggi negara Yunani dan Slovakia itu, lanjutnya, juga menyetujui jika Israel sudah kebablasan dengan membunuh banyak orang belakangan ini.

“Pada dasarnya semua setuju bahwa memang Israel sudah kebablasan sudah membunuh orang. Sudah kelewatan, dan mereka mengakui itu dan setuju dihentikan itu,” kata dia.

Baca Juga  Wapres AS Tegur Keras Israel Terkait Terlalu Banyak Korban Sipil di Gaza

Sulit Buat Masjid di Slovakia

Di sisi lain, Ma’ruf menceritakan sulitnya membangun masjid di Slovakia. Persoalan ini ia tahu ketika menggelar dialog lintas iman di Slovakia.

“Dan saya sedihkan itu bangun masjid di Slovakia repot sekali. Kenapa? Karena syaratnya harus punya umat 50 ribu orang,” kata dia.

Melihat itu, Ma’ruf menganggap aturan mendirikan rumah ibadah harus memiliki 50 ribu pengikut itu sangat menyulitkan warga Islam di negara tersebut. Baginya, kondisi demikian bukan sebagai bentuk menjaga keutuhan berbangsa.

Baca Juga  Arab Saudi Tertarik Normalisasi Dengan Israel Pasca Perang Gaza

“Saya bilang, kita cuma 90 orang saja sudah diributkan. Iya betul? 90 orang itu supaya jelas, supaya apa? Supaya buat rumah ibadah ada orangnya. Jangan buat rumah ibadah enggak ada orangnya. Bukan untuk halangi, tapi untuk bahwa ada orangnya,” kata dia.

Bagikan

Panjoel Kepo

Wartawan Media berpengalaman dari Kota Soto Lamongan, Lihai menulis berbagai macam informasi, mulai dari olahraga, entertainment, Musik dunia viral media sosial dan berbagai macam lainnya.

Related Post