Kengerian di RS Al-Nasr: 5 Bayi Dibiarkan Tewas, Viral Kekejaman Israel

Panjoel Kepo

Kengerian di RS Al-Nasr: 5 Bayi Dibiarkan Tewas, Viral Kekejaman Israel
Bagikan

rakyatnesia.com – Laporan mengenai pelanggaran yang dilakukan oleh Israel dalam serangan ke Gaza, Palestina, terus mencuat ke permukaan. Tel Aviv dilaporkan baru-baru ini menyerbu rumah sakit, membiarkan bayi-bayi tewas dalam fasilitas tersebut.

Electronic Intifada melaporkan bahwa tentara Israel merangsek masuk ke RS Pediatrik Al Nasr, Gaza Utara, tiga pekan yang lalu. Ketika gencatan senjata tiba dan pasukan Israel meninggalkan fasilitas tersebut, para tenaga medis menemukan beberapa bayi yang telah meninggal dunia akibat kelaparan, kedinginan, dan dibiarkan sendirian. Tubuh mereka dalam keadaan membusuk, masih terhubung ke ventilasi dan selang infus.

Rekaman video yang menjadi viral pada Selasa (28/11/2023) memperlihatkan bayi-bayi itu ditinggalkan sendirian selama 17 hari. Jurnalis Muhammad Baalusha dari stasiun penyiaran Al Mashhad, yang berbasis di Dubai, merekam pemandangan mengerikan di dalam RS Al Nasr.

“Tentara Israel telah memblokir akses ke unit perawatan intensif di fasilitas anak Al-Nasr, dan para dokter akhirnya bisa masuk ke bangsal pada Selasa malam,” ujar juru bicara kementerian kesehatan Palestina di Gaza dikutip AFP.

“Orang tua dari bayi baru lahir yang rapuh tersebut rupanya diberitahu oleh militer Israel bahwa Palang Merah akan mengevakuasi bayi mereka dengan aman,” tambahnya.

Pada tanggal 10 November, sebagai bagian dari serangkaian serangan udara dan penggerebekan, Israel menyerbu RS Al-Nasr dan memerintahkan pasien, dokter, dan warga sipil yang terlantar untuk pergi.

“Para dokter diperintahkan untuk meninggalkan lima bayi sendirian dalam perawatan intensif dengan mesin dan ventilator,” Mohammed Abu Mughaisib, wakil koordinator medis untuk Doctors Without Borders di Gaza, mengatakan kepada The Washington Post pada 12 November.

Seorang dokter di rumah sakit al-Nasr telah menegaskan pada tanggal 13 November bahwa “Kami meninggalkan lima anak hingga meninggal dunia.”

Menurut kelompok hak asasi manusia, direktur rumah sakit Mustafa Al Kahlout mengatakan ia mengajukan banding atas kasus sulit yang dialami lima bayi tersebut kepada lembaga internasional. Namun ia tidak menerima tanggapan.

“Saya telah memberi tahu perwira militer Israel yang memberi mereka peringatan terakhir (untuk pergi) mengenai kasus lima anak yang menggunakan mesin pernapasan dan bahwa mereka tidak dapat dipindahkan.”

Euro-Med Monitor, sebuah lembaga hak asasi manusia, mengatakan bahwa Israel telah menipu pada orang tua bayi yang sebelumnya merasa aman lantaran anaknya dapat dipindahkan.

“Kami menyerukan kepada tentara Israel untuk bertanggung jawab atas insiden ini dan mempertanyakan Palang Merah karena gagal menanggapi permohonan untuk menyelamatkan nyawa anak-anak dan pasien di Gaza.”

Bagikan

Also Read