Portal Berita Bojonegoro Lamongan
Islam

Jika Harus Mendoakan Orang Non-Muslim Huruf Arab Dan Latin

ilustrasi beda agama (kampung-media.com)


Punya teman, tetangga dan saudara yang baik hati. Ingin mendoakan buat mereka, namun sayang, mereka non muslim. Lalu bagaimana?

Berdoa untuk orang lain tentu bagus. Termasuk jika harus mendoakan buat seorang non muslim. Contohnya mendoakan kesembuhannya bila terserang penyakit. Yang paling penting dan utama dari itu adalah mendoakannya agar ia mendapatkan petunjuk dari Allah agar bisa masuk Islam.

Doa ini tentu saja tak ada kaitannya dengan aqidah, melainkan sebuah doa yang berdasar kemanusiaan, di mana sebagai sesama manusia, wajarlah bila saling tolong dengan sesama.

Baca Juga  Hadis Shahih Bolehnya Dzikir dengan Suara Keras setelah Shalat Fardhu Huruf Arab Dan Latin

Sebagai muslim diperintahkan kepada kita untuk melindungi kafir zimmi. Jikalau sampai ada pihak umat Islam yang menyakiti kafir zimmi yang berada dalam perlindungan Islam, maka yang menghabisi itu harus dihabisi. Jadi mendoakan kebaikan duniawi buat non muslim merupakan hal yang diperbolehkan.

Lalu apa batas tidak diperbolehkannya?

Memohonkan ampunan bagi orang kafir (non muslim) dan mati dalam kekafirannya. Sekalipun non muslim itu masih saudara atau teman sendiri. Dalam konteks inilah, Allah SWT memberikan larangan kepada Ibrahim memintakan ampunan bagi ayahnya yang penyembah berhala.

Baca Juga  Hikmah di Balik Larangan Terburu-buru ketika Makan Huruf Arab Dan Latin

Berkata Ibrahim, “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, saya akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.” (QS. Maryam:47)

Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat, sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam. (QS. At-Taubah: 113)

Baca Juga  Mengapa Allah Menggunakan Kata “Kami” Dalam Al-Qur’an? Huruf Arab Dan Latin

Dan permintaan ampun dari Ibrahim untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun. (QS. At-Taubah: 114)

Wallahua’lam. [Paramuda/ BersamaDakwah]

Back to top button