Terbongkar! Disney Memberikan Donasi Rp 31 Miliar ke Israel untuk Mengatasi Dampak Serangan Hamas

Panjoel Kepo

Bagikan

rakyatnesia.com – Walt Disney, raksasa hiburan asal Amerika Serikat, telah mengumumkan kontribusinya dalam membantu Israel mengatasi dampak serangan milisi Gaza Palestina, Hamas, pada 7 Oktober lalu. Pengumuman ini secara resmi disampaikan melalui situs resmi Walt Disney.

Bantuan senilai US$ 2 juta atau sekitar Rp 31 miliar tersebut diserahkan pada tanggal 12 Oktober, lima hari setelah serangan Hamas terjadi. Rinciannya, Disney menyumbangkan US$ 1 juta (sekitar Rp 15,5 miliar) kepada Magen David Adom, yang merupakan afiliasi dari Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Magen David Adom memberikan layanan medis darurat dan perbankan darah di Israel.

Sementara US$ 1 juta lainnya disumbangkan oleh Disney kepada organisasi nirlaba lain yang berfokus pada pemberian bantuan kepada anak-anak di Israel.

Baca Juga  Pasukan Israel 'Sandera' 240 Orang di RS Al Awda Gaza, Termasuk Dokter dan Pasien

“Setelah serangan teroris mengerikan yang menargetkan orang Yahudi di Israel akhir pekan lalu, kita semua harus melakukan apa yang kita bisa untuk mendukung orang-orang tak bersalah yang mengalami begitu banyak penderitaan, kekerasan, dan ketidakpastian, terutama anak-anak,” kata CEO Walt Disney Company, Robert A. Iger, dalam situs resminya dikutip Sabtu (11/11/2023).

“Kami mengutuk serangan-serangan ini, kebencian yang memotivasi mereka, dan semua tindakan terorisme, dan kami akan terus berupaya mencari lebih banyak cara untuk memberikan dukungan di kawasan ini, dan untuk menghormati para korban, keluarga mereka, dan semua orang yang terkena dampak perang ini.”

Baca Juga  Ultimatum AS Pasca Tenggelamkannya 3 Perahu Houthi di Laut Merah

Eskalasi di wilayah Gaza terus meningkat setelah Israel membombardir wilayah itu dengan sporadis. Ini dilakukan Tel Aviv untuk menghancurkan kelompok Hamas, yang menyerang Negeri Yahudi itu pada 7 Oktober lalu dan menewaskan 1.400 warga.

Meski mengaku menargetkan Hamas, serangan Israel nyatanya telah membawa kerusakan besar bagi warga sipil. Sejauh ini, jumlah korban sipil yang tewas di Gaza telah mencapai sedikitnya 10.000 jiwa.

Dunia internasional telah meminta Tel Aviv untuk menghentikan serangannya ke Gaza karena dampaknya ke warga sipil. Meski begitu, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tak bergeming, beranggapan bahwa penghentian serangan akan membawa kemenangan bagi Hamas.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan Fatwa baru, yakni Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Palestina.

Baca Juga  Kejanggalan di Rumah Sakit Gaza: Ratusan Pasien dan Staf Medis 'Menghilang'

Dalam Fatwa ini tertuang bahwa mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina atas agresi Israel hukumnya wajib. Sebaliknya, mendukung Israel dan mendukung produk yang dukung Israel hukumnya haram.

Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh menegaskan, mendukung agresi Israel, baik secara langsung maupun tidak langsung seperti membeli produk dari produsen yang secara nyata mendukung Israel haram hukumnya.

“Mendukung pihak yang diketahui mendukung agresi Israel, baik langsung maupun tidak langsung, seperti dengan membeli produk dari produsen yang secara nyata mendukung agresi Israel hukumnya haram,” tegas Niam dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (10/11/2023).

Bagikan

Panjoel Kepo

Wartawan Media berpengalaman dari Kota Soto Lamongan, Lihai menulis berbagai macam informasi, mulai dari olahraga, entertainment, Musik dunia viral media sosial dan berbagai macam lainnya.

Related Post