Akhirnya, Bocah Tenggelam di Bengawan Solo, Ngraho, Ditemukan

0 68

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Akhirnya, korban tenggelam Mohammad Rokim bin Sukeri (9) yang terjadi di aliran Sungai Bengawan Solo yang melintasi di wilayah Kabupaten Bojonegoro, tepatnya turut Dusun Mojokeduk, Desa Mojorejo, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Senin (10/7/2017), telah ditemukan, Rabu (12/7/2017), sekira pukul 06:20 wib.

Korbam tenggelam Mohammad Rokim bin Sukeri (9), yang terpeleset hingga tercebur dan terseret aliran Bengawan Solo itu, yang kemudian dilaporkan tenggelam Senin (10/7/2017), sekira pukul 15:00 wib itu. Tim SAR Gabungan BPBD Kabupaten Bojonegoro dengan dibantu oleh Tim Emergency Respon Cepu sebanyak 6 personil, Selasa (11/7/2017) telah melakukan pencarian akan tetapi nihil dan korban belum juga ditemukan.

Sehingga pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan tersebut dihentikan dan sedianya bakal dilanjutkan hari ini Rabu (12/7/2017). Ternyata, Rabu (12/7/2017) sekira pukul 06:20 wib, jasad korban sudah ditemukan seorang warga setempat Kaspani (28), yang berjarak sekitar 250 meter dari lokasi kejadian. Setelah mengetahui, jasad korban dia langsung menyampaikan ke Tim SAR BPBD Bojonegoro yang sengaja stanby di lokasi kejadian untuk memantau korban.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro Andik Sujarwo melalui Koordinator Tim SAR Bojonegoro Sukirno membenarkan adanya penemuan jasad korban tenggelam Mohammad Rokim bin Sukeri (9), yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dilakukan evakuasi oleh Tim SAR, Rabu (12/7/2017) sekira pukul 06:20 wib, dan dibawa ke Posko yang tak jauh dari lokasi Tempat Kejadian Musibah (TKM) tersebut.

“Alhamdulillah, korban sudah ditemukan dan langsung kita evakuasi ke Posko Tim SAR sekalian menunggu Forpimka Kecamatan Ngraho dan Tim Medis dari Puskesmas Ngraho guna memeriksa korban,” tegas pria yang sehari-hari aktif di Dinas Damkar Bojonegoro itu menegaskan, Rabu (12/7/2017).

Sementara itu, Kapolsek Ngraho AKP H. Purwanto saat dikonfirmasi di Posko Tim SAR mengatakan, keluarga korban telah menerima ini sebagai musibah dan takdir dari Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, sehingga orang tuanya tak mengizinkan jika anaknya harus di otopsi.

“Hasil pemeriksaan Tim Medis dari Puskesmas Ngraho, yang didampingi Forpimka Ngraho, menyatakan bahwa korban meninggal dunia murni karena tenggelam. Karena di tubuh korban tak ditemukan bekas kekerasan atau penganiayaan. Sehingga korban langsung diserahkan kepada keluarganya untuk segera dimakamkan,” tegas Kapolsek Ngraho AKP H. Purwanto, Rabu (12/7/2017).

Ditambahkan, orang tua korban telah membuat surat pernyataan yang menyatakan jika anaknya tak diperbolehkan di otopsi. Mereka telah menerima kejadian yang menimpa anaknya tersebut merupakan musibah dan takdir dari Tuhan yang harus diterimanya.

Tampak hadir dan turut takziyah, Kapolsek Ngraho AKP H. Purwanto, Kasi Trantib Kecamatan Ngraho Srihono, Wakil Koramil Ngraho Suparmo, Kepala desa Mojorejo Sutekno dan ratusan warga setempat yang sekaligus mengantarkan jenasah korban ke peristirahatan terakhir yaitu di Makam Umum Desa Mojorejo. **(Yan/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More