Berenang Menyeberangi Sungai, Seorang Warga Senganten, Gondang Ini, Hanyut dan Dilaporkan Hilang

28

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Kamis (28/5/2020) siang itu, membawa korban.

Hujan deras membuat Kali Kandangan yang melintasi Desa Senganten, Kecamatan Gondang itu, aliran airnya cukup deras. Sehingga, saat Heru Setiawan (27) seorang warga Dusun Tliweng, RT 015, RW 004, Desa Senganten itu, terseret air sungai saat yang bersangkutan sedang berenang melintasi sungai itu hingga dilaporkan hilang, Kamis (28/5/2020) sekira pukul 15:30 WIB.

Kejadian itu bermula, saat korban bersama temanya yang bernama Abdul Rohman (24) yang alamatnya sama dengan korban itu, hendak pulang ke rumah setelah mengerjakan ladang yang berada di kawasan hutan turut RPH/BKPH Gondang.

Kalau mau pulang ke rumah keduanya harus menyeberangi sungai yang saat itu ada aliran air yang cukup deras, setelah Gondang dan sekitarnya usa diguyur hujan lebat. Tapi keduanya, tetap nekad menyeberangi sungai dengan cara berenang.

Baru berenang beberapa langkah, korban terseret air dan hendak diselamatkan oleh Abdul Rohman dengan cara memegang tangan korban. Sayangnya, tangan korban terlepas dan korban terseret air hingga tenggelam dan tak bisa ditemukan alias hilang.

Akibat kejadian naas itu, Abdul Rohman yang juga saksi dalam kejadian itu, bergegas melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa setempat, sekira pukul 16:00 WIB dan laporan dteruskan ke Polsek Gondang dan ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro Nadhif Ulfia melalui Kasi Kesiapsiagaan bencana Eko Susanto membenarkan adanya kejadian orang yang dilaporkan tenggelam dan hilang di aliran sungai yang beada di Desa Senganten, Kecamatan Gondang, Bojonegoro.

“Iya benar mas. Ada laporan seorag warga Senganten, dilaporkan tenggelam dan hilang di Sungai yang melintasi desa tersebut,” ungkap pria yang akrab disapa Pak Eko itu, Kamis (28/5/2020).

Selanjutnya, pihak BPBD Bojonegoro mengirim tim ke lokasi kejadian untuk melakukan asesment. Jika korban tak ditemukan, besok pagi BPBD Bojonegoro bakal menurunkan TIM SAR untuk melakukan pecarian terhadap korban.

“Sore ini, kita kirim tim untuk melakukan assessment di TKM (Tempat Kejadian Musibah). BPBD baru akan melakukan pencarian besok pagi, sebab kejadian sudah sore dan menjelang petang sehingga suasana gelap dan tak mungkin dilakukan pencarian,” kata Pak Eko menegaskan.

Masih menurut Pak Eko, dalam kejadian tersebut pihak BPBD Bojonegoro juga sudah berkoordinasi dengan Camat, Kapolsek dan Danposramil Gondang serta pemerintah desa setempat dalam pelaksanaan pencarian korban tenggelam tersebut.

Hingga berita ini diunggah, korban belum ditemukan dan masyarakat masih melakukan pencarian dengan alat seadanya.  

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More