Bupati Bojonegoro Hadiri Rakor Penandatanganan Komitmen Bersama Pemberantasan Korupsi Terintegritas Bersama KPK-RI.

0 145

SURABAYA (RAKYAT INDEPENDEN) – Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah menghadiri Rakor dan Evaluasi serta Penandatanganan Komiitmen Bersama Pemberantasan Korupsi Terintegritas, di Provinsi Jawa Timur bersama KPK-RI.

Acara yang diselenggarakan di Gedung Grahadi Provinsi Jawa Timur. Kamis, (28/2/2019) itu, dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa, KPK-RI, 38 Kepala Daerah Kabupaten/Kota dan Sekretaris Daerah Se-Kabupaten/Kota di Jawa timur.

Gubernur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa di dalam penyelenggara pemerintahan terdapat banyak wilayah rawan korupsi, seperti halnya pada tahap penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), pengelolahan pajak dan retribusi, pengadaan barang dan jasa, perizinan, belanja hibah, dan bantuan sosial, serta biaya perjalanan dinas.

“Harus ada transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah. Sehingga perlu adanya komitmen kita semua dalam komitmenya untuk memberantas korupsi,” ungkap wanita yang sebelumnya menjabat sebagai Mensos RI itu, Kamis (28/2/2019)

Perwakilan dari KPK Alexander Marwata menyampaikan bahwa kita perlu memyamakan misi dalam memberantas korupsi. Karena sejatinya korupsi merupakan tindakan yang dilakukan oleh lebih dari satu orang, karena korupsi tidak bisa dilakukan sendirian.

Guna melakukan pemberantasan korupsi itu, perlu adanya kerjasama semua pihak dalam menanggulangi korupsi. Sehingga pemberantasan korupsi bisa dilakukan dengan baik.

“Sejatinya, keinginan untuk melakukan korupsi itu muncul sejak penyusunan Rancangan anggaran hingga realisasi atau pelaksanaan pembangunan itu sendiri. Jadi, jangan ada niat korupsi di hati para penyelenggara Negara sehingga korupsi tak akan terjadi,” ungkapnya.

Masih menurut Alexander Marwata, sebaiknyakita semua itu harus saling menguatkan niat agar kita tidak terjerumus ke dalam korupsi.

“Jadikan KPK sebagai sahabat yang bisa diajak sharing dan bukan lembaga yang ditakuti,” pungkasnya.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More