Tabel Berat Jenis Besi Beton

moch akbar fitrianto

Bagikan

Besi beton merupakan salah satu material penting yang digunakan dalam konstruksi bangunan. Besi beton memiliki berbagai macam jenis dan ukuran, yang disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi. Salah satu hal yang penting untuk diketahui tentang besi beton adalah berat jenisnya. Berat jenis besi beton akan mempengaruhi berat total struktur bangunan, sehingga harus diperhitungkan dengan tepat.

Berat jenis besi beton adalah massa per satuan volume besi beton. Berat jenis besi beton biasanya dinyatakan dalam kilogram per meter kubik (kg/m³). Berat jenis besi beton bervariasi tergantung pada jenis dan ukuran besi beton. Semakin besar ukuran besi beton, semakin besar pula berat jenisnya. Berat jenis besi beton juga dipengaruhi oleh jenis baja yang digunakan.

Pada bagian selanjutnya, kami akan membahas lebih lanjut tentang berat jenis besi beton, termasuk tabel berat jenis besi beton dan faktor-faktor yang mempengaruhi berat jenis besi beton.

tabel berat jenis besi beton

Tabel berat jenis besi beton berisi informasi tentang berat jenis besi beton berbagai jenis dan ukuran.

  • Jenis besi beton
  • Ukuran besi beton
  • Berat jenis besi beton
  • Satuan berat jenis
  • Faktor pengaruh berat jenis
  • Jenis baja
  • Proses produksi
  • Standar mutu
  • Aplikasi besi beton

Tabel berat jenis besi beton dapat digunakan untuk menghitung berat total struktur bangunan dan memilih jenis besi beton yang tepat untuk konstruksi.

Jenis besi beton

Jenis besi beton yang berbeda memiliki berat jenis yang berbeda. Jenis besi beton yang umum digunakan dalam konstruksi antara lain:

  • Besi beton ulir

    Besi beton ulir memiliki permukaan yang berulir, yang berfungsi untuk meningkatkan daya lekat antara besi beton dan beton. Besi beton ulir biasanya digunakan untuk tulangan utama struktur bangunan.

  • Besi beton polos

    Besi beton polos tidak memiliki permukaan yang berulir. Besi beton polos biasanya digunakan untuk tulangan sekunder struktur bangunan, seperti tulangan begel dan tulangan sengkang.

  • Besi beton CNP

    Besi beton CNP memiliki bentuk menyerupai huruf C. Besi beton CNP biasanya digunakan untuk tulangan kolom dan balok struktur bangunan.

  • Besi beton H-beam

    Besi beton H-beam memiliki bentuk menyerupai huruf H. Besi beton H-beam biasanya digunakan untuk tulangan balok dan rangka struktur bangunan.

Setiap jenis besi beton memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pemilihan jenis besi beton yang tepat akan tergantung pada kebutuhan konstruksi.

Ukuran besi beton

Ukuran besi beton yang berbeda memiliki berat jenis yang berbeda. Ukuran besi beton biasanya dinyatakan dalam milimeter (mm). Ukuran besi beton yang umum digunakan dalam konstruksi antara lain:

Besi beton ulir:

  • D6 mm
  • D8 mm
  • D10 mm
  • D12 mm
  • D16 mm
  • D20 mm
  • D25 mm
  • D32 mm

Besi beton polos:

  • D3 mm
  • D4 mm
  • D5 mm
  • D6 mm
  • D8 mm
  • D10 mm
  • D12 mm
  • D16 mm

Besi beton CNP:

  • CNP 100 x 50 x 5
  • CNP 120 x 60 x 6
  • CNP 140 x 70 x 7
  • CNP 160 x 80 x 8
  • CNP 180 x 90 x 9

Besi beton H-beam:

  • H-beam 100 x 50
  • H-beam 120 x 60
  • H-beam 140 x 70
  • H-beam 160 x 80
  • H-beam 180 x 90

Pemilihan ukuran besi beton yang tepat akan tergantung pada kebutuhan konstruksi.

Berat jenis besi beton

Berat jenis besi beton yang berbeda memiliki berat jenis yang berbeda. Berat jenis besi beton biasanya dinyatakan dalam kilogram per meter kubik (kg/m³).

  • Besi beton ulir:

    Berat jenis besi beton ulir berkisar antara 7.850 kg/m³ hingga 8.050 kg/m³.

  • Besi beton polos:

    Berat jenis besi beton polos berkisar antara 7.850 kg/m³ hingga 7.950 kg/m³.

  • Besi beton CNP:

    Berat jenis besi beton CNP berkisar antara 7.850 kg/m³ hingga 8.050 kg/m³.

  • Besi beton H-beam:

    Berat jenis besi beton H-beam berkisar antara 7.850 kg/m³ hingga 8.050 kg/m³.

Berat jenis besi beton dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain jenis baja yang digunakan, proses produksi, dan standar mutu.

Satuan berat jenis

Satuan berat jenis besi beton yang umum digunakan adalah kilogram per meter kubik (kg/m³). Satuan ini menunjukkan berat besi beton dalam kilogram per satu meter kubik volume.

  • Kilogram (kg):

    Kilogram adalah satuan dasar untuk massa dalam sistem metrik. Berat besi beton biasanya dinyatakan dalam kilogram.

  • Meter kubik (m³):

    Meter kubik adalah satuan dasar untuk volume dalam sistem metrik. Volume besi beton biasanya dinyatakan dalam meter kubik.

  • Kilogram per meter kubik (kg/m³):

    Kilogram per meter kubik adalah satuan berat jenis yang menunjukkan berat besi beton dalam kilogram per satu meter kubik volume. Satuan ini umum digunakan untuk menyatakan berat jenis besi beton.

Selain kilogram per meter kubik, berat jenis besi beton juga dapat dinyatakan dalam satuan lain, seperti gram per sentimeter kubik (g/cm³), pound per kaki kubik (lb/ft³), dan ton per meter kubik (t/m³). Namun, satuan kilogram per meter kubik adalah satuan yang paling umum digunakan.

Faktor pengaruh berat jenis

Berat jenis besi beton dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

Jenis baja:

  • Jenis baja yang digunakan untuk membuat besi beton akan mempengaruhi berat jenis besi beton. Misalnya, besi beton yang terbuat dari baja karbon memiliki berat jenis yang lebih tinggi daripada besi beton yang terbuat dari baja ringan.

Proses produksi:

  • Proses produksi besi beton juga mempengaruhi berat jenis besi beton. Misalnya, besi beton yang diproduksi dengan proses hot rolled memiliki berat jenis yang lebih tinggi daripada besi beton yang diproduksi dengan proses cold rolled.

Standar mutu:

  • Standar mutu besi beton juga mempengaruhi berat jenis besi beton. Misalnya, besi beton yang memenuhi standar mutu SNI memiliki berat jenis yang lebih tinggi daripada besi beton yang tidak memenuhi standar mutu SNI.

Selain faktor-faktor tersebut, berat jenis besi beton juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, seperti suhu dan kelembaban udara.

Jenis baja

Jenis baja yang digunakan untuk membuat besi beton akan mempengaruhi berat jenis besi beton. Jenis baja yang umum digunakan untuk membuat besi beton antara lain:

Baja karbon:

  • Baja karbon adalah jenis baja yang paling umum digunakan untuk membuat besi beton. Baja karbon memiliki kandungan karbon yang rendah, sehingga memiliki kekuatan yang tinggi dan kekerasan yang rendah.
  • Berat jenis baja karbon berkisar antara 7.850 kg/m³ hingga 8.050 kg/m³.

Baja paduan:

  • Baja paduan adalah jenis baja yang mengandung unsur paduan, seperti mangan, silikon, kromium, dan nikel. Unsur paduan ini ditambahkan untuk meningkatkan sifat-sifat baja, seperti kekuatan, kekerasan, dan ketahanan korosi.
  • Berat jenis baja paduan berkisar antara 7.850 kg/m³ hingga 8.200 kg/m³.

Baja stainless steel:

  • Baja stainless steel adalah jenis baja yang mengandung kromium dan nikel dalam jumlah tinggi. Baja stainless steel memiliki ketahanan korosi yang tinggi, sehingga sering digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan ketahanan korosi, seperti konstruksi jembatan dan bangunan di daerah pesisir.
  • Berat jenis baja stainless steel berkisar antara 7.900 kg/m³ hingga 8.100 kg/m³.

Pemilihan jenis baja untuk besi beton akan tergantung pada kebutuhan konstruksi dan lingkungan di mana besi beton akan digunakan.

Proses produksi

Proses produksi besi beton secara umum meliputi beberapa tahap, yaitu:

Peleburan baja:

  • Tahap pertama dalam proses produksi besi beton adalah peleburan baja. Baja dilebur dalam tungku peleburan dengan suhu yang sangat tinggi, hingga mencapai titik leleh baja.

Pembentukan billet:

  • Baja cair kemudian dituangkan ke dalam cetakan untuk membentuk billet. Billet adalah baja setengah jadi yang berbentuk persegi panjang.

Penggilingan billet:

  • Billet kemudian digiling dengan menggunakan mesin penggiling untuk mengurangi ukurannya dan membentuknya menjadi batangan besi beton.

Pendinginan dan tempering:

  • Batangan besi beton kemudian didinginkan dengan menggunakan air atau udara. Setelah itu, dilakukan proses tempering untuk meningkatkan kekuatan dan kekerasan besi beton.

Pemotongan dan pengemasan:

  • Batangan besi beton kemudian dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan dan dikemas untuk siap dijual.

Proses produksi besi beton dapat bervariasi tergantung pada jenis besi beton dan pabrik yang memproduksinya.

Standar mutu

Standar mutu besi beton adalah seperangkat aturan yang mengatur tentang kualitas besi beton. Standar mutu besi beton bertujuan untuk memastikan bahwa besi beton yang beredar di pasaran memiliki kualitas yang baik dan aman untuk digunakan.

  • Standar Nasional Indonesia (SNI):

    Standar mutu besi beton yang berlaku di Indonesia adalah Standar Nasional Indonesia (SNI). SNI besi beton diatur dalam SNI 2052:2017 tentang Baja Tulangan Beton.

  • American Society for Testing and Materials (ASTM):

    Standar mutu besi beton yang berlaku di Amerika Serikat adalah American Society for Testing and Materials (ASTM). ASTM besi beton diatur dalam ASTM A615/A615M-18 Standard Specification for Deformed and Plain Carbon-Steel Bars for Concrete Reinforcement.

  • British Standards Institution (BSI):

    Standar mutu besi beton yang berlaku di Inggris adalah British Standards Institution (BSI). BSI besi beton diatur dalam BS 4449:2005+A3:2016 Specification for carbon steel bars for the reinforcement of concrete.

  • Japan Industrial Standards (JIS):

    Standar mutu besi beton yang berlaku di Jepang adalah Japan Industrial Standards (JIS). JIS besi beton diatur dalam JIS G3112:2019 Hot-rolled deformed bars for concrete reinforcement.

Pemilihan standar mutu besi beton akan tergantung pada negara tempat besi beton akan digunakan.

Aplikasi besi beton

Besi beton memiliki berbagai macam aplikasi dalam konstruksi, antara lain:

  • Tulangan beton:

    Besi beton digunakan sebagai tulangan beton untuk memperkuat struktur beton. Tulangan beton dapat berupa besi beton ulir atau besi beton polos.

  • Pondasi:

    Besi beton digunakan sebagai tulangan pondasi untuk memperkuat struktur pondasi. Tulangan pondasi dapat berupa besi beton ulir atau besi beton polos.

  • Kolom:

    Besi beton digunakan sebagai tulangan kolom untuk memperkuat struktur kolom. Tulangan kolom dapat berupa besi beton ulir atau besi beton CNP.

  • Balok:

    Besi beton digunakan sebagai tulangan balok untuk memperkuat struktur balok. Tulangan balok dapat berupa besi beton ulir atau besi beton H-beam.

Selain aplikasi-aplikasi tersebut, besi beton juga digunakan dalam berbagai macam konstruksi lainnya, seperti jembatan, jalan raya, dan terowongan.

FAQ

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang bahan bangunan:

Question 1: Apa saja jenis-jenis bahan bangunan?
Answer 1: Jenis-jenis bahan bangunan sangat beragam, antara lain: batu bata, semen, pasir, kerikil, kayu, baja, kaca, dan plastik.

Question 2: Bagaimana memilih bahan bangunan yang tepat?
Answer 2: Pemilihan bahan bangunan yang tepat akan tergantung pada jenis konstruksi, lokasi konstruksi, dan anggaran yang tersedia.

Question 3: Apa saja kelebihan dan kekurangan bahan bangunan yang terbuat dari batu bata?
Answer 3: Kelebihan bahan bangunan yang terbuat dari batu bata antara lain kuat, tahan lama, dan tahan api. Kekurangan bahan bangunan yang terbuat dari batu bata antara lain berat, sulit dibentuk, dan mahal.

Question 4: Apa saja kelebihan dan kekurangan bahan bangunan yang terbuat dari semen?
Answer 4: Kelebihan bahan bangunan yang terbuat dari semen antara lain kuat, tahan lama, dan mudah dibentuk. Kekurangan bahan bangunan yang terbuat dari semen antara lain berat, mudah retak, dan mahal.

Question 5: Apa saja kelebihan dan kekurangan bahan bangunan yang terbuat dari kayu?
Answer 5: Kelebihan bahan bangunan yang terbuat dari kayu antara lain ringan, mudah dibentuk, dan murah. Kekurangan bahan bangunan yang terbuat dari kayu antara lain mudah lapuk, mudah terbakar, dan tidak tahan air.

Question 6: Apa saja kelebihan dan kekurangan bahan bangunan yang terbuat dari baja?
Answer 6: Kelebihan bahan bangunan yang terbuat dari baja antara lain kuat, tahan lama, dan tahan api. Kekurangan bahan bangunan yang terbuat dari baja antara lain berat, mahal, dan mudah berkarat.

Question 7: Bagaimana cara merawat bahan bangunan agar tetap awet?
Answer 7: Perawatan bahan bangunan yang tepat akan tergantung pada jenis bahan bangunan. Namun, secara umum, bahan bangunan harus dilindungi dari cuaca, kelembaban, dan hama.

Demikian beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang bahan bangunan. Jika Anda memiliki pertanyaan lain, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli di bidang konstruksi.

Selain memahami tentang bahan bangunan, penting juga untuk mengetahui tips-tips dalam memilih dan menggunakan bahan bangunan yang tepat. Tips-tips tersebut akan dibahas pada bagian selanjutnya.

Tips

Berikut adalah beberapa tips dalam memilih dan menggunakan bahan bangunan yang tepat:

1. Pilih bahan bangunan yang berkualitas baik.
Bahan bangunan yang berkualitas baik akan lebih awet dan tahan lama. Meskipun harganya mungkin lebih mahal, tetapi dalam jangka panjang akan lebih menghemat biaya.

2. Sesuaikan bahan bangunan dengan jenis konstruksi dan lokasi konstruksi.
Jenis bahan bangunan yang digunakan harus disesuaikan dengan jenis konstruksi dan lokasi konstruksi. Misalnya, untuk konstruksi rumah tinggal di daerah dataran rendah, dapat menggunakan bahan bangunan yang ringan dan mudah dibentuk, seperti kayu atau bata ringan.

3. Perhatikan anggaran yang tersedia.
Pemilihan bahan bangunan juga harus mempertimbangkan anggaran yang tersedia. Pilih bahan bangunan yang sesuai dengan anggaran yang tersedia, tanpa mengurangi kualitas konstruksi.

4. Konsultasikan dengan ahli di bidang konstruksi.
Jika Anda tidak yakin dalam memilih bahan bangunan yang tepat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli di bidang konstruksi. Ahli konstruksi akan dapat memberikan rekomendasi bahan bangunan yang tepat untuk proyek konstruksi Anda.

Demikian beberapa tips dalam memilih dan menggunakan bahan bangunan yang tepat. Dengan mengikuti tips-tips tersebut, Anda dapat memastikan bahwa konstruksi bangunan Anda berjalan lancar dan menghasilkan bangunan yang berkualitas baik.

Selain memilih dan menggunakan bahan bangunan yang tepat, penting juga untuk memperhatikan faktor-faktor lain dalam konstruksi bangunan, seperti desain bangunan, metode konstruksi, dan pengawasan konstruksi. Dengan memperhatikan semua faktor tersebut, Anda dapat memastikan bahwa bangunan Anda dibangun dengan baik dan aman.

Conclusion

Bahan bangunan merupakan salah satu faktor terpenting dalam konstruksi bangunan. Pemilihan bahan bangunan yang tepat akan mempengaruhi kualitas, kekuatan, dan daya tahan bangunan. Oleh karena itu, penting untuk memahami jenis-jenis bahan bangunan, kelebihan dan kekurangannya, serta cara memilih dan menggunakan bahan bangunan yang tepat.

Dalam memilih bahan bangunan, perlu mempertimbangkan beberapa faktor, seperti jenis konstruksi, lokasi konstruksi, anggaran yang tersedia, dan rekomendasi dari ahli konstruksi. Dengan mempertimbangkan semua faktor tersebut, Anda dapat memastikan bahwa konstruksi bangunan berjalan lancar dan menghasilkan bangunan yang berkualitas baik.

Selain memilih bahan bangunan yang tepat, penting juga untuk memperhatikan faktor-faktor lain dalam konstruksi bangunan, seperti desain bangunan, metode konstruksi, dan pengawasan konstruksi. Dengan memperhatikan semua faktor tersebut, Anda dapat memastikan bahwa bangunan Anda dibangun dengan baik dan aman.

Demikian pembahasan tentang bahan bangunan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang sedang merencanakan untuk membangun atau merenovasi bangunan.


Bagikan

Also Read