3 Desa Di Kecamatan Turi, Lamongan Alami Banjir Akibat Luapan Bengawan Njero

moch akbar fitrianto

Bagikan

Berita Lamongan, Rakyatnesia – Intensitas hujan yang tinggi menjadi salah satu penyebab banjir di beberapa kawasan di Jawa Timur. Termasuk yang terjadi di Lamongan, Jawa Timur.

Anak Sungai Bengawan Solo, Yakni Bengawan Njero, Lamongan meluap dan imbasnya adalah Beberapa desa di Kecamatan Turi, Lamongan mengalami kebanjiran.

Sejumlah jalan di desa ini terendam banjir dengan ketinggian bervariasi, antara 15 cm hingga 30 cm. Tiga dusun yang ada di Desa Kemlagilor, yakni Dusun Kiringan, Dusun Berasan dan Dusun Mbaru.

“Sudah 2 hari ini air meluber ke desa kami,” kata salah satu warga Desa Kemlagilor, Rifai kepada wartawan, Sabtu (11/2/2023).

Rifai menyebut, melubernya air yang melanda desanya ini akibat tingginya jalan poros kecamatan yang baru dibangun. Biasanya, aku Rifai, air meluber ke jalan poros kecamatan. Tapi saat ini tidak bisa karena tingginya jalan poros antar kecamatan. Selain itu, air meluber karena tersumbatnya saluran dampak enceng gondok menumpuk.

“Melubernya air karena tingginya jalan poros antar kecamatan yang baru dibangun, dan tersumbatnya aliran sungai akibat enceng gondok yang menyumbat di saluran air,” ujarnya.

Selain jalan desa yang terendam air, lanjut Rifai, puluhan hektar tambak yang ada di desa ini juga ikut terendam air banjir. Untuk menanggulangi agar luberan tidak kian parah, warga berusaha membendung air dengan terpal dan memasang waring (jaring) di pematang tambak agar ikan-ikan budidaya petani tidak ikut hilang terbawa luberan air.

“Upaya kita ya pasang terpal dan juga waring (jaring) di tambak biar ikan-ikan kami tidak hilang,” jelasnya.

Data yang dihimpun dari BPBD Lamongan menyebut sejumlah ruas jalan desa di 3 kecamatan Lamongan terendam. Tiga kecamatan yang terendam Kecamatan Turi, Kalitengah dan Karangbinangun.

“Kami sudah berupaya menghidupkan 4 pompa air yang ada di pintu air menuju Bengawan Solo agar genangan air dapat dengan cepat teratasi,” kata Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Lamongan Muhammad Muslimin.

Bagikan

Also Read