ESDM Blora Temukan Restoran Gunakan Elpiji Bersubsidi

0 104

BLORA – Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Kabupaten Blora melakukan inspeksi mendadak (sidak). Dalam sidak pengguna LPG 3 Kg pihak ESDM menemukan sebuah restoran Fried Chicken Petok Petok yang beralamat di Jl. Gunung Lawu No. 23, Blora yang kedapatan menggunakan gas LPG 3 Kg.

Teguh Wiyono, Kabid Pertambangan dan Migas dinas ESDM Blora melalui Kasi Pertambangan dan Migas Dinas ESDM Blora Djati Walujastono mengatakan, sesuai aturan dari Kementerian ESDM juga Kementerian Koperasi dan UKM bahwa restoran dengan modal di atas Rp 50 juta dan omzet Rp 300 juta per tahun tidak diperbolehkan menggunakan elpiji bersubsidi.

”Tadi kita temukan ada gas elpiji yang digunakan restoran ini, jadi untuk sementara kita berikan pembinaan dan peringatan agar segera menggantinya,” kata Teguh Wiyono, Kabid Pertambangan dan Migas dinas ESDM Blora melalui Kasi Pertambangan dan Migas dinas ESDM Blora Djati Walujastono Kamis (21/1/2016) .ESDM Blora temukan2

Selain melakukan sidak di restoran-restoran, sebelumnya petugas Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Kabupaten Blora juga melakukan sidak dibeberapa Hotel yang ada di Blora, antara lain Hotel Kencana, Hotel Blora Indah, dan Hotel Mustika, dari hasil sidak dibeberapa hotel di Blora pihak ESDM Kabupaten Blora tidak mendapati pelanggaran hotel yang menggunakan tabung tiga kilogram tersebut.
“Kami rencanakan dalam waktu dekan ini akan lakukan sidak di beberapa wilayah di Kabupaten Blora yang memiliki sejumlah Hotel dan Tempat makan. Untuk saat ini kami lakukan di Blora Kota dulu,” ungkapnya.

Djati menjelaskan selain melakukan sidak secara langsung pihaknya juga akan segera memberikan surat edaran pelarangan penggunaan gas 3 kilogram untuk restoran dan hotel.

“Nanti, jika dalam sidak ini masih ditemukan restoran dan hotel menggunakan gas 3 kilogram, mereka dapat dikenakan sanksi denda dan bisa juga pencabutan ijin usaha,”ujarnya.

Menurutnya pelarangan penggunaan gas 3 kilogram untuk restoran dan hotel itu sebagai salah satu antisipasi kelangkaan gas 3 kg di masyarakat. Sebab, banyak restoran yang beralih menggunakan gas 3 kg setelah kenaikan harga gas tabung 12 kg. “Langkah ini sebagai antisipasi kelangkaan gas di masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu Sugeng salah satu pegawai restoran Fried Chicken Petok Petok yang kedapatan menggunakan gas elpiji kilogram, mengaku akan segera mengganti ke tabung yang 12 kilogram, dirinya mengaku sebelumnya tidak mengetahui bahwa restoran miliknya tidak boleh menggunakan gas elpiji yang tiga kilogram, karna selama ini dari pemerintah belum ada sosialisasi dan pemberitahuan.

“Saya tidak tahu kalau tidak boleh menggunakan gas tiga kilogram, dan saya bersedia untuk segera menggantinya dengan yang dua belas kilogram,” terangnya.
Sekedar diketahui, sidak LPG 3 Kg ini dilakukan untuk mengatisipasi kelangkaan gas yang terjadi. Selain itu kegiatan ini untuk pengawasan dan pengendalian pendistribusian dalam tata niaga bahan bakar minyak dan gas dari agen, pangkalan hingga sampai konsumen. Selain itu dalam Permendagri 17 tahun 2011, tentang pembinaan dan pengawasan pendistribusian tertutup LPG. **(Priyo).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More