Pamor Partai Netanyahu Menurun Setelah 3 Bulan Agresi di Gaza

Panjoel Kepo

Pamor Partai Netanyahu Menurun Setelah 3 Bulan Agresi di Gaza
Bagikan

rakyatnesia.com – Menurut hasil jajak pendapat di Israel, partai yang dipimpin oleh Menteri Kabinet Perang, Benny Gantz, menunjukkan keunggulan dibanding partai koalisi yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu setelah tiga bulan agresi di Gaza.

Koalisi pendukung Netanyahu melibatkan Partai Likud yang dipimpin oleh Netanyahu sendiri, Partai ekstrem kanan Zionisme Religious, partai yang dipimpin oleh Menteri Keamanan Nasional dan dikenal sebagai provokator, Itamar Ben-Gvir, Otzma Yehudit, Partai United Torah Judaism, dan partai Shas.

Times of Israel melaporkan bahwa Partai Persatuan Nasional yang dipimpin oleh Gantz diperkirakan akan lebih mudah membentuk koalisi jika pemilihan umum diadakan hari ini.

Survei yang dilakukan oleh Maariv dan Channel 12 dan dirilis pekan lalu menunjukkan bahwa publik merasa tidak puas dengan penanganan yang dilakukan oleh Netanyahu setelah insiden pada 7 Oktober.

Pada 7 Oktober, kelompok perlawanan di Palestina, Hamas, menyerang Israel secara mendadak dari darat, laut, dan udara. Imbas serangan ini, ribuan orang dilaporkan tewas.

Berdasarkan hasil survei Maariv, partai-partai di koalisi Netanyahu sebelum perang akan memperoleh 44 kursi di parlemen.

Angka itu kalah jauh dibanding partai yang berkuasa sebelumnya dengan 71 kursi dari 120 anggota parlemen.

Sementara itu, Channel 12 menempatkan partai pendukung Netanyahu akan mendapat 48 kursi, sementara partai bekas pendukung dia 67 kursi.

“Kedua survei tersebut menunjukkan partai Gantz akan menjadi partai terbesar di Knesset,” demikian laporan ToI.

TOI juga menggambarkan potensi koalisi masa depan. Koalisi ini akan beranggotakan Partai Yesh Atid yang dalam survei diprediksi meraih 13 kursi, partai sayap kanan Yisrael Beytenu 10 kursi, Islamist Raam 5 kursi, dan partai sayap kiri Meretz 4 kursi.

Lebih rinci, hasil survei Maariv melaporkan Partai Persatuan Nasional akan meraih 39 kursi.

Koalisi Netanyahu, Partai Likud akan mendapat 16 kursi dan partai sayap kanan pimpinan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, Religious Zionism, diprediksi meraih 4 kursi di parlemen.

Lalu partai Otzm Yehudit akan meraih 8 kursi, partai ultra-Orthodox Shas sebanyak 9 kursi, dan United Torah Judaism 7 kursi.

Masih menurut Maariv, sebanyak 51 persen responden menilai Gantz orang yang tepat untuk jabatan perdana menteri.

Sementara itu, Survei Channel 12 menyebut Partai Persatuan Nasional akan mendapat 35 kursi, Yesh Atid 14 kursi, Shas 11 kursi, dan Yisrael Beytenu 9 kursi.

Partai Likud dalam survei itu akan mendapat 18 kursi, Religious Zionisme 4 kursi, dan Otzma Yehudit 8 kursi.

Sebanyak 42 persen responden Channel 12 juga mengatakan Gantz paling cocok menjadi perdana menteri, dibandingkan pemilih Netanyahu yang hanya 29 persen.

Survei Maariv dilakukan Panel4All dengan melibatkan 515 responden. Survei tersebut memiliki margin kesalahan sebesar 4,3 persen.

Survei Channel 12 sementara itu dilakukan Midgam dan melibatkan 511 responden. Survei itu memiliki margin kesalahan sebesar 4,4 persen.

Netanyahu dan koalisinya menjadi sorotan usai melancarkan agresi ke Palestina sejak 7 Oktober. Dia juga mendeklarasikan perang melawan Hamas.

Sejak saat itu, mereka terus menggempur Gaza dan wilayah lain. Imbas serangan pasukan Israel, lebih dari 24.000 orang meninggal dan puluhan ribu tempat tinggal warga hancur.

Bagikan

Also Read