Hiburan

Showbiz Roy Kiyoshi Ramalkan Kematiannya Sebelum Usia 40 Tahun, Tragisnya karena Diracun Rakyatnesia

[ad_1]

Rakyatnesia – Roy Kiyoshi meramalkan kematiannya sebelum berusia 40 tahun. Tragisnya, penyebab kematiannya yakni diracun.

Cerita itu diungkap Roy Kiyoshi dalam video wawancara dengan Nikita Mirzani di kanal YouTube Langit Entertainment yang diunggah, Jumat (9/7) lalu. Roy menjawab pertanyaan soal paranormal yang disebut bisa meramalkan kematiannya sendiri. 

Roy pun menjawab tanpa ragu. Ia bahkan sudah menuliskan kematiannya di sebuah buku. Saat masa depannya diungkap lewat hipnoterapi, tetiba ia melihat dirinya meninggal sebelum berusia 40 tahun. 

“Ada, gue tahu (kematian gue), gue tulis di buku. Jujur, ya jujur. Jadi, gue dihipnoterapi, diungkap masa lalu dan masa depan gue. Tiba-tiba gue ngelihat sebelum umur 40 tahun gue mati,” ungkap Roy yang memiliki kemampuan indigo.

Roy Kiyoshi lebih lanjut menceritakan jika kematiannya disebabkan karena diracun lewat makanan. Roy tak habis pikir mengapa ada orang yang tega berbuat itu padanya. 

“Gue lihat ada satu makanan, dan makanan itu seperti diracun. Tahu gue baik baik gini, diam-diam gini kenapa banyak musuh. Gue pernah dikirimin semur jengkol. Terus dikorek korek bokap gue ada beling. Gue gak tahu salah apa,” cerita Roy yang pernah tersandung kasus narkoba tahun lalu. 

“Sekarang umur loe berapa?” tanya Nikita Mirzani pada Roy.

“34,” jawab Roy.

“Berarti sebentar lagi loe mati. Kan loe sendiri yang bilang (mati sebelum umur 40 tahun),” cerocos Nikita.

KOMENTAR

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi Rakyatnesia. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

sumber artikel : Tabloid bintang.com

Nurul Syahadatin

Lulusan S1 Ekonomi yang sekarang ketagihan nulis sejak 10 tahun terakhir, Mahir menulis berbagai macam hal tentang tanaman herbal dan juga pertanian dan peternakan, Kerja Offline di dinas pertanian dan peternakan

Related Articles

Back to top button