Vivo secara resmi memperkenalkan varian terbarunya, Vivo V60 Lite, yang kini ditenagai oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 6s 4G Gen 2 sebagai jantung utama. Peluncuran ini menandai posisi Vivo V60 Lite sebagai salah satu smartphone pertama yang mengadopsi chipset ini di pasar global, dengan ketersediaan yang diprediksi hingga pertengahan tahun 2026. Perangkat ini hadir tanpa pengumuman resmi yang besar, namun telah terdeteksi keberadaannya melalui daftar di pasar internasional, salah satunya di Panama.
Dibandingkan dengan pendahulunya yang diperkenalkan pada September 2025, Vivo V60 Lite varian terbaru ini tidak mengalami perubahan desain yang signifikan. Perbedaan utama terletak pada penggunaan chipset yang diperbarui. Qualcomm Snapdragon 6s 4G Gen 2 kini menggantikan Qualcomm Snapdragon 685 yang digunakan pada edisi awal. Keputusan ini menunjukkan fokus Vivo pada peningkatan efisiensi daya dan performa di segmen smartphone kelas menengah, dengan tetap mempertahankan konektivitas 4G/LTE sebagai prioritas. Meskipun masih terbatas pada jaringan 4G, chipset Snapdragon 6s 4G Gen 2 dikabarkan menawarkan arsitektur yang lebih efisien dan optimal dibandingkan generasi sebelumnya, menjanjikan pengalaman pengguna yang lebih lancar dalam aktivitas sehari-hari.
Dukungan untuk chipset Snapdragon 6s 4G Gen 2 ini dilengkapi dengan konfigurasi memori LPDDR4x dan penyimpanan internal berteknologi UFS 2.2. Selain itu, perangkat ini juga menawarkan fitur extended RAM, yang memungkinkan pengguna untuk memperluas kapasitas RAM secara virtual, guna mendukung performa multitasking yang lebih baik saat menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan. Dengan demikian, Vivo V60 Lite diharapkan mampu memberikan pengalaman penggunaan yang responsif, baik untuk aktivitas ringan maupun yang lebih intensif.
Selain pembaruan pada sektor chipset, aspek lain dari Vivo V60 Lite sebagian besar mempertahankan spesifikasi yang identik dengan versi 4G sebelumnya yang sudah dikenal luas. Pengguna akan dimanjakan dengan layar AMOLED berukuran 6,77 inci yang menawarkan resolusi Full HD+ dan refresh rate 120 Hz. Layar ini menjanjikan kualitas visual yang superior, dengan warna yang kaya, kontras tinggi, dan pergerakan gambar yang sangat mulus, ideal untuk menikmati konten multimedia seperti video berkualitas tinggi, bermain game, maupun sekadar menjelajahi antarmuka pengguna yang dinamis.
Dalam urusan fotografi, Vivo V60 Lite masih mengandalkan sistem kamera ganda yang terpasang di bagian belakang. Kamera utama memiliki resolusi 50 megapiksel, didukung oleh lensa ultra-wide 8 megapiksel untuk menangkap pemandangan yang lebih luas. Sementara itu, untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video, tersemat kamera depan beresolusi 32 megapiksel yang mampu menghasilkan gambar berkualitas tinggi.
Perangkat ini berjalan di atas sistem operasi Funtouch OS 15 yang berbasis Android 15, menawarkan pengalaman pengguna yang modern dan kaya fitur. Kapasitas baterai yang disematkan tergolong besar, yaitu 6.500 mAh, yang diklaim mampu menemani aktivitas pengguna sepanjang hari. Untuk mengisi daya, Vivo V60 Lite mendukung teknologi pengisian cepat 90 watt (wired fast charging), yang memungkinkan pengisian daya baterai secara signifikan dalam waktu singkat. Selain itu, fitur pengisian daya terbalik 6 watt (reverse wired charging) juga tersedia, memungkinkan perangkat ini untuk berbagi daya dengan perangkat lain yang mendukung.
Fitur-fitur unggulan lainnya yang dipertahankan dari model sebelumnya mencakup sensor sidik jari yang terintegrasi di bawah layar (in-display optical fingerprint), yang menawarkan keamanan dan kemudahan akses yang praktis. Selain itu, sertifikasi IP65 untuk ketahanan terhadap debu dan percikan air juga tetap hadir, memberikan ketenangan ekstra bagi pengguna dalam penggunaan sehari-hari.
Munculnya varian baru ini terjadi di tengah dinamika lini produk Vivo yang cukup bervariasi. Sebelumnya, Vivo juga telah merilis versi 5G dari V60 Lite di beberapa pasar yang berbeda, bahkan dengan penggunaan chipset yang berbeda pula, termasuk varian yang menggunakan MediaTek Dimensity 7360 Turbo. Varian 5G ini telah lebih dulu hadir di pasar tertentu sejak tahun 2025, menunjukkan strategi Vivo dalam menyediakan pilihan konektivitas yang beragam sesuai kebutuhan pasar.
Hingga saat ini, Vivo belum memberikan pengumuman resmi mengenai harga maupun rencana ketersediaan global untuk varian Vivo V60 Lite dengan Snapdragon 6s 4G Gen 2 ini, termasuk apakah model ini akan secara resmi masuk ke pasar Asia Tenggara atau Indonesia. Informasi yang beredar sejauh ini masih berasal dari daftar produk di situs-situs di luar wilayah Indonesia.

Pergeseran fokus utama pada pembaruan chipset di Vivo V60 Lite ini sekaligus mencerminkan tren yang sedang berkembang di kalangan produsen perangkat seluler. Pembaruan perangkat keras pada model yang sudah ada menjadi strategi umum untuk mengimbangi kebutuhan performa dan efisiensi daya yang terus meningkat di segmen pasar yang sangat kompetitif.
Sebagai tambahan konteks, varian awal dari Vivo V60 Lite pernah diluncurkan di Indonesia pada tahun 2025. Model tersebut menekankan pada desain yang menarik serta fitur kamera yang dioptimalkan untuk segmen kreator muda. Namun, spesifikasi yang ditawarkan pada versi yang dipasarkan di Indonesia saat itu berbeda dengan model generasi teranyar yang baru saja diluncurkan dengan chipset Snapdragon 6s 4G Gen 2.
Ke depannya, pemantauan terhadap strategi peluncuran Vivo V60 Lite dengan chipset Snapdragon 6s 4G Gen 2 di berbagai pasar akan menjadi indikator penting. Hal ini akan menunjukkan bagaimana Vivo memposisikan produk ini dalam jajaran smartphone mereka di tahun 2026, terutama di segmen menengah yang terus berkembang pesat, didorong oleh kebutuhan konektivitas dan performa yang semakin tinggi dari para pengguna.
