Emtek, Melalui Elang Media Visitama, Kembali Perkuat Kepemilikan di Superbank (SUPA) dengan Investasi Rp25,77 Miliar

25 Likes comments off
Emtek, Melalui Elang Media Visitama, Kembali Perkuat Kepemilikan di Superbank (SUPA) dengan Investasi Rp25,77 Miliar

PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) baru-baru ini melaporkan adanya perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan sahamnya, yang kembali memperkuat posisi pengendali utamanya. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada publik, Elang Media Visitama (EMV), sebuah entitas yang terafiliasi dengan konglomerat media PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) atau Emtek, mengumumkan telah kembali menambah porsi kepemilikannya pada saham emiten bank digital ini. Langkah strategis ini menunjukkan keyakinan penuh Emtek terhadap prospek pertumbuhan Superbank di masa depan.

Rincian Transaksi dan Peningkatan Kepemilikan

Baca juga:
Bayern Munich Bungkam PSV 2-1 di Philips Stadium, PSV Tersingkir Dramatis dari Liga Champions

Transaksi terbaru yang dilakukan oleh Elang Media Visitama terjadi pada tanggal 30 Desember 2025. Pada hari tersebut, EMV berhasil memborong sebanyak 28.317.400 lembar saham SUPA. Dengan harga pembelian yang ditetapkan pada Rp910 per saham, total investasi yang digelontorkan EMV dalam transaksi ini mencapai angka signifikan sebesar Rp25,77 miliar. Peningkatan kepemilikan ini secara langsung berdampak pada persentase saham yang dikuasai oleh EMV.

Emtek, Melalui Elang Media Visitama, Kembali Perkuat Kepemilikan di Superbank (SUPA) dengan Investasi Rp25,77 Miliar

Setelah transaksi tersebut, total kepemilikan saham Elang Media Visitama di Superbank kini membengkak menjadi 9,35 miliar unit. Angka ini setara dengan 27,60% dari total saham yang beredar. Sebelumnya, sebelum transaksi ini dilakukan, kepemilikan EMV tercatat sebesar 9,32 miliar unit, yang merepresentasikan 27,51% saham. Peningkatan sebesar 0,09% ini, meskipun terlihat kecil, merupakan indikasi dari upaya berkelanjutan Emtek untuk mempertegas dan mempertahankan posisi pengendaliannya di Superbank.

Komitmen Jangka Panjang Elang Media Visitama

Melalui pernyataan resminya, Elang Media Visitama menegaskan komitmennya untuk mempertahankan pengendaliannya atas saham Superbank. Penegasan ini penting karena memberikan sinyal positif kepada para investor dan pemangku kepentingan lainnya mengenai stabilitas kepemilikan dan arah strategis jangka panjang perusahaan. Penguatan kepemilikan ini bukan hanya sekadar angka, melainkan juga cerminan dari kepercayaan EMV terhadap model bisnis Superbank, potensi inovasinya, serta kemampuannya untuk bersaing dan berkembang dalam lanskap perbankan digital yang dinamis.

Serangkaian Aksi Pembelian Lanjutan dari Anak Usaha Emtek

Transaksi yang baru saja dilaporkan ini bukanlah kejadian yang berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari rangkaian aksi pembelian saham Superbank yang telah dilakukan secara berkelanjutan oleh Elang Media Visitama. Sebagai anak usaha dari raksasa teknologi dan media Emtek, EMV menunjukkan strategi investasi yang terukur dan berkesinambungan. Sebelumnya, pada periode 24 hingga 29 Desember 2025, EMV juga telah aktif melakukan pembelian saham Superbank dalam jumlah yang cukup besar.

Secara lebih rinci, pada tanggal 24 Desember 2025, Elang Media Visitama telah mengakuisisi sebanyak 50 juta saham SUPA dengan harga Rp1.050 per lembar. Selang beberapa hari kemudian, tepatnya pada tanggal 29 Desember 2025, EMV kembali menunjukkan agresivitasnya dengan membeli tambahan 100 juta saham Superbank pada harga Rp895 per saham. Jika digabungkan, total pembelian saham dalam rentang waktu tersebut sudah sangat signifikan, menunjukkan prioritas Emtek dalam memperkuat posisinya di Superbank.

Latar Belakang Superbank: Kolaborasi Kuat di Sektor Perbankan Digital

Baca juga:
Sahkah Puasa Ramadhan Seseorang yang Lupa Berniat di Malam Hari? Menyelami Fiqih Puasa dengan Penjelasan Ustadz Alhafiz Kurniawan

Penting untuk diingat bahwa Superbank (SUPA) bukanlah entitas yang baru di dunia perbankan digital. Bank ini merupakan hasil kolaborasi strategis dari beberapa pemain besar di industri, yaitu Grup Emtek, Grab, SingTel, dan Kakaobank. Pembentukan Superbank ini merupakan langkah ambisius untuk menghadirkan solusi perbankan digital yang inovatif dan terintegrasi, memanfaatkan kekuatan masing-masing mitra.

Superbank secara resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau melakukan listing pada hari Rabu, 17 Desember 2025. Momen listing ini menandai babak baru bagi bank digital tersebut, membuka peluang akses pendanaan yang lebih luas dan meningkatkan visibilitasnya di pasar modal.

Perjalanan Awal Saham SUPA di BEI

Sejak awal pencatatannya, saham SUPA telah menunjukkan volatilitas yang menarik perhatian. Pada hari perdagangannya, saham SUPA sempat melonjak tajam, mencapai level auto reject atas (ARA) sebesar 24,4% dan ditutup pada level Rp790. Lonjakan awal ini mencerminkan antusiasme pasar terhadap potensi bank digital yang baru saja go public.

Namun, perjalanan saham SUPA di bursa tidak selalu mulus. Hanya berselang empat hari setelah listing, saham SUPA justru mengalami koreksi signifikan dan menyentuh batas bawah auto rejection (ARB). Pada pukul 9:10 WIB, saham bank digital ini tercatat melemah 14,63% ke level Rp1.050 per saham. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar masih dalam proses penyesuaian dan pencarian fair value saham SUPA.

Emtek, Melalui Elang Media Visitama, Kembali Perkuat Kepemilikan di Superbank (SUPA) dengan Investasi Rp25,77 Miliar

Saat laporan ini ditulis, saham SUPA berada pada posisi Rp895, menunjukkan pelemahan lebih lanjut sebesar 3,24% pada sesi perdagangan I. Meskipun ada fluktuasi, aksi beli yang terus menerus dilakukan oleh Elang Media Visitama memberikan indikasi bahwa ada keyakinan fundamental yang kuat dari pihak Emtek terhadap prospek jangka panjang Superbank, terlepas dari pergerakan harga jangka pendek di pasar. Penguatan kepemilikan ini diharapkan dapat memberikan stabilitas dan dorongan positif bagi kinerja Superbank ke depannya.

You might like

About the Author: Lifta Roanatul

Head Editor Dan Penulis di kanal viral serta berita nasional serta regional. Sudah menjadi penulis sejak 2013. Dan layak menjadi editor selama dua tahun ini di situs rakyatnesia