Kesadaran Untuk Berobat Bagi Pasien Tuberkolusis di Bojonegoro, Sangat Rendah

0 98

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- WHO merilis bahwa ditahun 2015 sebanyak 10,4 juta penduduk di dunia menderita Tuberkolusis (TB) dan 1,4 juta diantaranya meninggal dunia karena penyakit ini. Sedangkan penderita TB HIV sebanyak 1,2 juta jiwa dan 390 diantaranya juga meninggal dunia.

Sedangkan angka untuk penderita TB MDR atau penderita TB yang sudah resisten terhadap obat mencapai 480.000 penderita dan 190.000 penderita akhirnya harus menyerah dan kalah oleh penyakit ini. Hal ini terungkap saat Rapat Advocate Key Issue and Policies SSB TB HIV CARE Aisyiah, Rabu (28/12/2016) di Productive Room lantai 7 Gedung Pemkab Bojonegoro yang berada di Jl Mas Tumapel No.1 Kota Bojonegoro, Jatim.

Lalu, bagaimana dengan Kabupaten Bojonegoro, Dian dari TB HIV CARE AISYIAH dalam kesempatan ini menuturkan penyakit akibat infeksi bakteri ini dari tahun ketahun menunjukkan peningkatan. Menurut Dian, Aisyiah memulai debutnya ditahun 2013. Saat itu ditemukan 1 penderita TB MDR, Tahun 2014 penderita TB MDR di Bojonegoro yang terpantau 2 orang, 1 orang sembuh karena rutin memeriksakan diri sedangkan 1 orang meninggal dunia.

“Ditahun 2015 pasien TB MDR menjadi 7 kasus, 3 mengikuti pengobatan sehingga sembuh, sedangkan 1 orang berhenti ditengah jalan tidak meneruskan pengobatan dan 3 lainnya menyerah pasrah merelakan nafas mereka harus terhenti,” ungkapnya.

Ditahun 2016, 7 orang penderita TB MDR ditemukan lagi, 3 mengikuti pengobatan sedangkan 4 orang lainnya memilih menghentikan pengobatan dengan beragam alasan. Bahkan, lanjut Dian, Mereka bersedia dan dengan sukarela menandatangani pernyataan jika berhenti tidak mau meneruskan pengobatan.

“Kami menyayangkan sikap para penderita yang menghentikan pengobatan. Padahal resiko mereka menularkan TB MDR sedemikian besar. Apalagi ketika mereka sudah positif menderita TB MDR maka resiko menularkan TB MDR 100 persen,” ucapnya.

TB CARE AISYIAH mengharapkan agar semua pihak turut serta menekan jumlah pasien TB MDR yang menghentikan pengobatan. Dian menuturkan, peran lingkungan keluarga sangat dominan untuk senantiasa mengingatkan agar pasien mau melakukan pengobatan.

Tak hanya itu keluarga juga diharapkan setia mendampingi ketika mereka melakukan pemeriksaan. Jumlah suspect TB segala jenis di Kabupaten Bojonegoro tahun 2014 terdapat 436, 123 BTA dan 78 CNR. Tahun 2015 476 orang suspect, 167 BTA dan 168 CNR. Ditahun 2016 meningkat 903 warga Bojonegoro suspect, 199 BTA dan 308 CNR. **(Luh/Red).

Leave a comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More