Dua Orang Penambang Pasir Tenggelam dan Ditemukan Meninggal, di Bengawan Solo, Turut Tambangan Mruwut, Semambung

196

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Penambang pasir manual Bengawan solo, yang setiap hari bekerja di sungai terpanjang di Pulau Jawa itu, bisa juga tenggelam. Padahal, setiap hari pekerjaanya menggunakan perahu lalu turun ke dasar sungai, menyelam untuk mengambil pasir.

Hal itu, dialami oleh 3 (tiga) orang penambang pasir pasir manual Bengawan solo, turut tambangan Mruwut, Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, yang keduanya hanyut terseret air, lalu tenggelam dan dilaporkan hilang, Minggu (27/12/2020) sekira pukul 14:30 WIB.

Tiga penambang yang tenggelam yakni, Tasno (47) asal Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Tuban dan Siswanton (40), Desa Balan, Kecamatan Parengan, Tuban, keduanya ditemukan meninggal dunia. Sedangkan, Supardi (48) asal Desa Maibit, Kecamatan Parengan, Tuban, berhasil selamat dari maut tersebut.

Peristiwa itu berawal saat korban melaksanakan aktifitas sebagai penambang pasir manual di Bengan solo itu. Setelah mengambil pasir di tengah sungai itu, mereka bersama perahunya menepi hendak menurunkan pasir yang diperolehnya itu,

Setelah mendekati bibir sungai, kedua korban turun untuk menali perahu agar saat menurunkan posisi perahu dalam kondisi tidak bergerak. Sayangnya, saat mereka hendak mengikat tali itu,  mereka terpeleset dan hanyut terseret arus sungai yang lumayan deras itu.

Selanjutnya, teman korban yang masih ada di atas perahu turun untuk menolong kedua korban. Namun, upaya teman korban itu tak membuahkan hasil, sebab korban sudah hanyut dan  tenggelam di Bengawan Solo itu.

Kepala Pelaksana (Kalak)  BPBD B ojonegoro nadhif Ulfia melalui Kasi Kesiapsiagaan Eko Susanto kepada rakyatnesia.com membenarkan jika ada korban tenggelam di Bengawan solo turut Tambangan Mruwut, Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Minggu (27/12/2020) sekira pukul 14:30 WIB.

Upaya Penanganan yang dilakukan oleh TIM BPBD Bojonegoro adalah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan assessment dan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Desa Semambung dan Kecamatan Kanor.

Lanjut Eko Susanto, korban  Tasno ditemukan oleh warga sekira pukul 14:45 WIB, yang hanya berjarak sekitar 7 meter dari TKM (Tempat Kejadian Musibah). Sedangkan, Siswanto juga ditemukan warga sekitar pukul 15:30 WIB yang berjarak sekitar 8 meter dari lokasi kejadian tersebut.

“Setiap ditemukan, korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Kanor, untuk dilakukan pemeriksaan medis dengan disaksikan oleh pihak kepolisian dan perangkat desa setempat,” ungkap pria yang akrab disapa Pak Eko itu.

Adapun unsur yang terlibat, yakni, BPBD Bojonegoro, TNI-POLRI, Perangkat Desa dan Kecamatan  serta masyarakat setempat.

**(Kis/Red).                                

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More